USU Raih Dua Medali Perak di Ajang PIMNAS ke-39

USU Raih Dua Medali Perak di Ajang PIMNAS ke-39
USU Raih Dua Medali Perak di Ajang PIMNAS ke-39 (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Universitas Sumatera Utara (USU) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional melalui ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-39 Tahun 2026, Pimnas yang merupakan ajang kompetisii paling bergengsi dari Kemendikti Saintek.

Dalam kompetisi yang berlangsung di Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang, pada 2–7 November 2026 tersebut, USU berhasil meraih dua medali perak melalui dua tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), masing-masing pada kategori poster dan presentasi.

Dua penghargaan tersebut diraih oleh Tim SPICEFILM yang memperoleh Juara 2 kategori Poster pada skema PKM Riset Eksakta (PKM-RE), serta Tim DurioFoam yang berhasil meraih Juara 2 kategori Presentasi pada skema PKM Kewirausahaan (PKM-K).

Capaian ini menjadi bukti kontribusi mahasiswa USU dalam menghasilkan gagasan kreatif dan inovasi yang berorientasi pada penyelesaian berbagai persoalan di masyarakat.

Rektor USU, Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi atas pencapaian yang diraih kedua tim mahasiswa tersebut.

Menurutnya, prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras, dedikasi, serta kolaborasi antara mahasiswa, dosen pendamping, dan universitas dalam membangun ekosistem akademik yang mendorong kreativitas dan inovasi.

“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa USU memiliki potensi dan daya saing untuk berkompetisi di tingkat nasional. Kami berharap pencapaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi universitas, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus mengembangkan penelitian dan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Universitas akan terus mendorong penguatan budaya akademik, riset, dan kreativitas mahasiswa,” ujarnya.

Tim SPICEFILM meraih prestasi melalui penelitian berjudul "Pengembangan Edible Film Kitosan Nanofiber Selulosa Tandan Kosong Kelapa Sawit dan Ekstrak Kulit Rambutan sebagai Kemasan Aktif Cabai Merah Pascabanjir".

Inovasi ini mengembangkan kemasan pangan ramah lingkungan berbasis pemanfaatan limbah lokal untuk membantu mempertahankan kualitas cabai merah, khususnya dalam kondisi penyimpanan dengan kelembapan tinggi pascabanjir.

Dalam pengembangannya, tim memanfaatkan kitosan dari cangkang udang, nanofiber selulosa dari tandan kosong kelapa sawit (TKKS), serta ekstrak kulit rambutan.

Kombinasi bahan tersebut menghasilkan edible film yang memiliki potensi sebagai pelindung pangan sekaligus memanfaatkan limbah menjadi produk bernilai guna.

Sementara itu, Tim DurioFoam, dengan judul "Duriofoam: Biofoam Berbasis Biji dan Kulit Durian (Durio Zibethinus) Dalam Pembuatan Eco-Friendly Cup", menghadirkan inovasi kewirausahaan melalui pemanfaatan limbah kulit dan biji durian menjadi wadah minuman ramah lingkungan.

Inovasi ini berangkat dari persoalan meningkatnya limbah durian dan penggunaan wadah sekali pakai yang sulit terurai.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kealumnian,Prof. Dr. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, S.Si., M.Si., Apt USU, turut menyampaikan apresiasi terhadap keberhasilan kedua tim.

Ia menilai capaian tersebut menunjukkan pentingnya pembinaan mahasiswa secara berkelanjutan, mulai dari pengembangan gagasan, pelaksanaan penelitian, hingga kemampuan mengomunikasikan hasil inovasi secara ilmiah.

“Keberhasilan ini merupakan hasil dari proses pembinaan dan pendampingan yang berkesinambungan. Kami berharap mahasiswa tidak hanya berorientasi pada pencapaian kompetisi, tetapi juga mampu memastikan bahwa gagasan dan inovasi yang dikembangkan dapat terus ditindaklanjuti. Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk berani mengembangkan ide, melakukan penelitian, dan menghasilkan karya yang kompetitif,” ungkapnya.

PIMNAS ke-39 Tahun 2026 merupakan ajang kompetisi ilmiah mahasiswa tingkat nasional yang mempertemukan 420 tim dari 100 perguruan tinggi di Indonesia.

Mengusung tema “Mewujudkan Indonesia Maju, Berkelanjutan, dan Bermartabat melalui Inovasi Mahasiswa yang Adaptif dan Berdampak”, kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mempresentasikan hasil penelitian, pengembangan teknologi, serta berbagai gagasan inovatif.

Keberhasilan USU meraih dua medali perak dalam ajang tersebut semakin memperkuat komitmen universitas dalam mendorong budaya riset, kreativitas, dan kewirausahaan di kalangan mahasiswa.

Capaian ini juga diharapkan tidak berhenti pada penghargaan kompetisi, tetapi dapat menjadi langkah awal bagi pengembangan inovasi yang berkelanjutan dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.

(REL/WITA)

Baca Juga

Rekomendasi