Polmed laksanakan pengabdian kepada masyarakat dengan mengembangkan Smart Puzzle Elektronik u di KB Arafah Binjai. (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Binjai - Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Jurusan Teknik Informatika dan Komputer, Politeknik Negeri Medan (Polmed), melaksanakan program Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) di Kelompok Bermain (KB) Arafah, Kelurahan Binjai Estate, Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai.
Program yang berlangsung pada Selasa, 29 September 2026 ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi dan wawancara dengan pihak KB Arafah.
Ketua tim dosen pengabdian, Muhammad Riki Atsauri, S.T., M.Kom, mengatakan tim menemukan media pembelajaran yang tersedia masih terbatas dan didominasi alat permainan edukatif konvensional. Selain itu, pemanfaatan teknologi edukatif dalam proses pembelajaran serta ketersediaan modul ajar yang secara khusus mendukung pengembangan keterampilan motorik anak masih perlu ditingkatkan.
"Kondisi tersebut mendorong perlunya inovasi pembelajaran yang tidak hanya menarik bagi anak, tetapi juga membantu guru memberikan stimulasi perkembangan secara lebih terarah dan sistematis," katanya, Rabu (14/10/2026).
Melalui program ini, tim Polmed mengembangkan dan mengimplementasikan Smart Puzzle Elektronik, yaitu media pembelajaran interaktif yang menggabungkan aktivitas bermain dan belajar melalui pengenalan bentuk, warna, serta koordinasi gerak.
"Media ini dilengkapi sensor dan indikator interaktif yang memberikan umpan balik ketika anak melakukan aktivitas menyusun atau memasangkan kepingan puzzle," ucapnya.
Muhammad Riki Atsauri menambahkan penggunaan media tersebut diarahkan untuk menstimulasi keterampilan motorik halus anak, khususnya koordinasi mata dan tangan, ketepatan dalam memasangkan kepingan, kemampuan memanipulasi benda menggunakan jari dan tangan, serta kemandirian dalam menyelesaikan aktivitas.
"Pendekatan bermain sambil belajar diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan anak dalam kegiatan pembelajaran sesuai dengan karakteristik perkembangan mereka," sebutnya.
Selain mengembangkan media pembelajaran, tim pengabdian juga menyusun Modul Ajar Pengembangan Motorik Anak Usia Dini Berbasis Smart Puzzle Elektronik.
Modul ini memuat tujuan pembelajaran, rancangan aktivitas, lembar kerja, serta instrumen evaluasi yang dapat digunakan guru sebagai panduan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran secara terstruktur dan berkelanjutan.
Pelaksanaan program mencakup identifikasi kebutuhan mitra, perancangan dan pengujian media, penyusunan modul ajar, pelatihan penggunaan media kepada guru, implementasi pembelajaran di kelas, serta pendampingan, monitoring, dan evaluasi.
Pihak KB Arafah turut berpartisipasi dalam proses tersebut agar inovasi yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di lingkungan sekolah.
Evaluasi program dirancang untuk menilai perkembangan keterampilan motorik anak melalui observasi sebelum dan sesudah penerapan media. Sementara itu, peningkatan kapasitas guru dievaluasi melalui pengamatan praktik penggunaan Smart Puzzle Elektronik dan modul ajar.
Dengan demikian, program ini tidak hanya berorientasi pada penyediaan teknologi, tetapi juga pada peningkatan kemampuan guru dalam mengintegrasikan media pembelajaran inovatif ke dalam kegiatan belajar sehari-hari.
Dalam kegiatan ini tim dosen yang terlibat yakni Nugroho Syahputra, S.Kom., M.Kom., Ardianto Pranata, M.Kom., Mayang Mughnyanti, M.Kom., dan Rizky Maulidya Afifa, M.Kom. Program ini juga melibatkan lima mahasiswa Polmed yang mendukung pelaksanaan kegiatan sesuai dengan pembagian tugas tim.
Pihak KB Arafah, yang dikelola oleh Siti Arpah, menjadi mitra pelaksanaan program dengan memfasilitasi kegiatan di sekolah, mengoordinasikan keterlibatan guru dan peserta didik, serta mendukung implementasi media pembelajaran dan proses evaluasi.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, Smart Puzzle Elektronik direncanakan untuk diserahkan kepada pihak KB Arafah agar dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran setelah program pengabdian selesai.
Modul ajar yang dihasilkan juga diharapkan menjadi pedoman bagi guru dalam memberikan stimulasi motorik anak secara lebih terarah dan konsisten.
Muhammad Riki Atsauri, juga menyampaikan program ini merupakan bagian dari upaya Polmed dalam menerapkan teknologi untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat, khususnya di bidang pendidikan anak usia dini.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan, inovasi teknologi diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi peningkatan kualitas pembelajaran.
Program PKM ini sejalan dengan komitmen Polmed dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals), terutama SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas.
Melalui implementasi Smart Puzzle Elektronik dan pengembangan modul ajar, Polmed berharap KB Arafah dapat memiliki alternatif media pembelajaran yang inovatif, meningkatkan kapasitas tenaga pendidik, serta memperkuat upaya stimulasi perkembangan motorik anak usia dini secara berkelanjutan.
Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi lembaga PAUD lainnya dalam memanfaatkan teknologi edukatif untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan bermakna bagi anak.(REL/WITA)











