Ivan Elisabeth Purba Tantang Lulusan USM-Indonesia Buktikan Kualitas di Tengah Masyarakat (Analisadaily/zulnaidi)
Analisadaily.com, Medan – Wisuda bukanlah garis akhir perjuangan, melainkan awal pembuktian kualitas diri di tengah masyarakat. Pesan itulah yang ditekankan Rektor Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia, Prof Dr Ivan Elisabeth Purba SH MKes, kepada para lulusan agar tidak hanya mengandalkan gelar akademik, tetapi juga karakter, kompetensi dan integritas dalam menghadapi tantangan kehidupan.
Ivan menegaskan, lulusan USM-Indonesia harus mampu menunjukkan kualitas melalui karya nyata, baik untuk kepentingan diri sendiri, keluarga, masyarakat maupun bangsa dan negara.
“Setelah keluar dari acara wisuda ini, tegakkan kepalamu, yakinkan hatimu bahwa kalian mampu berkarya bagi dirimu, keluargamu, universitas kita, bangsa dan negara,” ujar Ivan pada Wisuda USM-Indonesia Periode II Tahun Akademik 2025/2026 di Griya Benn Convention Hall, Medan, Jumat (23/10/2026).
Menurutnya, keberhasilan seorang sarjana tidak cukup diukur dari gelar yang disandang. Lebih dari itu, lulusan harus memiliki kemampuan menerapkan ilmu pengetahuan, menjaga etika, bekerja secara profesional, serta mampu beradaptasi dengan perubahan dan persaingan yang semakin kompleks.
Karena itu, USM-Indonesia membekali mahasiswa dengan nilai-nilai dasar yang dikenal melalui konsep STRONG. Nilai tersebut meliputi spiritualisme, intelektualisme, profesionalisme, nasionalisme dan globalisme.
Ivan menjelaskan, spiritualisme menekankan pentingnya moral, etika dan nilai spiritual. Intelektualisme mendorong lulusan berpikir kritis, memiliki wawasan luas dan menguasai ilmu pengetahuan. Sementara profesionalisme menuntut kompetensi, tanggung jawab serta kepatuhan terhadap etika profesi.
Adapun nasionalisme menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air dan komitmen memajukan bangsa, sedangkan globalisme mempersiapkan lulusan agar mampu menghadapi persaingan dunia.
“Saya berharap core values ini tetap menjadi bagian dari hidup kalian dan menjadi pegangan dalam menjalani kehidupan,” tegasnya.
Ivan juga mengingatkan bahwa keberhasilan meraih gelar akademik bukan semata-mata hasil perjuangan mahasiswa. Ada peran orang tua, keluarga, dosen dan tenaga kependidikan yang turut mengantarkan mereka menyelesaikan pendidikan.
Menurutnya, dukungan keluarga, kerja keras, tekad dan kedisiplinan merupakan bagian penting dari perjalanan menuju keberhasilan. Karena itu, para lulusan diminta tidak melupakan orang-orang yang telah mendukung perjuangan mereka.
“Setiap prestasi membutuhkan kerja keras, tekad yang kuat, disiplin yang ketat, serta doa dan restu dari orang tua kita,” ungkapnya.
Di sisi lain, Ivan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan masyarakat yang memilih USM-Indonesia sebagai tempat menempuh pendidikan tinggi. Kepercayaan tersebut terlihat dari keberagaman mahasiswa yang datang dari berbagai daerah, bahkan dari luar negeri.
Mahasiswa USM-Indonesia berasal dari Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Papua Barat dan Papua Pegunungan. Sejumlah mahasiswa juga berasal dari Timor Leste.
“Keberagaman ini merupakan bentuk kepercayaan masyarakat. Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan,” katanya.
Bagi Ivan, kepercayaan tersebut menjadi tanggung jawab institusi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter yang kuat serta kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Sari Mutiara Medan, Dr Parlindungan Purba SH MM, menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan tinggi membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi, orang tua, masyarakat, dosen, mahasiswa dan alumni.
Ia menyebutkan, sinergi berbagai pihak berkontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan, relevansi lulusan dengan kebutuhan masyarakat, serta penguatan inovasi dan riset yang memberikan dampak nyata.
“Seluruh pencapaian ini merupakan hasil sinergi dan kerja sama berbagai pihak, mulai dari para orang tua, masyarakat, mahasiswa, dosen hingga alumni,” kata Parlindungan.
Yayasan Sari Mutiara, lanjutnya, mengapresiasi berbagai pihak yang telah menjalin kerja sama dengan USM-Indonesia. Kolaborasi tersebut diharapkan semakin memperkuat peran perguruan tinggi dalam memajukan pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Parlindungan mengaku bangga dengan perkembangan kualitas akademik USM-Indonesia. Selain telah memiliki lima profesor dan 53 doktor, perguruan tinggi tersebut juga memiliki 30 tenaga akademik yang sedang menempuh pendidikan doktoral atau S3.
“Lima profesor ini menggembirakan bagi kita. Kita sudah mempunyai 53 doktor dan ada 30 lagi yang sedang kuliah S3. USM sedang meletakkan fondasi yang kuat. Kualitas dosen betul-betul dijaga sehingga pada saatnya lulusan akan mengisi lapangan pekerjaan karena kompetensinya sudah diakui,” ujarnya.
Wisuda periode ini diikuti lulusan dari Program Studi Apoteker, Ilmu Komunikasi, Ilmu Perpustakaan, Akuntansi, Manajemen, Diploma III Kebidanan dan Diploma III Keperawatan.











