sejumlah tenaga kerja sedang bekerja tampa ada pengawasan dari pihak rekanan maupun KKP, Rabu (4/3/2026). (Analisadaily/arifin)
Analisadaily.com, Kisaran - Kegiatan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) seperti pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Sei Pematang Baru Kecamatan Tanjungbalai Kabupaten Asahan senilai Rp11,1 miliar lebih bersumber dari APBN tahun anggaran 2025-2026, minim pengawasan dari pihak rekanan maupun KKP.
Hal itu terlihat ketika sejumlah wartawan saat melakukan investigasi di lokasi proyek tersebut, dan tidak ada satu pun orang yang berkompeten untuk melakukan pengawasan dari pihak rekanan maupun pihak KKP. Salah seorang pekerja saat ditanyai siapa pengawas dari pekerjaan ini, dia menyebut bahwa pengawas tidak ada.
"Tidak ada, jarang kemari pengawasnya," kata pekerja di lokasi proyek serta memberikan nomor handphone dari pihak rekanan untuk dihubungi.
Kegiatan proyek dengan nilai belasan miliar ini tampa ada pengawasan dari pihak yang berkompeten, dapat dikhawatirkan proyek KNMP ini kualitasnya tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan asal jadi sehingga dapat menimbulkan kerugian negara.
Sementara warga setempat, Aswat (45) menilai bahwa kegiatan proyek itu programnya sangat bagus, namun pelaksanaan belum tentu sesuai dengan harapan nelayan yang ada disini, karena dalam pengerjaan tidak ada melibatkan warga setempat. "Pekerja di proyek pembangunan KNMP itu tidak melibatkan warga setempat, tenaga kerjanya didatangkan dari luar," kata Aswat saat berbincang dengan wartawan, Rabu (4/3/2026).
Lebih lanjut Aswat mengatakan, bahwa proyek KNMP ini belum bermanfaat bagi kami, apalgi saat proses pengerjaan yang tidak melibatkan warga. "Kan banyak pemuda atau tukang bangunan daerah kami ini tapi satupun tidak ada yang dikerjakan oleh rekanan di proyek itu, bahkan pihak rekanan, informasi bakal menambah tenaga kerja dari Jawa," ujarnya.
Sementara itu pihak dari rekanan, Hayruddin yang sudah dihubungi berkali-kali melalui handphone tidak ada jawaban bahkan pihak wartawan terlebih dahulu mengenalkan diri lewat pesan singkat.
(ARI/DEL)