Seorang Pria Dibacok Usai Memanen Sawit di Kebun Orang Tuanya (Analisadaily/Ilustrasi-AI)
Analisadaily.com, Kualuh Selatan - Peristiwa pembacokan terjadi di Dusun Situngir, Desa Simangalam, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Minggu (10/5/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.
Tidak terima atas dugaan penganiayaan yang dilakukan S alias Udin Ayam (49), warga Dusun Situngir, Desa Simangalam, korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Kualuh Hulu dengan surat laporan Nomor LP/B/115/V/2026/SPKT/Polsek Kualuh Hulu/Polres Labuhanbatu/Polda Sumatra Utara, Minggu (10/5/2026) sekitar pukul 19.26 WIB. Menurut keterangan korban, Rudi Wijaya, peristiwa itu bermula saat dirinya bersama Mahrub memanen buah kelapa sawit di kebun milik orang tuanya. Usai memanen, ia pulang ke rumah untuk mengambil keranjang pembawa buah sawit serta mengembalikan alat panen jenis egrek ke rumahnya. Setelah mengembalikan egrek dan membawa keranjang, korban kembali menuju kebun. Namun, sesampainya di lokasi, korban tidak melihat rekannya, Mahrub. Korban kemudian mencari keberadaan temannya dan mendapat informasi bahwa Mahrub telah ditangkap dan dibawa oleh terduga pelaku ke rumah seorang warga bernama Gabe.
Mendapat informasi tersebut, korban langsung menuju lokasi dimaksud. Setibanya di rumah warga itu, korban melihat temannya bersama terduga pelaku sedang duduk di teras rumah. Korban kemudian menghampiri terduga pelaku untuk mempertanyakan alasan temannya ditangkap.
Namun, sebelum korban sempat berbicara, terduga pelaku langsung berdiri sambil menggenggam parang di kedua tangannya. Terduga pelaku kemudian mengangkat tangan kanan yang memegang parang sambil mengancam korban dengan berkata, “Apa kau,” lalu mengayunkan parang yang dipegang tangan kirinya ke arah korban hingga mengenai lengan kiri korban, jelas Rudi.
Merasa keselamatannya terancam, korban langsung melarikan diri untuk menyelamatkan diri. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka robek pada lengan kiri.
Korban selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Kualuh Hulu. “Kami meminta keadilan dan berharap agar terduga pelaku pembacokan segera ditangkap serta diproses sesuai hukum yang berlaku di Indonesia,” ujar kerabat korban. (GT)(WITA)











