Siasat ‘Hidupkan Kepala’, Perjuangan Tim IOH Pulihkan Jaringan Saat Banjir Melanda Aceh Tamiang (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Aceh Tamiang – Di balik pulihnya sinyal telekomunikasi pasca-banjir besar di Aceh Tamiang, terdapat perjuangan militan dari tim teknologi Indosat Ooredoo Hutchison (IOH).
Fokus utama mereka saat itu adalah membangkitkan kembali "si kepala", yakni site kategori Big Hub yang menjadi penentu hidupnya jaringan di wilayah tersebut.
Agus Sulistio selaku EVP - Head of Circle Sumatra, mengungkapkan bahwa site KRB 0012 di Kuala Simpang merupakan titik vital. Sebagai Big Hub, situs ini mengomandoi 12 situs lain (BTS) di belakangnya.
"Prioritas utama kami saat bencana adalah menghidupkan 'kepalanya' dulu. Jika Big Hub ini hidup, maka 12 situs 'anakan' yang bergantung padanya akan ikut menyala," jelas Agus saat meninjau lokasi BTS Kuala Simpang, dalam rangkaian Ekspedisi Jaringan Andal, Kamis (5/3/2026).
Meski site KRB 0012 tidak terdampak langsung oleh air banjir, akses menuju lokasi dan infrastruktur kabel fiber optik mengalami kendala serius. Irfan menceritakan bagaimana sulitnya mengidentifikasi titik putus kabel di tengah genangan air yang meluas.
"Kendalanya adalah fiber kita putus. Dalam kondisi banjir, sangat susah mengidentifikasi di mana titik putusnya. Namun, karena bagi kami komunikasi warga itu sangat krusial, kami dan seluruh mitra strategis mulai dari MSW, MSOS, hingga tim TLP dan FLP, turun langsung ke lapangan," kenangnya.
Berkat kerja keras tim yang dipantau setiap hari oleh pihak Komdigi, Big Hub ini berhasil dipulihkan dalam waktu 8 hari. Kecepatan recovery ini menjadikannya salah satu situs dengan pemulihan tercepat di jaringan IOH pasca-bencana.
Keberhasilan memulihkan situs KRB 0012 berdampak besar bagi mobilitas warga. Satu titik Big Hub ini mampu melayani hingga 800 pelanggan, belum termasuk ribuan pelanggan lain yang terhubung melalui 12 situs anakannya.
"Cakupan sinyal dari site ini menjangkau jalur transportasi utama, mulai dari Simpang Semadam hingga ke area Masjid Darussalam. Kami melaporkan perkembangan pemulihan ini secara daily (harian) untuk memastikan masyarakat bisa segera terhubung kembali dengan keluarga dan kerabat," tambah Agus.
Pemulihan cepat ini membuktikan komitmen tim teknologi IOH dalam menjaga konektivitas, bahkan di tengah kondisi geografis yang sulit akibat bencana alam.
(RZD/RZD)