Kapolres Sergai Buka Ruang Kritik untuk Media dan Tegaskan Layanan 110 Bukan Tempat Main-Main

Kapolres Sergai Buka Ruang Kritik untuk Media dan Tegaskan Layanan 110 Bukan Tempat Main-Main
Kapolres Sergai Buka Ruang Kritik untuk Media dan Tegaskan Layanan 110 Bukan Tempat Main-Main (Analisadaily/Ist)

Analisadaily.com, Serdang Bedagai — Kepolisian Resor Serdang Bedagai (Polres Sergai) mempererat hubungan sinergi dengan insan pers melalui kegiatan temu ramah bersama Wartawan Mitra Humas Polres Sergai (WMHPSB).

Acara yang berlangsung pada Kamis sore tersebut dihadiri langsung oleh Kapolres Sergai AKBP Sah Udur T.M. Sitinjak, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Wakapolres Kompol SP Anak Ampun, S.H., Kabag Ops Kompol David Sinaga, S.H., M.Si., para Kasat, serta Kasi Humas Polres Sergai.

Dalam kesempatan itu, AKBP Sah Udur secara terbuka menyatakan kesiapan jajarannya untuk menerima masukan dan koreksi dari para jurnalis demi meningkatkan kualitas pelayanan publik di wilayah hukum Serdang Bedagai.

Menurutnya, pers memiliki peran penting sebagai mitra strategis kepolisian dalam menyampaikan informasi yang berimbang kepada masyarakat.

"Saya sebagai Kapolres Sergai yang baru tentunya tidak luput dari kritikan rekan-rekan media dan kami pun siap untuk dikritik asalkan mempunyai dasar yang kuat dan berimbang. Oleh karena itu, kegiatan ini sengaja digelar agar para rekan media bisa menuangkan aspirasinya kepada saya maupun kepada para PJU dan para Kasat," ungkap AKBP Sah Udur.

Selain membuka ruang kritik, Kapolres juga menegaskan komitmen jajarannya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya dalam hal pemberantasan peredaran narkotika.

Pihaknya bertekad untuk terus merangkul insan pers guna mewujudkan penegakan hukum yang adil dan transparan di Kabupaten Serdang Bedagai.

"Anggota akan terus bekerja dalam menindak serta memberantas narkotika. Polres Sergai akan terus bersinergi dan merangkul rekan-rekan pers dalam memajukan dan melakukan penegakan hukum secara adil di Kabupaten Serdang Bedagai," tegasnya.

Di samping isu penegakan hukum, AKBP Sah Udur turut menyampaikan atensi khusus terkait maraknya panggilan iseng atau prank pada layanan darurat kepolisian 110.

Ia membeberkan bahwa dalam sehari pihaknya bisa menerima puluhan panggilan, namun sebagian besar justru bukan panggilan darurat yang sesungguhnya sehingga menghambat penanganan bagi warga yang benar-benar membutuhkan.

"Sehari ada 34 panggilan di 110 di wilayah Sergai, namun hanya dua yang masuk. Jadi saya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak main-main dengan layanan 110 tersebut karena itu sangat merugikan masyarakat lainnya yang benar-benar membutuhkan bantuan," ucapnya sambil menjelaskan bahwa sistem tersebut terhubung secara berjenjang hingga ke tingkat Mabes Polri.

Menanggapi keterbukaan pihak kepolisian tersebut, Ketua WMHPSB Yusnar Al-Banjari menyampaikan apresiasi yang mendalam.

Ia berharap kegiatan silaturahmi dan dialog seperti ini dapat terus diselenggarakan secara rutin ke depannya demi membangun komunikasi yang semakin harmonis antara kepolisian dan media dalam menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.

"Terima kasih atas waktu yang diberikan. Saya selaku Ketua WMHPSB sangat berterima kasih atas kegiatan temu ramah dengan Kapolres Sergai ini. Ke depannya agar bisa digelar rutin supaya rekan-rekan media seluruhnya bisa menuangkan aspirasi, khususnya dalam memajukan Polres Sergai dan memberikan rasa aman bagi masyarakat di Kabupaten Serdang Bedagai," tutur Yusnar.

(BAH/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi