Pengurus Punguan Pomparan Raja Marsundung se-dunia Dilantik

Balige, (Analisa). Acara Syukuran Bona Taon dirangkai pelantikan pengurus pomparan Raja Marsundung Simanjuntak se-dunia berlangsung lancar, Sabtu (26/1), di lapangan Sisingamangaraja Balige, Kecamatan Balige kabupaten Toba Samosir.

Ribuan pomparan Raja Marsundung Simanjuntak di antaranya dari Parsuratan, Mardaup, Sitombuk, Hutabulu dan Boru serta juga dari pihak tulang, yaitu marga Hasibuan dan dan marga Sihotang.

Acara tersebut juga dirangkai dengan kesaksian-kesaksian dari beberapa keturunan Raja Marsundung Simanjuntak tentang keharmonisan tali persaudaraan yang mereka jalin selama ini. Baik itu dalam aktivitas sehari-hari dan juga dalam kehidupan adat istiadat.

Setelah mendengar doa syafaat yang dibawakan oleh Pomparan Raja Marsundung Simanjuntak, yang terdiri dari keturunan Simanjuntak Parsuratan, Mardaup, Sitombuk, Hutabulu dan Boru,

Ephorus HKBP, Pdt. P.W.T Simarmata MA, dalam khotbahnya menyampaikan sekaligus mempertanyakan tentang pengakuan yang lebih jelas antara pesan leluhur dengan titah dari Tuhan. “Siapa yang harus diikuti oleh orang yang beriman, perintah Tuhan kah atau pesan dari leluhur?” tanya Ephorus HKBP.

Dikatakannya, lihatlah, alangkah indahnya, jika yang bersaudara duduk bersama, seperti minyak  wangi yang dioleskan di atas kepala, semerbaknya turun hingga ke kumis. “Diberkati Tuhan lah punguan ini. Diberkati Tuhan lah punguan Pomparan Raja Marsundung Simanjuntak yang sudah terbentuk dan jadi teladan kepada marga lainnya. Karwna, di dalam marga lain pun, masih ada mitos-mitos yang masih tetap dipegang. Sadar atau tidak sadar, tetap diwariskan kepada keturunannya sehingga menyebabkan yang bersaudara tidak harmonis dan tercerai-berai

Bahwa kerukunan, dalam keharmonisan, dalam kebersamaan, di situlah berkat Tuhan mengalir. Siapa yang mengatakan jika yang bersaudara duduk bersama ada bahaya. Siapa yang bilang, jika makan bersama ada bahaya. Tuhan yang melindungi seluruh ciptaan_NYA. Tuhan yang memberi damai dan juga berkat. Mari kita menerima berkat dari Tuhan dan tunduk kepada Tuhan yang mempersatukan kita, Semua ciptaan Tuhan, harus saling saling menyayangi dan hidup dalam kedamaian yang sesungguhnya,”kata  Ephorus HKBP.

Usai acara ibadah, panitia penyelenggara mengumumkan bahwa hasil persembahan yang terkumpul akan disumbangkan kepada warga yang korban erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Tanah Karo.

Ditempat yang sama, Ketua Punguan Pomparan Raja Marsundung Simanjuntak se-dunia yang terpilih dan telah dilantik, Humala Simanjuntak Sitombuk generasi ke-15 mengatakan bahwa mulai hari ini, tidak ada lagi istilah “Parhorbo Jolo” dan “Parhorbo Pudi”. “Kepada bapak ibu sekalian, jika ada yang bertanya tentang marga kita, katakan bahwa saya Parsuratan nomor sekian, saya Mardaup no sekian, saya Sitombuk nomor sekian dan saya Hutabulu nomor sekian dan ini juga berlaku untuk boru, bere/ibebere. Penomoran sesuai dengan sundut atau generasi keberapa kita dari Raja Marsundung Simanjuntak,” kata Humala.

Sementara itu, Ketua Punguan Pomparan Raja Marsundung Simanjuntak Bonapasogit, Wasir Simanjuntak Mardaup generasi ke-17 mengatakan apa yang kita alami disini, kita lakukan disini, menjadi informasi penting kepada banyak orang disekitar dimana kita berada. “Karna kita semua yang ada disini, sehati, kita duduk, kita berbicara, kita berperilaku disini adalah untuk menyenangkan hati Tuhan. Tidak untuk menyenangkan hati ompung kita. Karna kita menyenangkan hati Tuhan, maka Tuhan bertanggung jawab menyenangkan hati kita,” kata Wasir.

Wasir melaporkan, nama punguan tersebut disepakati bernama Punguan Pomparan Simanjuntak Raja Marsundung. Ilustrasinya adalah karna adanya Simanjuntak Parsuratan, Simanjuntak Mardaup, Simanjuntak Sitombuk dan Simanjuntak Hutabulu. “Sebelum terselenggaranya acara ini, kita laksanakan lomba lari 10 K yang bertujuan untuk membuktikan kepada banyak orang bahwa pomparan Raja Marsundung yang terdiri dari Parsuratan, Mardaup, Sitombuk, Hutabulu dan Boru boleh bekerjasama melakukan apapun dan pasti baik”, ujarnya  

Ketua Punguan Pomparan Raja Marsundung Simanjuntak Medan, Djuara Panota Simanjuntak Sitombuk generasi ke-16 berharap agar tali persaudaraan yang kita bina ini bisa lebih erat lagi. “Mari kita jalin tali persaudaraan yang sesungguhnya dimanapun kita berada. Baik itu ditengah-tengah masyarakat, disaat kita menjalani aktifitas sehari-hari, dalam lingkungan kerja dan dalam acara adat batak,” katanya seraya meminta kepada pengurus yang baru dilantik, kiranya membuat AD/ART yang menjadi suatu acuan untuk  dilaksanakan demi kelangsungan dan ketertiban organisasi.

Sementara itu, pihak tulang yaitu marga Hasibuan dan Sihotang, menyambut baik dan mendukung acara Bona Taon dan pembentukan Punguan Pomparan Raja Marsundung Simanjuntak se_dunia tersebut. Mereka menyampaikan, agar kasih tali persaudaraan bisa terjalin  dengan sesungguhnya dimanapun berada dan dalam kegiatan apapun itu. “Kami sangat gembira, jika kalian yang bersaudara saling mengasihi satu sama lain,”sebutnya.

Acara tersebut turut dihadiri pomparan Raja Marsundung Simanjuntak dari Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Sidikalang, Kisaran, Sibolga, Labuhan Batu, Dumai, Pematang Siantar, Indrapura, Tanjung Balai, Tapanuli Selatan, Medan, Pekan Baru, Jakarta, Papua dan dari beberapa kecamatan di Tobasa. (rel/vit)

()

Baca Juga

Rekomendasi