USU dan Srinakharinwirot University Diseminasi Model Mina Padi Organik Ramah Lingkungan di Serdang Bedagai (Analisadaily/istimewa)
Analisadaily.com, Medan – Universitas Sumatera Utara (USU) bersama mitra internasional dari Faculty of Agricultural Product Innovation and Technology, Srinakharinwirot University, Thailand, menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Equity 2026 dalam rangka diseminasi Model Pertanian Terpadu Ramah Lingkungan Berbasis Mina Padi Organik di Desa Tanah Merah, Kabupaten Serdang Bedagai, belum lama ini.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen USU dalam mendorong transformasi sistem pertanian menuju pola yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan.
Desa Tanah Merah sebagai wilayah agraris masih menghadapi tantangan ketergantungan pada input kimia dalam budidaya padi, yang berpotensi menyebabkan degradasi kesuburan tanah dan meningkatkan biaya produksi petani. Model mina padi organik yang mengintegrasikan budidaya padi dan ikan dalam satu hamparan lahan diperkenalkan sebagai solusi berbasis ekologi yang mampu mengoptimalkan sumber daya, mengurangi penggunaan bahan kimia, serta menciptakan diversifikasi pendapatan masyarakat tani.
Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USU, Dr. Meutia Nauly, S.Psi., M.Si., Psikolog, dalam sambutannya menegaskan bahwa pengabdian masyarakat harus menghadirkan solusi nyata berbasis ilmu pengetahuan dan kebutuhan lokal. Ia menyampaikan bahwa kolaborasi internasional seperti ini memperkuat posisi USU sebagai institusi yang aktif mentransformasikan hasil riset menjadi praktik yang aplikatif di lapangan.
Menurutnya, pendekatan partisipatif dalam FGD menjadi langkah penting agar model yang dikembangkan benar-benar sesuai dengan konteks sosial dan ekonomi masyarakat desa.
FGD ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Prof. Ir. Hotnida Sinaga, M.Phil., Ph.D yang membahas hilirisasi dan peningkatan nilai tambah produk mina padi, Dr. Sri Fajar Ayu, SP., MM yang memaparkan analisis ekonomi usaha tani mina padi , Associate Professor Dr. Ulisa Pachekrepapol yang berbagi praktik terbaik integrated farming dan nutrient recycling secara daring dari Srinakharinwirot University, Thailand, serta Pak Sarman sebagai praktisi yang menjelaskan konsep agroekologi dan praktik pertanian ramah lingkungan di tingkat lapangan.
Diskusi dimoderatori oleh Destanul Aulia, SKM., MBA., MEc., Ph.D yang mengarahkan forum pada pemetaan tantangan pertanian konvensional, evaluasi implementasi demplot mina padi, hingga perumusan rekomendasi teknis dan kebijakan berbasis evidence. Proses diskusi dilakukan secara partisipatif melalui pembagian kelompok tematik dan validasi bersama hasil rumusan rekomendasi.
Kegiatan ini melibatkan kelompok tani Desa Tanah Merah, Serikat Petani Serdang Bedagai, Pemerintah Desa, Dinas Pertanian Kabupaten Serdang Bedagai, penyuluh pertanian lapangan, serta akademisi dan mahasiswa Universitas Sumatera Utara.
Tim pengabdian juga didukung oleh mahasiswa/i Agribisnis USU yang berperan sebagai fasilitator dan notulen pelaksanaan kegiatan.
Melalui forum ini, dihasilkan sejumlah rekomendasi strategis terkait efisiensi biaya produksi, penguatan kelembagaan petani, pengurangan ketergantungan pada input kimia, serta peluang hilirisasi produk padi dan ikan untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah awal penyusunan policy brief yang akan disampaikan kepada pemangku kebijakan daerah sebagai bahan pertimbangan dalam penguatan program pertanian berkelanjutan.
Kolaborasi antara USU dan Srinakharinwirot University menunjukkan bahwa sinergi global dapat memperkuat inovasi lokal. Model mina padi organik yang dikembangkan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan, ketahanan pangan, serta peningkatan kesejahteraan petani sebagai bagian dari kontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
(NAI/NAI)











