salah seorang tersangka pembakar mobil memiliki korban melakukan rekonstruksi di rumah korban jalan Lembayung, Jumat (13/2/2026). (Analisa/arifin )
Analisadaily.com, Kisaran - Polres Asahan menggelar rekonstruksi pembakaran mobil milik korban yakni Een Hasibuan (33) di jalan Lembayung Kelurahan Siumbut Baru Kecamatan Kisaran Timur berakhir ricuh, Jumat (13/2/2026).
Rekonstruksi itu langsung dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Asahan AKP Immanuel P Simamora dan Kasi Pidum Kejaksaan Naharuddin Rambe. Dalam rekonstruksi itu ada 41 adegan yang diperagakan oleh ke empat tersangka di tiga tempat yang berbeda serta dipandu oleh penyidik Polres Asahan dan Jaksa Penuntut Umum.
Adapun lokasi yang dilakukan rekonstruksi pertama yakni di Terminal Kisaran, Warung Kopi Konco Jalan Sumantri dan selanjutnya dirumah korban tempat garasi mobil yang dibakar.
Pada rekonstruksi di lokasi Terminal Kisaran, para pelaku inisial Ahmad Ginsa, Bayu alias Birong, Irwansyah Putra alias Tomok, dan sejumlah dua orang oknum polisi berinisial N dan M yang dijadikan penyidik sebagai saksi pada rekonstruksi, bertemu dengan para pelaku lainnya untuk membicarakan rencana jahat melakukan tindak pidana pembakaran mobil milik Een Hasibuan.
Selanjutnya para tersangka kembali berkumpul di warkop konco jalan Sumantri seperti tersangka Hidayat alias Dayat, Ahmad Ginsa, Birong, Andre, untuk kembali mematangkan rencana jahat. Setelah rencana sudah matang, selanjutnya para tersangka memerintahkan Dayat dan Damek Sibarani untuk sebagai eksekutor untuk membakar mobil Een Hasibuan di garasi rumahnya.
Selanjutnya Damek dengan membawa bensin yang dibonceng Dayat pergi menuju rumah korba dengan tujuan untuk membakar mobil. Di lokasi ke tiga yakni rumah milik korban sempat dilakukan rekonstruksi, namun sempat ricuh karena pihak korban tidak senang melihat para pelaku yang telah melakukan percobaan pembunuhan dengan cara membakar mobil, akhirnya rekonstruksi ricuh dan tempat kejadian peristiwa dialihkan ke Mapolres Asahan dengan tujuan untuk menjaga kondusifitas.
Kasat Reskrim Polres Asahan AKP Immanuel P Simamora saat dikonfirmasi disela-sela rekonstruksi tidak banyak memberikan keterangan soal kegiatan rekonstruksi dan keterlibatan oknum Polisi tersebut. "Nanti aja ya soalnya rekonstruksi ini belum selesai dan kita alihkan ke Mapolres Asahan," kata Immanuel.
Sementara itu kuasa Hukum korban, Sholahuddin Marpaung mengatakan, bahwa rekonstruksi ini dilakukan ada tiga titik diantaranya Terminal Kisaran, Cafe Konco dan di rumah korban. Disinggung mengenai kericuhan Sholahuddin Marpaung mengatakan, bahwa keluarga dari korban ingin melihat para pelaku namun pihak polisi tidak mengeluarkan pelaku dari mobil.
"Pihak koran pengen melihat para pelaku, karena sampai sekarang pihak keluarga korban tidak pernah melihat wajah para pelaku," kata Sholahuddin.
Lebih lanjut Sholahuddin mengatakan, akibat perbuatan pelaku, keluarga korban sampai saat ini masih trauma, sehingga ini membuat korban merasa emosi. "Tujuan rekonstruksi ini dibuat agar perkara ini menjadi terang benderang dan jangan ada yang ditutupi," ujarnya.
Menanggapi keterlibatan oknum Polisi, Sholahuddin Marpaung mengatakan, bahwa oknum Polisi itu memang sedang duduk di warung milik pelaku dekat Terminal lokasi rekonstruksi yang pertama. "Tadi kami tanyakan sama penyidik bahwa oknum Polisi yang dijadikan saksi itu memang duduk warung sebelum terjadi pembakaran, itu lah yang kami ketahui," ujarnya.
Sementara Een Hasibuan meminta kepada pihak penyidik Polres Asahan agar mengungkap kasus ini dengan sebaik-baiknya, siapa pun terlibat harus diproses hukum. "Saya tidak pernah merasa memiliki musuh, dan diantara empat pelaku ini saya hanya kenal satu pelaku yakni Birong, dan ke empat pelaku ini agar diproses hukum dengan seberat-beratnya," ujarnya.
Diketahui sebelumnya terjadi percobaan pembunuhan dengan cara mobil dibakar oleh empat orang pelaku itu terjadi jalan Lembayung lingkungan IV Kelurahan Siumbut Baru Kecamatan Kota Kisaran Timur Kabupaten Asahan, Jumat 17 Oktober 2025, dimana pada saat kejadian korban kebetulan tidak berada didalam rumah, namun sepupu dari korban ada dirumah dan langsung mengabari korban yang pada saat ini lagi di Medan.
(ARI/DEL)