Karyawan Koperasi Dianiaya Pamen Dit Sabhara Poldasu

Medan, (Analisa). Karyawan sebuah koperasi, Saorputra Humendro (19), warga Jalan Damar X, Perumnas Simalingkar, Kabupaten Deliserdang mengaku dianiaya seorang oknum perwira menengah (pamen) Direktorat (Dit) Sabhara Polda Sumut. 

Atas peristiwa ini korban mengadu ke Bidang Profesi dan Pengaman (Bid Propam) Polda Sumut, Selasa (27/1).

"Kompol Sitanggang yang bertugas di Propam akan memediasi masalah kami. Kalau mediasi itu tidak berhasil, barulah laporan kami diterima," ujar korban didampingi ibunya, E br Panjaitan kepada wartawan di Mapoldasu.

Lebih lanjut dikatakannya, penganiayaan itu terjadi karena dia tak sengaja menabrak mobil sedan merah milik pamen Poldasu itu di depan Dit Sabhara Polda Sumut, Jalan Jamin Ginting, Padang Bulan, Medan.

Saat itu, ia mengendarai sepeda motor Suzuki Shogun BK 5576 IK dari arah Simpang Pos menuju kediamannya. 

Namun, tiba di depan Dit Sabhara Polda Sumut, mendadak keluar melintang mobil Pamen Poldasu hendak mengarah ke Simpang Pos.

"Saat itu hujan lebat. Saya sudah mengerem sepeda motor saya sampai oleng, tapi mobil itu berjalan lambat sehingga saya tabrak," katanya.

Usai menabrak, sepeda motor miliknya dibawa ke markas Direktorat Sabhara. Dia dipukul dengan tangan kosong dan wajahnya ditampar.

"Perut saya juga ditunjangi berkali-kali. Kuping juga masih berdengung sampai sekarang. Polisi lain yang mungkin anggotanya tidak ada yang memisah. Mereka hanya melihat-lihat saja,"sambungnya.

Penamparan yang dialaminya itu berlangsung cukup lama, sebelum akhirnya ibu korban datang ke Direktorat Sabhara. "Saya terus ditampari. Begitu ibu datang saya langsung mengadu. Tapi ibuku ditolaknya,"sebutnya.

Hingga kini sepeda motor dan KTP miliknya masih ditahan di Direktorat Sabhara, sebagai jaminan.

Oknum Dit Shabara Poldasu, saat dikonfirmasi wartawan via seluler mengatakan, kejadian itu terjadi saat dia usai apel. Dia hendak pulang dan melakukan pemutaran di median jalan yang ada di depan pintu keluar Direktorat Sabhara.

"Saya lagi menunggu giliran untuk memutar, karena kendaraan dari samping banyak yang melintas. Saya lihat dia (Saor) melaju dengan kondisi kencang. Pintu depan dan bemper saya ditabraknya,"ujarnya.

Ditambahkannya, ia tidak ada melakukan pemukulan terhadap korban. Disebutkan, luka yang dialami korban karena ia jatuh dan terseret di badan jalan.

"Saya tidak ada memukul. Habis kejadian masih sempat dia merokok. Tidak ada saya pukuli. Saya menganggapnya ini musibah. Beruntung saja dia tidak meninggal," katanya. (yy)

()

Baca Juga

Rekomendasi