Mooncake Festival 2026 Penampilan Siswa Sekolah Nanyang Zhi Hui Memukau, Direktur Sekolah, Lindawaty: Setiap Anak Terlahir Unik Dengan Cahayanya Masing-masing

Mooncake Festival 2026  Penampilan Siswa Sekolah Nanyang Zhi Hui Memukau, Direktur Sekolah, Lindawaty: Setiap Anak Terlahir Unik Dengan Cahayanya Masing-masing
Drama musikal berjudul, “Rahasia di Balik Kue Bulan” yang ditampilkan siswa Sekolah Nanyang Zhi Hui menutup rangkaian perayaan Mooncake Festival 2026 yang berlangsung di Auditorium Sailendra, Gedung Buddhayana Dharmasala, Vihara Borobudur (Analisadaily/istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Sebanyak 400 siswa Sekolah Nanyang Zhi Hui tampil menunjukkan kemampuannya dalam perayaan Mooncake Festival 2026 yang berlangsung di Auditorium Sailendra, Gedung Buddhayana Dharmasala, Vihara Borobudur, Sabtu (26/9/2026).

Dalam pertunjukkan bertema “Shine in Harmony” tersebut ratusan siswa dari seluruh tingkatan yang ada di Sekolah Nanyang Zhi Hui tampil memukau di hadapan orangtua dan para undangan. Meski ada alur di luar skenario, khususnya dari tingkatan play group dan taman kanak-kanak, namun hal itu membuat pertunjukkan semakin menarik.
Berbagai pertunjukan seni mulai dari permainan alat musik tradisional Guzheng, oriental ensemble, band, lion dance atau barongsai, dragon dance, paduan suara, hingga berbagai tarian, ditampilkan dengan baik.
Demikian pula penampilan tari seperti, Peach Blossom Smile, Zhongguo Shaonian, Sweet Rainbow, Brought the Heat Back, Mid-Autumn Celebration, Barbie World Dance Remix hingga shadow dance bertajuk “Shining Hopes: Behind the Silhouette” membuat penonton memberikan aplaus yang meriah.
Pertunjukkan ditutup penampilan drama musikal berjudul, “Rahasia di Balik Kue Bulan”. Drama ini pantas menjadi penutup pertunjukkan karena merupakan puncak dari seluruh penampilan memukau siswa Sekolah Nanyang Zhi Hui.
Di tengah pertunjukkan, Direktur Sekolah Nanyang Zhi Hui, Ir. Lindawaty Roesli, MPd menyampaikan sambutannya. Lindawaty mengatakan, Mooncake Festival bukan sekadar kegiatan tahunan maupun pertunjukan siswa. Festival tersebut menjadi bagian dari proses pendidikan yang dilalui anak-anak.
“Hari ini, kita berkumpul bukan sekadar untuk menyaksikan sebuah acara tahunan, melainkan untuk merayakan sebuah momen penuh makna,” ujar Lindawaty.
Menurutnya, pertunjukan yang ditampilkan juga menjadi kesempatan untuk melihat nilai-nilai kehidupan yang dipelajari dan dijalani para siswa. “Lebih dari sekadar pertunjukan panggung, perayaan ini adalah kesempatan bagi kita semua untuk melihat nilai-nilai kehidupan yang sedang dipelajari dan dihidupi oleh anak-anak kita. Kue bulan yang sederhana menyimpan simbol pesan, harapan, keberanian, dan persatuan. Cerita ini mengingatkan kita bahwa ketika kita semua mau bersatu dan saling mendukung, kita akan tumbuh menjadi jauh lebih kuat,” kata Lindawaty.
Dikatakan, tema “Shine in Harmony” menggambarkan bagaimana setiap anak memiliki keunggulan dan potensi yang berbeda-beda.
“Setiap anak terlahir unik dengan cahayanya masing-masing. Ada yang bersinar di bidang akademik, seni, olahraga, teknologi, bahasa, kepemimpinan, kreativitas, maupun dalam kebaikan dan ketulusan hatinya. Namun, budaya yang terus kita bangun di Nanyang bukanlah budaya ‘siapa yang paling bersinar,” ujar Lindawaty.
Sebagai direktur sekolah, Lindawaty ingin memastikan bahwa Nanyang adalah rumah tempat di mana setiap anak boleh bersinar, dan cahaya mereka justru saling menerangi satu sama lain.
“Inilah makna pendidikan yang sesungguhnya. Pendidikan bukan tentang angka dan nilai di atas kertas, melainkan tentang bagaimana anak-anak kita belajar menjadi manusia yang utuh, bernilai dan mampu hidup harmonis bersama orang lain. Oleh karena itu saya ingin mengajak kita semua, orangtua, gutu dan anak-anak untuk menguatkan satu komitmen bersama.
“Kita adalah satu keluarga besar. Jika anak kita berhasil, kita bersyukur. Namun jika anak teman kita yang berhasil, kita pun ikut bangga. Jika anak kita berprestasi, kita bahagia. Namun jika anak teman kita meraih prestasi, itu juga menjadi kebanggaan bagi seluruh keluarga besar Nanyang. Jangan pernah biarkan anak-anak kita percaya bahwa keberhasilan itu berarti harus mengalahkan atau menjatuhkan orang lain. Sebaiknya mari kita ajarkan kepada merela, keberhasilan temanmu tidak atau pernah mengurangi keberhasilanmu,” ujar Lindawaty.
(RRS/NAI)

Baca Juga

Rekomendasi