Sejarah Makam Keramat Datuk Kubah Harus Diungkap

Pantailabu, (Analisa). Keberadaan makam Keramat Datuk Kubah di Desa Tengah, Kecamatan Pantailabu, Deliserdang, sampai kini masih misteri. Belum ada fakta dan bukti sejarah terkait keberadaan makam yang kini disakralkan itu. Bahkan makam itu kini menjadi persoalan karena diklaim seseorang sebagai ahli warisnya. 

“Sejarah makam keramat Datuk Kubah ini harus diungkap. Kita belum mendapatkan sejarah pastinya siapa sebenarnya Datuk Kubah ini” ungkap Wazir Negeri Serdang H OK Khaidar Aswan Datuk Paduka Raja Batangkuis saat berziarah ke makam itu baru-baru ini kepada Analisa.

Pengungkapan sejarah makam keramat Datuk Kubah itu menurutnya penting. Selain untuk menambah khazanah sejarah kebudayaan yang tidak bisa dinilai dengan materi dan berguna untuk masa depan negeri ini, juga memberikan kepastian terhadap perjalanan sejarah itu sendiri agar tidak terjadi penyimpangan sejarah.

Sejarah merupakan kekayaan yang menjadi tolak ukur dan jati diri bangsa Indonesia. Dari sejarah kita bisa belajar untuk menentukan masa depan bangsa ini ke depan sehingga tidak diombang-ambingkan kekaburan sejarah.

Dari informasi yang digalinya papar Datuk Paduka Raja Batangkuis yang juga Ketua Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI) Deliserdang, pihaknya belum mendapatkan titik terang asal usul makam Keramat Datuk Kubah yang berada di areal sekira setengah rante dikelola pasangan suami istri Sutriono dan Siti khadijah br Tarigan.

Bahkan keberadaan persoalan makam keramat itu bisa menjadi sengketa karena sudah ada pihak lain yang mengaku sebagai ahli warisnya sementara keterangan dari pasutri Sutriono dan Siti Khadijah br Tarigan selama ini tidak ada yang mengakui karena sudah mereka rawat sejak tahun 1993 sejak kedunya pindah ke desa itu.

“Makanya sejarah makam keramat Datuk Kubah ini penting untuk diungkap. Siapa dan bagaimana sejarahnya. Jadi kita bisa tahu sejarah sebenarnya” ujarnya.

Bagian Kesultanan Serdang

Selaku satu dari Datuk Berempat dari Kesultanan Serdang, Khaidar Aswan memprediksi keberadaan makam keramat Datuk Kubah kemungkinan besar punya kaitan dengan sejarah Kesultanan Serdang yang pernah berjaya dimasa lampau.

Pasalnya, dari informasi masyarakat disebutkan, saat areal itu dibuka sebagai lahan pertanian dan kolam, mereka menemukan banyak bebatuan besar di sekitar makam keramat Datuk Kubah yang di dalamnya ada 4 makam tersisa berukuran sekira 4 meter, 3 meter dan 2 meter serta diyakini areal itu merupakan perkuburan.

Khaidar memprediksi areal itu dulu pernah menjadi perkampungan dan sangat beralasan dugaan menjadi bagian kekuasaan Sultan Serdang yang istananya sebagai pusat pemerintahan berada tidak jauh dari areal itu sekira 3-4 kilometer sekarang di Desa Rantaupanjang, Kecamatan Pantailabu.

Kemungkinan lain juga bisa menjadi bagian Kesultanan Serdang saat pemerintahannya berada di Desa Serdang sekarang Kecamatan Beringin sebelum pindah ke Rantaupanjang yang juga tidak jauh dari titik lokasi areal makam keramat itu. “Kemungkinan dulu areal itu perkampungan yang menjadi daerah kekuasaan Kesultanan Serdang bisa saja. Inilah perlunya ada penelitian lebih lanjut untuk mengungkap sejarah sebenarnya” ujar Khaidar yang bermaksud merenovasi makam keramat itu agar keberadaannya sebagai cagar budaya bisa tetap lestari.

Bingung

Sementara itu Siti Khadijah br Tarigan yang akrab disapa Bu Ijah dan ditemani suaminya Sutriono di kediamannya ketika Analisa konfirmasi menuturkan, makam keramat Datuk Kubah sudah mereka rawat sejak 1993 lalu mulai masih berada di areal yang sering masuk air karena banjir sehingga tenggelam sampai perlahan mereka pugar dengan batubata.

Pasutri ini juga mengaku tidak tahu sejarah makam keramat itu. Penamaan makam keramat Datuk Kubah mereka namakan sendiri karena mengikuti tradisi masyarakat melayu yang menjadi penduduk setempat dan menyebut orang-orang terdahulunya dengan sebutan “Datuk”.

“Gak tahu juga sejarahnya. Sejak dulu-dulunya pun gak ada orang yang tahu. Dulu gak ada orang tinggal di sini, cuma kami saja” paparnya.

Pasutri ini juga mengaku bingung setelah ada orang yang mengaku sebagai ahli waris makam keramat Datuk Kubah yang kini mulai ramai dikunjungi penziarah pada waktu-waktu tertentu. Bahkan pengaku ahli waris itu langsung mencantumkan papan informasi di areal makam itu tanpa diketahui keduanya apalagi dilibatkan dalam diskusi sebelumnya.

Pantauan Analisa, lokasi makam keramat Datuk Kubah itu kini dipugar dengan semen batubata dan di pintu masuknya tercantum informasi ahli waris dari makam itu bertuliskan “ Bismilahirrahmanirrahim, Alhamdulillahi (menggunakan aksara arab), akan dibangun/direnovasi makam, Tengku Alaidin oleh ahli-ahli warisnya. Penanggung Jawab prof Dr Hermas S”.

Untuk sampai ke makan itu, peziarah harus melewati jalan setapak seperti benteng sekira 100 meter dari pinggir jalan umum dan sudah bisa dilintasi menggunakan sepeda motor untuk sampai ke makam keramat Datuk Kubah yang sejarahnya belum terkuak itu. (ak)

()

Baca Juga

Rekomendasi