Produksi Sampah di Palas Capai 20 Ton Perhari

Produksi Sampah di Palas Capai 20 Ton Perhari
Produksi Sampah di Palas Capai 20 Ton Perhari (Analisadaily/istimewa)
Analisadaily.com, Padanglawas - Sampah rumah tangga menjadi penyumbang sampah terbesar di Kabupaten Padanglawas. Tak tanggung-tanggung, produksi sampah per hari di Padanglawas mencapai 16-20 ton.
Selain sampah domestik atau sampah rumah tangga, sampah pusat pasar Sibuhuan juga menjadi penyumbang terbesar.
Berangkat dari hal itu, masyarakat diimbau untuk dapat mengurangi produksi sampah, khususnya sampah yang tidak bisa di daur ulang seperti plastik.
Sejatinya produksi sampah rumah tangga dapat diminimalisir dengan mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai.
" Kalau per harinya itu bisa mencapai 16 sampai 20 ton sampah perharinya," kata Plt Kadis Lingkungan Hidup Khaidir Harahap Selasa (30/6/2026).
Khaidir meminta sampah organik seperti kayu, plastik dan sisa makanan dari rumah makan bisa terlebih dahulu dipilah sebelum akhirhya dibuang ke tong sampah.
Begitu juga sampah yang bernilai, Khaidir berharap masyarakat tidak langsung membuangnya ke tong sampah. Selain membantu pemerintah daerah, juga bisa dijual ke tukang butut.
" Seperti misalnya botol bekas botol minuman, besi dan lainnya, ini kan bernilai tidak usah dibuang ke tong sampah, karena itu bisa dijual," sebut Khaidir Harahap.
Khaidir menambahkan, saat ini Perda penangangan sampah di Padanglawas sudah ada yaitu Perda nomor 2 Tahun 2014 tentang Pengelolaan sampah. Namun saat ini Perda tersebut lagi proses revisi di Kemenkumham melalui Kanwil Hukum Provinsi Sumatera Utara.
Revisi Perda Penanganan sampah ini seiring banyaknya aturan maupun perundang undangan mengenai penanganan sampah
"Makanya Perda ini kita ajukan untuk direvisi guna menyesuaikan dengan aturan yang ada.
Setelah revisi Perda nanti selesai baru kemudian lahir Peraturan Bupati sebagai turunannya untuk mengatur lebih teknis.
"Untuk itu, selain mengurangi produksi sampah, masyarakat juga kita minta harus memilah dan memilih sampah rumah tangga, sampah yang dapat di daur ulang dapat dibawa ke Bank Sampah. Selain dapat mengurangi jumlah sampah yang masuk ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir), Bank Sampah dapat membuat sampah tersebut menjadi bernilai ekonomis bagi setiap rumah tangga," ungkapnya.
(ATS/NAI)

Baca Juga

Rekomendasi