Komisi Infokom MUI Kota Medan Aktifkan Syiar Dakwah di Medsos

Komisi Infokom MUI Kota Medan Aktifkan Syiar Dakwah di Medsos
Komisi Infokom MUI Kota Medan diabadikan usai menggelar rapat (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan melalui Komisi Informatika dan Komunikasi (Infokom) dalam program kerja kepengurusan masa Khidmat 2026-2031, akan terus mengaktifkan syiar dakwah Islam yang mengarah ke Rahmayan Lil'alamin di Media Sosial (Medsos).

Hal tersebut menjadi kesimpulan rapat perdana Komisi Infokom MUI Kota Medan, Jumat (8/5/2026) pasca pengukuhan pengurus DP MUI Kota Medan masa khidmat 2026-2031 pada April 2026 kemarin.

Hadir dalam rapat Ketua Komisi Infokom, H Rahmat Hidayat Nasution, Lc, anggota Hj Sri Wahyuni Naibaho, Irham Azmi, S.PdI; Zen Setia, S.H, Iin Prasetyo, S.E, Ahmad Faiz Nirwan Siregar, S.H, Ditanty Chicha, S.H, Nurdalillah Harahap, S.H, Suaif Rizal, S.Pd.I, M.Pd dan Rubianto, M.Kom.

Dikatakan Rahmat Hidayat Nasution, Lc, mengatakan, program kerja MUI Kota Medan tetap mengarah kepada rahmatan lil’alamin yang memang sesuai visi dan misi MUI Kota Medan.

"Selama ini syiar dakwah MUI sudah tampil di Medsos baik itu Instagram, Facebook dan Podcast Youtube. Dan ini akan terus kita kembangkan karena era sekarang sudah serba digital sehingga sasaran syiar dakwah bisa lebih luas," ujarnya.

Selain itu, lanjut Rahmat, komisi infokom juga akan membuat program pencarian dan pembinaan Da’i muda sebagai

Duta Dakwah Milenial, yang berakidah lurus dan berakhlak mulia, mengedepankan dakwah wasathiyah (moderat), cakap berdakwah di ruang digital dan ruang publik serta berwawasan keumatan, kebangsaan, dan kebinekaan.

"Kegiatan ini nantinya akan melahirkan duta dakwah muda MUI yang nantinya juga dapat menangkal narasi keagamaan ekstrem dan hoaks, menguatkan literasi dakwah santun di media sosial dan menyiapkan da’i muda untuk kegiatan resmi MUI," papar Rahmat.

Untuk akun Instagram MUI, kata Rahmat, akan memiliki konsep rebranding karena selama ini karakter konten dominan informatif formal seperti berita kegiatan, fatwa, dan agenda organisasi.

"Ini bukan sekadar desain, tapi strategi total rebranding agar lebih fresh, mudah dipahami, dekat dengan anak muda dan pastinya tetap menjaga marwah MUI. Selain itu akan ada konten-konten yang 70 persen sasarannya anak muda debgan bahasa santai, kemudian kegiatan MUI dan program kerja serta rubrik dengan segmen tanya ulama, ngaji santai MUI, fatwa ringjas, Islam itu indah dan dakwah Islam lainnya," jelas Rahmat.

Dalam kaitannya kepentingan umat, yakni bagaimana umat bisa terbangun dalam tiga sisi arah, yaitu arah akidahnya, arah syariatnya dan arah akhlaknya.

“Dari sisi akidahnya terus melakukan penyuluhan menperkuat nilai agama, kemudian persoalan ibadah dengan terus melakukan bimbingan kepada umat serta memberi tausiah baik melalui media radio dan televisi,” tuturnya.

(NS/NS)

Baca Juga

Rekomendasi