UMA Persiapkan Langkah Strategis Menuju Kelas Dunia

UMA Persiapkan Langkah Strategis Menuju Kelas Dunia
UMA Persiapkan Langkah Strategis Menuju Kelas Dunia (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Rektor Universitas Medan Area (UMA) Prof Dr Dadan Ramdan, menegaskan UMA terus mempersiapkan langkah strategis menjadi perguruan tinggi kelas dunia.

Langkah itu dibuktikan seiring penerapan visi green digital university dan sustainable campus atau kampus yang berkelanjutan.

Demikian disampaikan rektor UMA didampingi Wakil Rektor UMA Bidang Mutu, Sumber Daya dan Perekonomian Prof Dr Rahmad Syah, dan Kepala Bidang Humas UMA Zarina Alfandari,di kampus UMA Jalan Kolam Medan Estate, belum lama ini.

Hingga saat ini, UMA masih leading dalam segala prestasi dan penelitian serta terakreditasi unggul. Sehingga layak bersaing di tingkat internasional menuju World Class University.

Apalagi UMA memiliki peringkat penelitian-penelitian berdasarkan Sustainable Development Goals (SDGs) yang mencapai level internasional.

"UMA satu-satunya Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Pulau Sumatera yang memiliki green metric dengan sertifikat dari UI dengan peringkat 18 UI GreenMetric," tambahnya.

Disebutkan, UI GreenMetric merupakan pemeringkatan internasional tahunan tentang kinerja keberlanjutan universitas. Di mana universitas diberi skor yang mencerminkan upaya mereka dalam mengurangi jejak ekologis universitas dan pendidikan serta penelitian keberlanjutan.

Rektor menambahkan, UMA juga memiliki kinerja jurnal ilmiah yang baik di SINTA atau Science and Technology Index. Termasuk berbagai pencapaian PTS terbaik pertama dalam publikasi penelitian terindeks Scopus untuk LLDikti Wilayah I.

Rektor juga mengutarakan mahasiswa UMA sedang meneliti membuat robot barista yang belum lama ini dipamerkan di Manhattan Medan.

"'Kedepan, kami juga akan gaungkan ciri dari UMA itu adalah pembuatan robot yang merupakan bagian dari program studi teknik mesin," paparnya.

Bahkan UMA mendapatkan dukungan dari para dosen. Apalagi kini semakin bertambah lagi guru besar di UMA, yang saat ini sudah memiliki 14 guru besar. Salah satunya adalah Prof Dr Rahmad Syah, yang tercatat sebagai profesor termuda di UMA.

Ia juga menjelaskan pemerintah menaruh harapan besar kepada PTS untuk menjawab berbagai tantangan di masyarakat melalui inovasi dan riset untuk menghasilkan karya ilmiah yang dapat digunakan untuk kemajuan universitas maupun bangsa.

Indikator keberhasilan perguruan tinggi kini tidak hanya diukur dari jumlah publikasi, tetapi juga dampak riset terhadap masyarakat. Karena itu, UMA terus mendorong riset yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan industri maupun sosial.

Pengakuan internasional dan akses beasiswa pemerintah akan meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada UMA.

Kepala Bidang Humas UMA Zarina Alfandari, mengatakan UMA turut meningkatkan jalinan silaturahmi dengan jurnalis dalam diskusi produktif, untuk menyelaraskan perspektif antara perguruan tinggi dan media. (MAA)

(WITA)

Baca Juga

Rekomendasi