Bukan Cuma dalam Mal, Delipark Medan Sulap Area Publik jadi Asri dan Bersih (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan – Delipark Mall Medan terus membuktikan komitmennya dalam menerapkan standar tinggi terkait kebersihan dan kelestarian lingkungan. Hebatnya, aksi bersih-bersih dan penghijauan ini tidak hanya berfokus di dalam area mal, melainkan merambah hingga ke fasilitas publik di luar aset mal, seperti pedestrian, trotoar, halte, hingga saluran drainase kota.
General Manager Delipark Mall Medan, Dharma Gesuri Wallad, mengungkapkan bahwa kenyamanan masyarakat luas adalah salah satu prioritas utama mereka. Saat ini, Delipark bahkan sedang dalam proses menuju sertifikasi Green Building. "Kami selalu menjaga kebersihan secara konsisten. Bahkan area yang bukan merupakan aset mal pun tetap kami jaga dan rawat demi kenyamanan masyarakat Medan," ujar Dharma Gesuri Wallad, Selasa (30/6/2026).
Inisiatif Hijau: Dari Wall Garden hingga Uji Lab Limbah
Untuk menciptakan atmosfer yang asri di tengah hiruk-pikuk Kota Medan, Delipark aktif merawat pedestrian dan membangun taman, termasuk fasilitas unik berupa wall garden (taman dinding). Tidak hanya estetika visual, komitmen lingkungan ini juga menyentuh aspek ekologis yang mendalam. Delipark memastikan bahwa seluruh limbah operasional yang dibuang ke saluran pembuangan kota telah dinyatakan aman dan lolos uji laboratorium secara berkala.
Selain itu, pihak manajemen juga rutin menggelar agenda kebersihan, mulai dari penyisiran sampah dan pembersihan drainase di sepanjang Jalan Putri Hijau dan Jalan Guru Patimpus, hingga program Corporate Social Responsibility (CSR) pembersihan masjid di sekitar area operasional mal.
Dharma Gesuri Wallad menjelaskan, “Kegiatan rutin pembersihan berupa washing dan brushing lantai pendestrian Jalan Putri Hijau dan Jalan Guru Patimpus yang berdampingan langsung dengan mal. Kegiatan ini menjadi bagian CSR yang kita laksanakan dalam sebulan itu dua kali.”
Untuk diketahui, CSR rutin yang dilakukan Manajemen Delipark Mall Medan seperti pembersihan sampah lepas dan sampah di dalam got kedua sisi Jalan Putri Hijau serta Jalan Guru Patimpus.
Apresiasi dari Warga Medan
Langkah nyata Delipark Mall ini mendapat respons yang sangat positif dari warga kota yang melintas atau beraktivitas di sekitar lokasi. Randi, seorang warga Medan, mengaku takjub setiap kali melewati kawasan Delipark. Menurutnya, pemandangan trotoar yang bersih, rapi, dan dipenuhi tanaman hijau adalah hal yang tergolong langka di Kota Medan.
"Saya sering takjub kalau lewat Delipark ini. Agak lain pemandangannya, cantik dan rapi. Apalagi trotoarnya, bersih dan rapi," ungkap Randi kagum.
Hal senada disampaikan oleh Hilman, warga yang kerap memanfaatkan fasilitas umum di dekat mal. Ia merasa sangat nyaman saat harus menunggu angkutan umum di Halte Delipark karena kondisinya yang jauh dari kesan kumuh.
"Nyaman aja kalau nunggu angkot di sini (Halte Delipark). Bersih, banyak tanaman hijau, dan rapi," beber Hilman.
Pedestrian yang Nyaman
Pengunjung Delipark Mall Medan, Dian, yang sering berkunjung juga mengakui pedestrian di areal mal sangat nyaman. Apalagi selalu dibersihkan oleh pihak mal, sehingga sangat tidak mungkin muncul aroma tidak sedap ketika berada di areal pedestrian.
"Selama saya main ke Delipark, aromanya normal–normal saja, dan saya juga merasa nyaman, aman ketika berjalan kaki di pedestrian Delipark dengan berbagai langkah hijau dari pihak mal ini. Bagi saya, Delipark Mall Medan tidak hanya berdiri sebagai pusat perbelanjaan modern, tetapi juga menjadi pelopor kawasan bisnis yang ramah lingkungan dan peduli terhadap ruang publik di Kota Medan," ungkap Dian.
Analisadaily.com saat mengunjungi langsung Delipark Mall, mengkonfirmasi kepada pihak Manajemen terkait adanya isu aroma tidak sedap yang ada disekitaran Mall. General Manager Delipark Mall Medan, Dharma Gesuri Wallad menjelaskan, “Limbah yang telah kami olah, sudah dipastikan telah lulus uji lab yang layak untuk dialirkan ke saluran kota, dan hasil lab ini kami sampaikan kepada pihak kelurahan.”
Prihal isu aroma tidak sedap diarea sekitar depan Delipark Mall (Jalan Putri Hijau, dan Jalan Guru Patimpus), Dharma Gesuri Wallad mengungkapkan, “Kami tidak menyangkalnya, dimana di seberang jalan terdapat saluran air kotor yang tidak tertutup, dan ini berbeda dengan yang ada di sisi Delipark yang telah tertutup rapi dan dapat dilalui oleh pejalan kaki. Hal ini tentu memicu munculnya aroma tidak sedap yang bersumber dari uap saluran air kotor yang tidak tertutup.”
Manajemen Delipark Mall Medan juga rutin melakukan pengecekan kualitas udara, lewat alat sensor air quality dengan hasil yang selalu mengindikasikan udara dalam kondisi baik. Alat tersebut mengukur 9 parameter yang merupakan elemen penyebab kualitas udara baik atau buruk, namun sesekali terbaca kondisi udara yang kurang baik, sehingga Manajemen melakukan langkah dengan membersihkan sekitaran kaki lima pedagang makanan di sisi Jalan Guru Patimpus, dan di samping gedung TVRI.
“Kami menyadari alat ini sangat membantu untuk menjadi acuan. Kami menduga adanya asal sumber aroma tersebut dari saluran yang tidak tertutup tersebut yang berada disekitar mal. Saluran tersebut berakhir di sisi ujung Sungai Deli, namun kami berterimakasih kepada masyarakat yang mau mengkritisi hal tersebut dengan gaya bicara khas Medan. Ini menjadi dorongan kami untuk peduli lingkungan disekitar melalui program CSR, yang kami upayakan untuk meminimalisir terkait keresahan masyarakat dengan isu tersebut,” pungkasnya.
(RZD)