Seremoni penyerahan klaim penyakit kritis Rp2 miliar oleh Panin Dai-ichi Life kepada ahli waris nasabah di Kantor Pemasaran Medan, April 2026 (Analisadaily/Istimewa)
Penyakit kritis adalah salah satu risiko finansial yang dapat dialami sebuah keluarga. Biaya pengobatan yang besar, hilangnya pendapatan, dan ketidakpastian masa depan bisa terjadi bersamaan. Untuk itulah asuransi jiwa dengan manfaat penyakit kritis hadir sebagai bagian penting dari perencanaan keuangan keluarga yang menyeluruh.
Pada 30 April 2026, Panin Dai-ichi Life menyerahkan klaim penyakit kritis senilai Rp2.000.000.000kepada perwakilan ahli waris nasabah di Kantor Pemasaran Medan. Pembayaran ini berasal dari manfaat pertanggungan tambahan Prime Critical Illness dari produk
Panin Assurance Investlink. Pembayaran klaim merupakan wujud tanggung jawab utama perusahaan asuransi jiwa dalam memenuhi janji perlindungan kepada nasabah. Dengan dukungan fundamental keuangan yang kuat, Panin Dai-ichi Life memastikan setiap kewajiban dipenuhi secara tepat waktu sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan ekonomi keluarga Indonesia dalam jangka panjang.
Penyerahan klaim dilakukan oleh Andika selaku Business Development Director Panin Dai-ichi Life, yang didampingi oleh Wahyudi Thomas, Owner General Agency Kiseki Sukses Sejahtera, kepada perwakilan ahli waris yang turut didampingi oleh Endy Tantono, Business Developer.
Komitmen Pembayaran Klaim sebagai Wujud Perlindungan
Presiden Direktur Panin Dai-ichi Life, Fadjar Gunawan, menyampaikan, “Pembayaran klaim merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan dalam memenuhi janji perlindungan kepada nasabah. Perlindungan terhadap risiko penyakit kritis menjadi semakin penting sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang, sehingga keluarga dapat tetap menjaga stabilitas finansial ketika menghadapi kondisi kesehatan yang serius.”
Peran Asuransi dalam Ketahanan Ekonomi Keluarga
Risiko penyakit kritis dapat memberikan dampak signifikan terhadap kondisi finansial keluarga. Oleh karena itu, perlindungan asuransi jiwa dengan manfaat penyakit kritis menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan perencanaan keuangan keluarga.
Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan kesehatan, literasi keuangan menjadi faktor utama agar masyarakat dapat memahami manfaat asuransi sebagai bagian dari strategi keuangan jangka panjang.
Kinerja Keuangan dan Ketahanan Perusahaan
Hingga 31 Maret 2026, Panin Dai-ichi Life mencatatkan:
Total aset konvensional sebesar Rp9,8 triliun
Aset syariah lebih dari Rp311 miliar
Rasio solvabilitas (RBC) sebesar 1.203,51%
RBC Dana Perusahaan: 4.544,93%
RBC Dana Tabarru & Tanahud: 809,04%
Seluruh rasio RBC berada di atas ketentuan minimum 120% yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Sepanjang Januari hingga Desember 2025, Panin Dai-ichi Life telah membayarkan total klaim lebih dari Rp860 miliar, yang terdiri dari klaim konvensional lebih dari Rp841 miliar serta klaim syariah sebesar Rp19,9 miliar, mencakup klaim kesehatan, klaim tutup usia, dan klaim penyakit kritis. Data tersebut mencerminkan peran Panin Dai-ichi Life dalam memberikan perlindungan finansial kepada nasabah melalui mekanisme pembayaran klaim sesuai dengan ketentuan polis.
Pentingnya Literasi Keuangan dan Asuransi
Panin Dai-ichi Life mengajak masyarakat untuk meningkatkan literasi keuangan, khususnya dalam memahami pentingnya perlindungan terhadap risiko penyakit kritis sebagai bagian dari strategi ketahanan ekonomi keluarga dalam jangka panjang. Informasi lebih lanjut mengenai produk dan layanan Panin Dai-ichi Life dapat diperoleh melalui tenaga pemasar berlisensi maupun kanal resmi perusahaan.
(Adv)