Oleh : War Djamil SH

Sepenggal Pesan dari (Alm) H.Soffyan: Kuncinya: Berita Akurat dan Etika Profesi!

Sepenggal Pesan dari (Alm) H.Soffyan: Kuncinya: Berita Akurat dan Etika Profesi!
Sepenggal Pesan dari (Alm) H.Soffyan: Kuncinya: Berita Akurat dan Etika Profesi! (Analisadaily/istimewa)
KEBIASAAN. Di ruang tamu rumah beliau. Saya ngobrol dengan bapak H. Soffyan semasa hayat, ditemani putrinya, Sanda Sufitra. Ini sepenggal pesan yang tak pernah saya lupakan.
Hari itu. Rabu sekitar pukul 11.00 WIB. Saya lihat pak Soffyan di teras mengenakan kaos oblong putih sedang dipangkas. Menyapa beliau dan saya duduk di boks teras.
Usai pangkas, kami ngobrol. Seketika beliau berkata: “Ada masalah apa di kantor ?” Saya jawab: “Hana masalah pak (bahasa Aceh: tiada masalah), hanya menjenguk bapak”. Beliau tersenyum…
Begitulah. Tiap kali saya datang. Tetap saja beliau dengan pertanyaan tentang koran “Analisa”. Jadinya, ya saya melaporkan sekilas tentang langkah redaksi agar koran survive.
Sesekali beliau berkomentar panjang. Misalnya. Memang serba salah. Kita lakukan ini dan itu, seolah belum tepat. Tantangan media cetak sangat besar.
Tetapi patut diingat, redaksi itu komponen utama terkait berita. Hakikatnya, koran itu “menjual” berita. Jika laku, otomatis iklan datang. Itu bermakna uang masuk untuk operasional.
Ingat ya, ulangnya gamblang. Urat nadi koran sejak lahir ratusan tahun lalu tetap dari iklan. Bukan tiras besar. Tiras itu gambaran iklan mampir dalam jumlah besar sehingga tiras lipat ganda.
Coba hitung. Cuma berapa untung dari selisih biaya produksi dengan harga jual. Bukan itu. Tetapi iklan yang banyak, iklan warna. Berita harus akurat. Berita bermutu, menarik, aktual !
listik (KEJ), UU Pers dan pasal-pasal KUHP, UU KIP, UU ITE, semuanya yang menyentuh pers.
Jangan lupa. Berita erat hubungannya dengan etika pers. Intinya, jangan pernah lupa, berita akurat dan taat pada etika profesi. Kalau dua hal ini dijaga, yakinlah karya jurnalistik akan bermutu. Dan, saat meliput tiada masalah.
Saya mau bilang. Kuncinya berita akurat dan etika profesi! Itulah ungkapan berharga yang tak lekang dalam catatan saya. Sampai kini. Apalagi ketika beliau berkata: Melihat kondisi media cetak terkini, rasanya sudah waktunya koran akan berpisah dengan kita-kita.
Kalimat khusus beliau saat itu: “Mungkin saya duluan yang berpisah dengan koran”. Saya spontan nyeletuk: “bapak kiranya optimisme sehat...” Usai kalimat itu, saya pamit kembali ke kantor “Analisa”.
Sabtu, 7 Maret 2026 pak Soffyan berpulang ke Rahmatullah. Ini, hari ke-7. Segudang kenangan. Saya selalu satu kamar tatkala hadir dalam Hari Pers Nasional (HPN) di Jakarta, Denpasar (Bali), Semarang. Bahkan saat kunjungan kerja internal ke Aceh.
“Kita satu kamar, agar bisa ngobrol” ucap beliau. Dan, banyak trik serta pengetahuan jurnalisme saya peroleh saat jelang tidur berulang kali.
Itulah, sosok sederhana pak Soffyan yang saat bepergian, suka makan kepala ikan kakap dan gurami. Masak gulai.
Selamat jalan guru-ku, pemred-ku selama 50 tahun (1972-2022). Semoga lapang di alam barzah.
Berita kiriman dari: Pemred Harian Analisa

Baca Juga

Rekomendasi