Hukum Tak Harus Kaku! Kapolres Padangsidimpuan Hidupkan Roh ‘Dalihan Natolu’ Lewat Buku Baru (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Padangsidimpuan - Ada yang berbeda dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 di Polres Padangsidimpuan. Alih-alih sekadar menggelar acara seremonial, momen emas ini justru dimanfaatkan untuk merefleksikan wajah baru kepolisian yang lebih humanis lewat peluncuran sebuah karya literasi.
Pada Selasa (26/5/2026), Aula Pratidina Polres Padangsidimpuan menjadi saksi hangatnya diskusi dalam Talkshow dan Bedah Buku bertajuk “Pengabdian Bhayangkara di Padang Nadimpu: Optimalisasi Kolaborasi dan Kearifan Lokal.
Buku ini merupakan buah pemikiran langsung dari Kapolres Padangsidimpuan, AKBP Dr. Wira Prayatna, S.H., S.I.K., M.H.
Acara bergengsi ini dihadiri oleh jajaran penting daerah, mulai dari Wali Kota Padangsidimpuan Dr. H. Letnan Dalimunthe, Ketua DPRD Sri Fitrah Munawaroh, unsur Forkopimda, para akademisi, tokoh adat, hingga keterwakilan mahasiswa.
Dalam pemaparannya, AKBP Dr. Wira Prayatna menegaskan bahwa esensi dari penulisan buku ini adalah sebuah kegelisahan positif untuk mengubah paradigma penegakan hukum. Menurutnya, polisi hari ini tidak boleh hanya mengandalkan tindakan represif (hukum pidana murni), melainkan harus bergeser ke arah pendekatan yang lebih menyentuh sisi kemanusiaan.
"Buku ini mengangkat bagaimana penegakan hukum bisa selaras dengan kearifan lokal masyarakat. Kita mengedepankan pendekatan restoratif dan kolaboratif," ujar AKBP Wira di hadapan para peserta.
Secara garis besar, buku ini merangkum lima pilar krusial yang dirancang untuk mentransformasi pelayanan kepolisian di wilayah hukum Bumi Padang Nadimpu:
1. Transformasi Hukum Humanis: Menitikberatkan pada penerapan restorative justice (keadilan restoratif) demi memulihkan hak korban dan keseimbangan sosial masyarakat.
2. Kearifan Lokal sebagai Living Law: Menghidupkan kembali sistem nilai Dalihan Natolu sebagai benteng dan mekanisme utama dalam penyelesaian konflik warga.
3. Perlindungan Anak: Memperkuat benteng perlindungan generasi muda lewat formula preventif-edukatif yang melibatkan sinergi aktif antara keluarga, sekolah, dan polisi.
4. Perang Total Melawan Narkoba: Membangun gerakan bersama lintas sektor untuk memutus rantai peredaran narkotika.
5. Penanggulangan Bencana: Menyiapkan respons cepat kepolisian yang berbasis pada nilai-nilai kemanusiaan saat situasi darurat.
Gagasan segar yang dituangkan Kapolres ini langsung menuai pujian dari para panelis yang hadir, di antaranya Ketua FKUB sekaligus Rektor IPTS Dr. Zulpadli, M.Pd., akademisi Dr. Habib Rahmansyah, M.Hum., serta tokoh budaya Manaon Lubis.
Dr. Zulpadli bahkan secara terang-terangan menyebut buku ini sebagai terobosan hukum yang penting. Ia berharap nilai-nilai Dalihan Natolu yang diulas di dalamnya bisa diadopsi ke dalam kebijakan daerah agar implementasi hukum yang berbasis adat memiliki payung hukum yang kokoh.
Gayung pun bersambut. Wali Kota Padangsidimpuan, Dr. H. Letnan Dalimunthe, langsung menyatakan dukungan penuh dari pihak pemerintah kota. Setali tiga uang, Ketua DPRD Padangsidimpuan, Sri Fitrah Munawaroh, juga menegaskan bahwa pihak legislatif siap mengawal aspirasi masyarakat ini ke ranah regulasi formal daerah.
Kendati sangat mendukung pelibatan hukum adat, AKBP Wira Prayatna memberikan catatan penting. Ia memastikan bahwa seluruh praktik restorative justice di lapangan nantinya akan tetap berjalan patuh di bawah koridor KUHP serta tetap melibatkan tokoh agama dan masyarakat agar rasa keadilan yang kontekstual tetap terjaga.
Diskusi yang berlangsung interaktif dan dinamis sejak pagi hari tersebut akhirnya ditutup pada pukul 12.20 WIB. Acara diakhiri dengan penandatanganan rekomendasi bersama, penyerahan plakat penghargaan kepada panelis, serta sesi foto bersama dalam suasana yang aman dan kondusif.
Lewat momentum HUT Bhayangkara ke-80 ini, Polres Padangsidimpuan menaruh harapan besar agar komitmen Polri yang humanis, kolaboratif, dan menyatu dengan urat nadi budaya masyarakat setempat dapat terus membumi.
(DEL)