Universitas Battuta Implementasikan Digitalisasi Manajemen Aset Wakaf Berbasis Website di Pesantren Kitabina (Analisadaily/Ist)
Analisadaily.com, Deliserdang - Dalam upaya mengakselerasi transformasi digital pada lembaga pendidikan pesantren, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Battuta sukses mengimplementasikan sistem manajemen inventaris dan aset wakaf berbasis web di Pondok Pesantren Kitabina, Kecamatan Sibolangit.
Kegiatan yang berlangsung pada 1 Agustus 2026 ini merupakan implementasi nyata dari program hibah yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Tim PkM ini dipimpin oleh Auliana Nasution, dengan didampingi oleh anggota pelaksana yaitu Nur Wahyuni dan Nuranisah.
Program ini difokuskan pada penguatan kapasitas administrasi pesantren melalui digitalisasi sistem informasi yang lebih akuntabel.
Menjawab Tantangan Transparansi Aset
Auliana Nasution, selaku Ketua Tim PkM Universitas Battuta, menyatakan bahwa inisiatif ini bermula dari kebutuhan krusial akan sistem pencatatan yang sistematis bagi aset-aset wakaf dan inventaris pendidikan.
Selama ini, banyak pesantren masih bergantung pada metode administratif manual yang memiliki risiko tinggi terhadap kekeliruan data maupun kesulitan dalam audit berkala.
"Sistem yang kami bangun bukan sekadar aplikasi pendataan, melainkan alat bantu strategis untuk memastikan setiap aset wakaf dan inventaris pendidikan terdokumentasi secara digital. Tujuannya adalah menciptakan transparansi penuh yang dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dan para donatur," ujar Auliana.
Pendampingan Intensif dan Keberlanjutan
Kegiatan PkM tidak berhenti pada penyerahan perangkat lunak (website). Tim Universitas Battuta, melalui kolaborasi Auliana Nasution, Nur Wahyuni, dan Nuranisah, memberikan pendampingan intensif kepada pengelola pesantren, mulai dari pemetaan aset, migrasi data, hingga pelatihan operasional bagi staf administratif.
Langkah ini diambil untuk memastikan sistem dapat diadopsi dengan baik dan memberikan dampak jangka panjang bagi efisiensi kerja di lingkungan Pondok Pesantren Kitabina.
Keberhasilan program ini mendapat respon positif dari pihak Pondok Pesantren Kitabina. Pimpinan pesantren menyatakan bahwa digitalisasi ini akan mempermudah koordinasi aset di masa depan, sekaligus menjadi langkah maju dalam modernisasi manajemen pondok pesantren yang sejalan dengan perkembangan teknologi saat ini.
Dengan berakhirnya kegiatan ini secara memuaskan, diharapkan sistem yang telah terbangun dapat menjadi model percontohan bagi pesantren lainnya di wilayah Kabupaten Deliserdang, dalam mewujudkan tata kelola aset yang profesional, transparan, dan terpercaya.
(RZD)