Politeknik LP3I Medan Wisuda 113 Mahasiswa, 70 Persen Sudah Bekerja (Analisadaily/zulnaidi)
Analisadaily.com, Medan – Pendidikan vokasi dituntut tidak sekadar menghasilkan lulusan berijazah, tetapi juga sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, inovatif, dan siap menjawab kebutuhan dunia kerja. Komitmen tersebut tercermin dalam capaian Politeknik LP3I Medan yang mencatat hampir 70 persen lulusannya telah bekerja di berbagai perusahaan mitra.
Hal itu disampaikan Direktur Politeknik LP3I Medan, Dr. Maulidina, S.P., M.M dalam Wisuda Tahun 2026 yang mengusung tema “Empowered Vocational Graduates: Innovating Today, Leading Tomorrow” di Medan, Sabtu (7/11/2026).
Cenderamata
Pada wisuda tersebut, Politeknik LP3I Medan melantik 113 wisudawan dan wisudawati dari lima program studi. Masing-masing Program Diploma Tiga Administrasi Bisnis, Akuntansi, dan Teknologi Komputer, serta Program Diploma Empat atau Sarjana Terapan Bisnis Digital dan Teknologi Rekayasa Komputer.
Momentum ini juga menjadi istimewa karena untuk pertama kalinya Politeknik LP3I Medan melantik lulusan program Sarjana Terapan sekaligus wisudawan dari Program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) bagi penyandang disabilitas.
"Sebanyak hampir 70 persen wisudawan dan wisudawati tahun ini telah bekerja di berbagai perusahaan relasi Politeknik LP3I Medan. Capaian ini merupakan wujud nyata sinergi antara pendidikan vokasi dan dunia usaha serta dunia industri," ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan vokasi tidak hanya diukur dari kemampuan mahasiswa menyelesaikan pendidikan dan memperoleh ijazah, tetapi juga dari kesiapan mereka mengimplementasikan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan karakter profesional di dunia kerja.
Karena itu, pihaknya terus memperkuat kolaborasi dengan perusahaan mitra melalui penyelarasan kurikulum, pengembangan kompetensi, program magang, serta fasilitasi penempatan kerja.
Pada kesempatan tersebut, Politeknik LP3I Medan juga melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan 14 perusahaan mitra. Kerja sama ini diharapkan memperluas jejaring industri, membuka kesempatan magang, meningkatkan kompetensi, serta memperbesar peluang kerja bagi mahasiswa dan lulusan.
"Kerja sama ini tidak boleh hanya menjadi kesepakatan di atas kertas, tetapi harus diwujudkan melalui program nyata yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak," tegasnya.
Raih Sejumlah Penghargaan
Maulidina juga memaparkan sejumlah prestasi yang diraih Politeknik LP3I Medan. Pada Rapat Kerja LLDikti Wilayah I Sumatera Utara Tahun 2026, kampus tersebut meraih dua penghargaan Gold Winner dan satu Silver Winner.
Penghargaan Gold Winner masing-masing diraih untuk kategori Perguruan Tinggi Pendamping Karier Dosen Terbaik Tingkat Politeknik kategori Lektor Kepala serta Perguruan Tinggi dengan Jumlah Publikasi Terindeks Scopus Terbanyak Tahun 2025 hingga 2026 pada jenjang politeknik.
Sementara penghargaan Silver Winner diperoleh untuk kategori Perguruan Tinggi dengan Pelaporan Kerja Sama Terbaik Bentuk Politeknik Tahun 2025.
Selain itu, dalam Anugerah Pelaporan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Tahun 2025 yang diselenggarakan LLDikti Wilayah I pada Januari 2026, Politeknik LP3I Medan meraih Terbaik I kategori Evaluasi, Terbaik II kategori Penetapan, dan Terbaik IV kategori Pengendalian.
"Penghargaan bukanlah tujuan akhir, melainkan tanggung jawab untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan manfaat yang lebih luas," katanya.
Lulusan Harus Adaptif dan Berintegritas
Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur dan Pemberdayaan Masyarakat, Ali Syahreza, menyampaikan apresiasi kepada Politeknik LP3I Medan yang telah mengambil bagian dalam mempersiapkan sumber daya manusia berkualitas melalui pendidikan vokasi.
Menurutnya, perkembangan teknologi, otomatisasi, dan persaingan global telah mengubah kebutuhan dunia kerja. Saat ini, perusahaan tidak hanya membutuhkan lulusan dengan kemampuan akademis, tetapi juga kompetensi praktis, keterampilan, dan kemampuan beradaptasi.
"Pendidikan vokasi memiliki peran penting karena mampu menjembatani kebutuhan dunia pendidikan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Lulusan harus dipersiapkan agar memiliki kemampuan yang relevan, siap bekerja, mampu menciptakan peluang usaha, serta memberikan kontribusi bagi masyarakat," ujarnya.
Ia berharap Politeknik LP3I Medan terus meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat hubungan dengan dunia industri, serta menyelaraskan kurikulum dengan perkembangan kebutuhan lapangan kerja.
Kepada para wisudawan, Ali menyampaikan tiga pesan penting, yakni tidak pernah berhenti belajar, membangun karakter dan integritas, serta tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi juga berani menciptakan lapangan pekerjaan.
"Jadilah generasi yang produktif, kreatif, mandiri, dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar," pesannya.
Belajar Sepanjang Hayat
Kepala LLDikti Wilayah I Sumatera Utara, Saiful Anwar Matondang, juga mengingatkan para lulusan agar menjadikan kelulusan sebagai awal untuk terus mengembangkan diri.
Ia menegaskan, proses belajar tidak boleh berhenti setelah mahasiswa memperoleh gelar akademik. Belajar merupakan kebutuhan sepanjang hayat yang harus terus dilakukan, meskipun tidak lagi dibatasi kewajiban mengumpulkan satuan kredit semester (SKS).
"Teruslah belajar setiap hari, meskipun tidak perlu lagi mengejar SKS. Belajar adalah kebutuhan," pesannya.
Selain meningkatkan kemampuan, para lulusan juga diminta memperluas pertemanan, membangun kolaborasi, dan memperkuat kemitraan untuk mengembangkan karier, baik sebagai profesional maupun konsultan.
Matondang juga mengajak para wisudawan mensyukuri keberhasilan yang telah diraih. Sebab, tidak semua orang seusia mereka memiliki kesempatan dan kemampuan untuk meluangkan waktu menempuh pendidikan hingga menyelesaikan perkuliahan.
Menutup sambutannya, Maulida berpesan agar para lulusan tidak takut memulai karier dari bawah, menjadikan kegagalan sebagai proses pembelajaran, serta membangun kesuksesan dengan adab, integritas, dan kepedulian.
"Keterampilan dapat membawa Saudara memasuki dunia kerja, tetapi karakter dan integritas akan membantu Saudara mempertahankan kepercayaan. Jadilah lulusan yang tidak hanya bangga terhadap almamaternya, tetapi juga mampu membuat almamater bangga terhadap dirinya," pungkasnya.











