Proyek Peningkatan Jalan Sei Rampah–Tanjung Beringin Disorot, Pengemudi Keluhkan Kemacetan Parah Akibat Minimnya Pengaturan Lalu Lintas

Proyek Peningkatan Jalan Sei Rampah–Tanjung Beringin Disorot, Pengemudi Keluhkan Kemacetan Parah Akibat Minimnya Pengaturan Lalu Lintas
Proyek Peningkatan Jalan Sei Rampah–Tanjung Beringin Disorot, Pengemudi Keluhkan Kemacetan Parah Akibat Minimnya Pengaturan Lalu Lintas (Analisadaily/Ist)

Analisadaily.com, Serdang Bedagai - Pekerjaan peningkatan struktur jalan provinsi pada ruas Sei Rampah menuju Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), yang dikerjakan menggunakan sistem cor beton saat ini tengah menuai keluhan dari para pengguna jalan.

Proyek yang dikerjakan oleh CV Seleksi Alam Nusantara dengan sumber dana dari APBD Provinsi Sumatera Utara senilai lebih dari Rp14 miliar dan panjang efektif mencapai 2.500 meter tersebut dinilai mengabaikan kenyamanan serta keselamatan pengendara karena minimnya pengaturan arus lalu lintas di lokasi proyek.

Berdasarkan pantauan di lapangan, Rabu (4/11/2026) pengerjaan yang baru dilaksanakan pada sisi sebelah kiri jalur dari Sei Rampah menuju Tanjung Beringin ini memicu kemacetan setiap harinya. Arus lalu lintas terlihat penuh sesak oleh berbagai jenis kendaraan yang melintas tanpa adanya pengaturan buka-tutup jalur dari pihak kontraktor.

Kondisi ini mengakibatkan kendaraan dari arah Tanjung Beringin dan Sei Rampah menumpuk di pertengahan jalan, membuat para pengendara harus berebut melintasi ruas jalan yang menyempit dan hanya cukup dilalui oleh satu kendaraan roda empat atau truk, ditambah puluhan sepeda motor yang turut mendesak di jalur yang sama.

Padahal, ruas jalan tersebut merupakan jalur utama mobilitas masyarakat sehari-hari, terutama pada jam-jam padat di pagi hari dan menjelang sore. Tidak adanya petugas atau rekayasa lalu lintas yang memadai membuat para pengendara merasa terancam dan dirugikan.

Salah seorang pengemudi mobil, Erick (45), mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam terhadap sikap pihak kontraktor yang dinilai tidak peduli dengan keselamatan para pengguna jalan, baik pengemudi mobil maupun pengendara sepeda motor yang harus ekstra hati-hati agar kenderaan tidak bersenggolan atau mengalami lecet di jalur yang sempit tersebut.

"Saya sangat kecewa terhadap kinerja pihak kontraktor yang dinilai tidak peduli dengan keselamatan para kendaraan maupun pengendara kendaraan, terutama pengendera sepeda motor, seharusnya mereka buat buka tutup jalan tersebut agar arus lalu lintas lancar, sehingga tidak berdesakan seperti yang dilihat saat ini," ujar Erick dengan nada kesal.

Senada dengan Erick, Iwan (45), seorang pengemudi mobil pengangkut ikan yang setiap hari melintasi jalur tersebut, juga meluapkan kekesalannya. Ia mengaku terhambat dan harus berdesakan akibat kendaraan dari kedua arah saling menyelonong masuk tanpa adanya kendali pengaturan jalan, padahal muatan ikan yang dibawanya harus segera sampai ke tempat tujuan agar tidak membusuk di jalan.

"Kita merasa kesal dan kekecewaan kepada pihak kontraktor yang tidak mengatur arus lalu lintas di ruas jalan tersebut agar tidak berdesakan akibat para kendaraan menyelonong masuk baik dari Tanjung Beringin maupun dari Sei Rampah, tapi sampai di pertengahan jalan harus tersumbat dan macet," tutur Iwan.

Masyarakat dan para pengendara berharap pihak kontraktor dapat lebih profesional dan segera memberlakukan sistem pengaturan lalu lintas yang jelas, seperti sistem buka-tutup jalan, demi kelancaran arus transportasi serta keselamatan bersama selama masa pengerjaan proyek berlangsung.

(BAH/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi