Bupati Dairi Angkat Pengawas Sekolah Tanpa Uji Kompetensi, Binuar Malau Terkatung-Katung (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Sidikalang - Mantan Camat Siempat Nempu Kabupaten Dairi, Binuar Malau kepada wartawan di Sidikalang, Rabu (18/2) mengungkapkan, nasibnya terkatung-katung.
Penempatan menjadi Pengawas Sekolah di Dinas Pendidikan, tanpa melalui uji kompetensi.
“Nasib saya terkatung-katung. Dilantik jadi pengawas tidak sesuai mekanisme. Dampaknya, saya dirugikan. Sesungguhnya, saya siap ditempatkan dimanapun, tetapi mesti prosedural,” kata Binuar.
Dijelaskan, salah satu acuan pengangkatan pengawas sekolah adalah Permendikbudristek RI nomor 29 Tahun 2023. Itu mengatur tentang uji kompetensi jabatan fungsional guru, jabatan fungsional pamong belajar, jabatan fungsional pengawas sekolah dan jabatan fungsional penilik.
Binuar menyebut, pengangkatan dalam jabatan fungsional harus memenuhi persyaratan kualifikasi dan kompetensi yang dibuktikan melalui uji kompetensi dilaksanakan oleh instansi pembina jabatan fungsional.
“Realitasnya, saya diangkat jadi pengawas sekolah tanpa uji kompetensi,” tandas Binuar.
Lantaran tanpa sertifikat uji kompetensi, kata Binuar, tentu jabatan fungsionalnya belum tervalidasi dalam sistem nasional, khususnya pada sistem SIM GTK.
“Jabatan fungsional saya sebagai pengawas sekolah belum tervalidasi dalam sistem nasional,” tandasnya.
Apa kerugian yang ditimbulkan? Binuar menuturkan, tidak dapat melaksanakan penilaian kinerja jabatan fungsional secara sah.
Hal lain, tidak menerima tunjangan sertifikasi yang menjadi hak jabatan fungsional. Pengembangan karier terhambat, begitu juga urusan adminitrasi kepegawaian.
Diungkapkan, dirinya dimutasi bersama sejumlah PNS oleh Bupati Vickner Sinaga per 29 September 2025. PNS ini menyebut sudah beberapa kali bermohon ke pejabat di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).
Harapannya, agar surat keputusan pengangkatan, ditinjau. Namun, belum ada kejelasan.
Kepala BKPSDM, Yon Henrik merespons, penjelasan akan disampaikan besok, Kamis (19/2).
“Besok aja kita jumpa, ya, bang. Panjang kali aturannnya,” ujar Yon Hendrik.
Lalu siapakah Binuar? Diperoleh info, dia adalah keponakan Vickner. Keduanya terikat tali kekeluargaan relatif dekat.
Bahkan, ketika Vickner dinyatakan sebagai pemenang pemilihan kepala daerah (pilkada) 2024, Binuar turut mempersiapkan makanan istimewa guna disajikan dalam tradisi Batak.
Mereka juga bertemu. Namun, dalam kontestasi sebelumnya, Binuar disebut-sebut menjatuhkan dukungan pada kandidat yang mempromosikannya menjadi Camat.
(SSR/RZD)