Cerpen Sahabat Kecil

Kupu-Kupu Berhati Mulia

Oleh: Adithia Pratama. Pada suatu hari yang cerah, seekor semut berjalan-jalan di taman. Ia sangat bahagia karena bisa melihat taman yang indah. Sang semut menyapa binatang-binatang di taman itu.

Ia melihat sebuah kepompong di atas pohon. Semut itu mengejek bentuk kepompong yang jelek dan tidak bisa pergi kemana-mana.

“Hei , kepompong, alangkah jelek nasibmu. Kamu hanya bisa menggantung di ranting itu.  Ayo  jalan-jalan, lihat dunia yang luas ini. Bagaimana nasibmu jika ran­ting itu patah?”

Sang semut selalu mem­bang­gakan dirinya yang bisa pergi ketempat dimana ia suka. Bahkan, sang semut kuat mengangkat be­ban yang lebih besar dari tubuh­nya. Sang semut merasa dirinya binatang paling hebat. Si kepom­pong hanya diam mendengar  ejekan tersebut.

Pada suatu pagi sang semut kembali berjalan-jalan di taman itu. Karena hujan, genangan lum­pur terdapat dimana-mana. Lumpur itu membuat semut tergelincir dan terjatuh ke dalam genangan lumpur tersebut. Sang semut hampir tenggelam dalam genangan lumpur. Dia berteriak sekencang mungkin untuk me­minta bantuan.

 “Tolong, bantu aku! Aku hampir tenggelam, tolong… tolong…!”

Untunglah saat itu ada seekor kupu-kupu yang terbang melintas. Kemudian, kupu-kupu men­julurkan sebuah ranting ke arah semut.

“Semut, peganglah erat-erat ranting itu! Nanti aku akan mengangkat ranting itu,”. Lalu semut memegang erat ranting itu. Si kupu-kupu mengangkat ranting dan menurunkannya di tempat aman.

Sang semut berterima kasih kepada kupu-kupu yang baik hati karena telah menyelamatkan nyawanya. Ia memuji kupu-kupu sebagai binatang yang hebat dan terpuji.

Mendengar pujian itu, kupu-kupu berkata kepada semut, “Aku adalah kepompong yang pernah kau ejek,” kata si kupu-kupu.

Akhirnya sang semut berjanji kepada kupu-kupu bahwa dia tidak akan menghina semua makhluk ciptaan Tuhan.

(Penulis, II SMP Pembangun-Titi Kuning)

()

Baca Juga

Rekomendasi