Analisadaily.com, Sergai Bedagai — Sebanyak 13 unit rumah warga yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) mengalami kerusakan parah akibat diterjang angin puting beliung.
Bencana alam ini terjadi secara tiba-tiba pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 16.15 WIB.
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sergai, Rico Ebtian, saat dikonfirmasi pada Selasa (4/8/2026), membenarkan adanya peristiwa tersebut. Berdasarkan pendataan sementara, terjangan angin ribut ini melanda 7 kecamatan sekaligus.
"Kami telah mencatat 13 rumah warga yang terdampak puting beliung yang tersebar di 7 kecamatan. Bersyukur tidak ada korban jiwa dalam insiden ini," ujar Rico Ebtian.
Berdasarkan data sementara dari BPBD Sergai, rincian rumah warga yang mengalami kerusakan akibat puting beliung meliputi:
- Kecamatan Sei Rampah: 1 unit rumah (Desa Pergulaan)
- Kecamatan Dolok Masihul: 4 unit rumah (1 unit di Desa Pekan, 3 unit di Desa Block 10)
- Kecamatan Pegajahan: 4 unit rumah (3 unit di Desa Suka Sari, 1 unit di Desa Pondok Tengah)
- Kecamatan Serbajadi: 1 unit rumah (Desa Bah Siduadua)
- Kecamatan Sei Bamban: 1 unit rumah (Desa Suka Damai)
- Kecamatan Teluk Mengkudu: 1 unit rumah (Desa Pematang Guntung)
- Kecamatan Tebing Syahbandar: 1 unit rumah (Desa Binjai)
Menyikapi insiden ini, Rico Ebtian mengimbau masyarakat Kabupaten Serdang Bedagai agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mengancam.
Warga diminta untuk senantiasa memantau informasi prakiraan cuaca resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Berikut adalah langkah-langkah kesiapsiagaan yang dibagikan BPBD Sergai saat terjadi cuaca ekstrem:
- Segera Berlindung: Masuk ke dalam bangunan atau rumah yang kokoh.
- Amankan Rumah: Tutup rapat dan kunci pintu serta jendela.
- Putuskan Arus Listrik: Matikan aliran listrik dan cabut seluruh peralatan elektronik.
- Jauhi Titik Rawan: Hindari pohon besar, tiang listrik, baliho, serta papan reklame.
- Tetap Tenang: Mengingat fenomena puting beliung umumnya berlangsung sangat singkat (sekitar 5 hingga 10 menit).
"Jika butuh pertolongan, segera hubungi petugas BPBD ataupun pihak desa setempat," pesan Rico menutup imbauannya.











