Parah! Dua Dump Truk Terperosok di Jalan Provinsi Sei Rampah-Tanjung Beringin, Puluhan Kendaraan Antre Berjam-jam

Parah! Dua Dump Truk Terperosok di Jalan Provinsi Sei Rampah-Tanjung Beringin, Puluhan Kendaraan Antre Berjam-jam
Parah! Dua Dump Truk Terperosok di Jalan Provinsi Sei Rampah-Tanjung Beringin, Puluhan Kendaraan Antre Berjam-jam (Analisadaily/Ist)

Analisadaily.com, Serdang Bedagai — Dua unit dump truk mengalami nasib malang dan terperosok di badan jalan provinsi yang mengalami rusak parah di Dusun I Keramat Asam, Desa Pekan Tanjung Beringin, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai.

Insiden yang disebabkan oleh lubang menganga di jalur penghubung Sei Rampah dan Tanjung Beringin ini terjadi pada Kamis sore sekitar pukul 14.45 WIB dan memicu kemacetan total, memaksa puluhan kendaraan roda empat ke atas mengantre berjam-jam.

Peristiwa bermula ketika sebuah dump truk Fuso dengan nomor polisi BK 8432 AE yang datang dari arah Sei Rampah dengan membawa muatan material bangunan untuk proyek desa terperosok setelah ban sebelah kirinya masuk ke dalam lubang jalan hingga bagian gerdangnya tersangkut dan tidak dapat bergerak.

Tak berselang lama, sebuah dump truk Colt Diesel dengan nomor polisi BK 8713 MI yang mengangkut berondolan sawit dari arah yang sama turut terjebak di sisi kanan jalan akibat ban belakangnya terbenam di beram jalan yang dipenuhi pasir dan tanah.

Posisi kedua truk yang lumpuh total di badan jalan tersebut praktis melumpuhkan arus lalu lintas dari dan menuju Sei Rampah. Kemacetan panjang baru berhasil diurai setelah pihak pemborong peningkatan jalan menurunkan alat berat ke lokasi untuk mengevakuasi kedua truk yang terjebak.

Sekitar pukul 18.00 WIB, proses evakuasi rampung dilakukan dan arus lalu lintas kembali berangsur normal. Kendati demikian, insiden ini kembali memperuncing keresahan warga terhadap kondisi infrastruktur jalan provinsi di bawah wewenang Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang mengalami kerusakan parah akibat kerap dilintasi kendaraan bertonase jumbo yang diduga melebihi kapasitas muatan.

Kerusakan badan jalan sepanjang kurang lebih 500 meter ini dinilai mempercepat kehancuran aspal yang sebelumnya telah diperbaiki. Mansur, seorang warga berusia 70 tahun asal Kecamatan Tanjung Beringin, mengungkapkan kekesalan mendalam mewakili masyarakat yang sudah lama mendambakan infrastruktur layak.

"Masyarakat Tanjung Beringin sudah cukup lama mengidamkan jalan yang bagus. Setelah jalan sudah bagus, malah ada truk tonase besar melintas dan kembali merusak jalan," ujarnya dengan nada kesal.

Mansur berharap Gubernur Sumatera Utara dapat segera turun tangan mengambil langkah konkret dengan memperketat pengawasan terhadap angkutan berat yang melintas.

Ia juga mendesak agar perbaikan ruas jalan tersebut segera diselesaikan sebelum jatuh korban jiwa, terlebih kondisi jalur pada malam hari sangat membahayakan pengendara karena minimnya lampu penerangan jalan.

"Apabila tidak segera diperbaiki kita takut akan terjadi kecelakaan, terutama pada malam hari, sebab tidak ada lampu penerangan jalan, sehingga suasananya gelap gulita, tentu jalan yang rusak tersebut tidak kelihatan, terlebih bagi masyarakat yang datang dari luar daerah," pungkasnya.

(BAH/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi