Polmed gandeng industro kembangkan laboratorium kalibrasi terpadu. (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan - Politeknik Negeri Medan (Polmed) bersama Kawan Lama Solution menjajaki pengembangan Laboratorium Kalibrasi Terpadu untuk memperkuat pembelajaran praktik dan menyesuaikan kompetensi mahasiswa dengan kebutuhan industri.
Pertemuan dihadiri Direktur Polmed Dr. Ir. Idham Kamil, S.T., M.T., Wakil Direktur Bidang Kerja Sama dan Humas Dr. Arif Ridho Lubis, B.IT., M.Sc.IT., jajaran dosen, serta Nico Naibaho dari Kawan Lama Solution.
Direktur Polmed, Dr. Ir. Idham Kamil, S.T., M.T., menyampaikan bahwa pengembangan fasilitas pembelajaran perlu memastikan pendidikan vokasi memiliki keterhubungan nyata dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.
“Kita ingin pendidikan vokasi benar-benar terkoneksi dengan industri. Karena itu, laboratorium yang kita bangun harus menjawab kebutuhan pembelajaran sekaligus memberikan pengalaman kepada mahasiswa menggunakan peralatan dan teknologi yang relevan dengan dunia kerja,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi dengan industri sejak tahap perencanaan penting agar fasilitas yang dikembangkan tidak sekadar lengkap, tetapi tepat guna dan mendukung kompetensi mahasiswa.
“Yang lebih penting adalah bagaimana fasilitas tersebut tepat guna, dimanfaatkan secara optimal,danmemberikan kompetensi yang dibutuhkan mahasiswa ketika masuk kedunia kerja,” katanya.
Dalam pemaparannya, Nico Naibaho menjelaskan sejumlah aspek yang perlu diperhatikan dalam pengembangan Laboratorium Kalibrasi Terpadu, mulai dari kebutuhan peralatan, spesifikasi teknis, fungsi, tingkat akurasi, hingga pemanfaatannya dalam kegiatan pembelajaran dan praktik.
Pemaparan tersebut kemudian berkembang menjadi diskusi interaktif bersama para dosen Polmed. Para dosen menggali kebutuhan peralatan laboratorium, termasuk spesifikasi teknis dan pertimbangan dalam menentukan merek yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan vokasi.
Menanggapi hal tersebut, Nico menjelaskan bahwa pemilihan peralatan perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan fungsi laboratorium.
“Dalam menentukan equipment, kita perlu melihat kebutuhan Polmed terlebih dahulu. Spesifikasi, tingkat akurasi, fungsi, kemudahan penggunaan, layanan purnajual, dan kesesuaian dengan kebutuhan pengguna menjadi beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. Jadi, bukan sekadar memilih merek, tetapi memastikan peralatan tersebut tepat untuk kebutuhan laboratorium,” jelas Nico.
Direktur Polmed mengapresiasi diskusi teknis yang berlangsung antara dosen dan Kawan Lama Solution. Menurutnya, dialog tersebut menunjukkan pentingnya mempertemukan perspektif akademik dengan kebutuhan industri dalam pengembangan fasilitas pendidikan.
“Dosen membawa perspektif kebutuhan pembelajaran, sementara industri membawa pengalaman dan gambaran kebutuhan di lapangan. Ketika dua perspektif ini dipertemukan, kita dapat merancang fasilitas yang lebih relevan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi mahasiswa,” ujarnya.
Ia berharap sinergi tersebut tidak berhenti pada pengembangan laboratorium, tetapi berlanjut pada peningkatan kompetensi, pengembangan pembelajaran, serta bentuk kolaborasi lain yang memberikan manfaat bagi mahasiswa dan industri. (WITA)











