Awas Kena Tipu! Ini 3 Tips Jual Mobil Bekas Lewat Online

Awas Kena Tipu! Ini 3 Tips Jual Mobil Bekas Lewat Online
Awas Kena Tipu! Ini 3 Tips Jual Mobil Bekas Lewat Online. (Analisa/Istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Kegiatan jual beli online sebenarnya bukanlah hal baru di Indonesia. Sejak awal tahun 2000-an, transaksi daring sudah dilakukan oleh sebagian kecil masyarakat yang memiliki komputer, laptop, serta akses internet yang saat itu masih tergolong eksklusif dan terbatas di wilayah tertentu.

Perkembangan smartphone sejak sekitar tahun 2012 kemudian menjadi titik balik. Akses internet semakin luas dan terjangkau, sehingga aktivitas jual beli online pun tumbuh pesat. Kondisi ini turut mendorong semakin banyak orang menjual berbagai barang secara daring, termasuk mobil bekas, karena dinilai lebih cepat dan praktis.

Tantangan Menjual Mobil Bekas Sebelum Era Online

Sebelum jual beli online populer, pemilik mobil bekas perorangan menghadapi tantangan yang tidak ringan. Pilihan yang tersedia relatif terbatas, mulai dari memasang iklan di media cetak dengan biaya mahal, menjual ke showroom mobil bekas dengan margin keuntungan minim, hingga mengandalkan promosi dari mulut ke mulut yang jangkauannya sempit.

Jual Mobil Bekas Online: Praktis, tapi Perlu Waspada

Saat ini, jual mobil bekas online menjadi pilihan utama banyak orang. Keuntungannya beragam, mulai dari jangkauan iklan yang luas hingga biaya promosi yang relatif murah, bahkan gratis. Selain itu, penjual juga memiliki peluang mendapatkan harga yang lebih menguntungkan.

Namun, maraknya transaksi jual mobil bekas secara online juga membuka celah bagi oknum tidak bertanggung jawab. Tidak sedikit penjual atau pembeli pemula yang akhirnya menjadi korban penipuan karena kurangnya pengalaman dan kewaspadaan.

Padahal, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk meminimalkan risiko penipuan saat menjual mobil bekas secara online.

3 Tips Aman Jual Mobil Bekas Secara Online

1. Riset Harga Pasaran Mobil Bekas

Ungkapan “ada harga, ada rupa” sangat relevan dalam jual beli mobil bekas. Mobil dengan kondisi baik tentu memiliki harga yang sebanding, begitu pula sebaliknya.

Penjual sebaiknya tidak langsung merasa senang jika mobil yang diiklankan tiba-tiba ditawar dengan harga jauh di atas ekspektasi. Penawaran yang terlalu tinggi justru patut diwaspadai karena kerap menjadi pintu masuk modus penipuan. Hal yang sama berlaku bagi pembeli: harga yang terlalu murah sering kali menyimpan risiko.

Untuk mengetahui harga wajar mobil bekas, langkah paling sederhana adalah melakukan riset harga pasar di internet. Misalnya, sedan Honda City 2008 umumnya berada di kisaran harga Rp70–Rp80 juta, tergantung kondisi dan lokasi.

Riset memang bisa memakan waktu jika dilakukan secara manual, namun kini tersedia berbagai platform jual beli online yang menyediakan fitur pencarian berdasarkan lokasi dan rentang harga, sehingga proses riset menjadi lebih efisien.

2. Jangan Terjebak Modus Penipuan Segitiga

Dalam transaksi mobil bekas, terdapat beragam modus penipuan, mulai dari pembeli yang membawa mobil kabur saat test drive hingga ajakan bertemu di lokasi sepi dengan niat kriminal.

Namun, salah satu modus yang paling sering terjadi dan masih memakan korban adalah penipuan segitiga. Dalam skema ini, penjual dan pembeli sama-sama pihak yang berniat melakukan transaksi, namun disusupi oleh satu pihak penipu.

Biasanya, penipu akan menyalin iklan mobil milik penjual asli dan memasangnya kembali dengan harga jauh lebih murah. Ia berpura-pura menjadi penjual kepada pembeli, sekaligus berperan sebagai pembeli kepada penjual asli.

Pembeli kemudian diarahkan untuk melihat mobil langsung di lokasi penjual asli. Selama proses tersebut, penipu berupaya membatasi komunikasi langsung antara pembeli dan pemilik mobil. Target akhirnya adalah mengarahkan pembeli agar melakukan pembayaran ke rekening penipu.

Untuk menghindari modus ini, kunci utamanya adalah komunikasi langsung. Baik penjual maupun pembeli sebaiknya tidak mudah percaya pada pihak ketiga yang mengaku sebagai perantara, saudara, atau teman. Pastikan identitas pemilik mobil jelas dan lakukan konfirmasi sebelum melakukan pembayaran apa pun.

3. Gunakan Platform Jual Beli yang Terpercaya

Saat ini, menjual mobil bekas bisa dilakukan melalui berbagai kanal, mulai dari media sosial, forum daring, hingga platform jual beli khusus. Bagi pengguna berpengalaman, banyaknya pilihan mungkin bukan masalah. Namun, bagi pemula, menggunakan platform khusus yang telah lama beroperasi dapat membantu mengurangi risiko.

Platform jual beli umumnya menyediakan sistem pelaporan serta fitur pemantauan akun mencurigakan. Pengguna yang terindikasi melakukan penipuan, misalnya dengan memasang harga tidak wajar, dapat diberikan peringatan atau dibatasi aktivitasnya.

Meski tidak ada sistem yang sepenuhnya kebal dari penipuan, penggunaan platform terpercaya, ditambah kewaspadaan pribadi, dapat secara signifikan menekan risiko dalam transaksi jual mobil bekas secara online.

(REL/BR)

Baca Juga

Rekomendasi