35 Tahun Warga Dusun Tapian Menanti Listrik PLN

35 Tahun Warga Dusun Tapian Menanti Listrik PLN
35 Tahun Warga Dusun Tapian Menanti Listrik PLN (Analisadaily/G Tambunan)

Analisadaily.com, Labuhanbatu Utara - Selama 35 tahun, warga Dusun Tapian, Desa Siamporik, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), belum menikmati aliran listrik dari PT PLN (Persero).

Saat malam tiba, dusun tersebut masih diselimuti gelap gulita. Hanya sebagian kecil warga yang memiliki kemampuan ekonomi lebih baik menggunakan lampu tenaga surya sebagai penerangan di dalam rumah. Sementara mayoritas warga masih mengandalkan lampu teplok.

Ironisnya, Dusun Tapian hanya berjarak sekitar dua kilometer dari Jalan Provinsi Sumatera Utara yang menghubungkan Labura dengan Kabupaten Toba. Namun hingga kini, rumah-rumah warga belum dialiri listrik PLN.

Tidak hanya itu, akses menuju dusun juga memprihatinkan. Saat hujan deras turun, badan jalan kerap terendam luapan sungai karena tidak tersedia jembatan. Akibatnya, aktivitas masyarakat sering lumpuh total.

Salah seorang warga, Adi Matondang, mengatakan masyarakat telah menantikan listrik PLN selama puluhan tahun.

"Kami sudah 35 tahun merindukan listrik PLN. Sampai sekarang, pada malam hari kami belum pernah menikmati penerangan dari listrik PLN. Untuk memasak nasi, sebagian besar warga masih menggunakan kayu bakar, sementara ada juga yang memakai kompor," ujar Adi, Selasa (4/8/2026).

Adi berharap pemerintah bersama PLN segera merealisasikan pembangunan jaringan listrik agar masyarakat dapat menikmati layanan listrik seperti daerah lainnya.

Kepala Dusun Tapian, Deni Sitorus, mengatakan terdapat sekitar 60 kepala keluarga yang tinggal di dusun tersebut. Dari jumlah itu, hanya sebagian kecil yang mampu menggunakan penerangan tenaga surya, sedangkan mayoritas masih mengandalkan lampu teplok.

"Untuk kebutuhan sehari-hari, seperti memasak nasi, ibu-ibu rumah tangga masih menggunakan kayu bakar," katanya.

Deni mengungkapkan, pihak PLN telah beberapa kali melakukan survei ke lokasi. Survei pertama dilakukan oleh PLN ULP Aek Kanopan, kemudian sekitar setahun lalu kembali dilakukan oleh PLN ULP Aek Kota Batu. Bahkan, titik pemasangan jaringan listrik juga telah ditentukan.

"Namun sampai sekarang belum ada kejelasan kapan pembangunan jaringan listrik itu direalisasikan," ungkapnya.

Ia berharap pemerintah daerah dan PLN dapat berkolaborasi mempercepat penyediaan jaringan listrik bagi warga Dusun Tapian.

"Harapan kami sederhana, agar masyarakat yang sudah 35 tahun hidup tanpa listrik akhirnya bisa menikmati penerangan dari PLN," tutupnya. (GT)

(WITA)

Baca Juga

Rekomendasi