Arung jeram adalah olah raga yang sangat mengasikkan. Sorak sorai, teriakan pendayung dan goyangan perahu karet menambah akrab dan indahnya suasana.
Arung jeram adalah olah raga yang boleh dikata tempat uji nyali atau uji adrenalin. Olah raga ini membutuhkan skill, fisik yang prima dan peralatan keselamatan yang standar sehingga peserta Arung Jeram cukup mental dan percaya diri untuk menyusuri derasnya arus sungai. Pada Arung Jeram, sengaja dicari lokasi arus sungai yang deras berkombinasikan bebatuan dan tebing-tebing terjal sehingga tantangan yang dihadapai cukup memenuhi syarat untuk sebuah olah raga.
Kabupaten Serdang Bedagai telah di anugerahi Tuhan tempat-tempat wisata demikian indah dan bervariasi, dari mulai pantai, air terjun, wisata budaya sampai kulinernya pun menjadi tempat kunjungan wisatawan. Sehingga boleh dikata kalau ingin menikmati variasi tempat wisata maka Serdang Bedagai lah tempatnya. Pengunjung yang akan menginap bisa saja memilih di sekitar pantai karena di beberapa pantai telah tersedia penginapan yang memadai. Sebenarnya kalau di sekitar perkotaan ada penginapan, ini akan menambah gairah wisatawan yang mau berkunjung ke Serdang Bedagai yang dijuluki “Tanah Bertuah Negeri Beradat ”.
Ancol Arung Jeram (AAJ) yang berlokasi di Dusun III Desa Buluh Duri Kecamatan Sipispis. Di sini telah tersedia Home Stay, sekitar dan 20 unit peralatan arung jeram (lengkap) dengan sekitar 20 orang pemimpin tim (skipper) yang merupakan pemuda setempat yang sudah dilatih dan berpengalaman yang selalu siap melayani pengunjung. Biaya untuk sekali berarung jeram Rp. 180.000,- per orang termasuk peralatan arung jeram lengkap seperti pelampung, helm dan sebagainya juga transportasi lokal, snack siang dan makan sore.
Jarak yang ditempuh peserta arung jeram sejauh 15 kilometer dengan lama perjalanan 4-5 jam, melintasi enam desa yakni, Desa Bartong, Serbananti, Pekan Sipispis, Silau Padang, Marjanji dan Desa Buluh Duri. Setiap tempat yang dilalui mempunyai rintangan gelombang dan tingkat kesulitan yang berbeda. Titik start berada di Desa Huta Bayu.
Untuk menuju desa ini jalan masih sangat jelek sehingga sopir harus ekstra hati-hati dan finish di Ancol. Dari sekian banyak jeram yang di lalui hanya beberapa jeram yang memiliki nama diantaranya jeram Mikey, Sihorbu, Ngehek, Roller Coster, Siawal, Ranggasan, serta jeram Kodok yang masing-masing memiliki ciri khas dan tingkat kesulitan tersendiri. Diberi nama Jeram Ngehek, karena arus dan gelombang cukup keras.sungainya.
Di sini peserta kadang-kadang meminta Skipper untuk sengaja membalikkan perahu agar suasana lebih meriah. Sedangkan Jeram Roller Coaster memiliki arus sungai yang tidak terputus-putus seperti permainan Roller Coaster. Selain mendayung perahu, peserta juga sesekali bisa melompat dari perahu ke sungai sambil berenang dan mandi terutama di daerah yang arus sungai agak tenang. Setiap peserta sudah di lengkapi dengan baju pelampung sehingga mereka tidak perlu terlalu khawatir untuk terjun ke air.
Sebelum mencapai finish, peserta ditantang untuk melompat dari tebing yang tingginya sekitar lima meter ke sungai yang dalam. Aksi ini ternyata memicu adrenalin sejumlah peserta untuk ikut melompat. Namun sebelum melompat mereka diberi pengarahan demi keselamatan. Karena sebelum memulai petualangan pun peserta sudah terlebih dahulu dikenalkan dengan olah raga sungai ini termasuk beberapa teknik dasar mendayung dan penyelamatan ketika jatuh ke sungai. Tidak lupa juga sebelum menaiki perahu, para peserta diajak berdoa bersama dan melakukan salam dayung.
Ancol Arung Jeram memiliki grade (tingkat) yang aman untuk pemula, walaupun mendebarkan tetapi mengasyikan dengan pemandangan air terjun, tebing yang terjal di bentengi oleh batu cadas yang tersusun rapi sangat menakjubkan seperti ada yang memahat. Ini semua terjadi karena alam dan arus sungai yang deras dan berlangsung bertahun-tahun. Olah raga arung jeram ini merupakan olah raga yang penuh tantangan namun mengasyikkan. Sambil berolah raga sekaligus dapat berwisata dengan menikmati pemandangan dan tebing sungai yang indah.
Air Terjun Bagula
Air sungai yang jernih dan segar ditambah panorama lembah sungai yang indah membuat peserta berdecak kagum sambil mendayung perahu. Tidak jauh setelah meninggalkan titik start, kami sedikit tercengang dihadiahkan pemandangan istimewa dengan sebuah air terjun di antara sungai.
Oleh penduduk setempat, air terjun itu dinamakan Air Terjun Bagula yang memiliki ketinggian kira-kira 10 meter. Setiap perahu berusaha sekuat tenaga mendayung untuk mendekati air terjun tersebut. Walau air di sekitar air terjun itu sedikit ganas, tapi demi merasakan jatuhan air untuk menyegarkan tubuh, biasanya setiap perahu beradu cepat untuk sampai ke air terjun. Setelah sampai, sorak sorai pun membahana menandakan suatu kepuasan yang tidak dapat terlupakan. Di sinilah kekompakan peserta di uji agar perahu sampai ke tempat tujuan dengan selamat.
Potensi Alam
Pertemun dua anak sungai akan di jumpai saat melakukan arung jeram. Di sini para peserta selalu rehat sejenak menikmati bebatuan diantara dua sungai. Ada juga peserta yang keranjingan batu cincin berusaha mencari batu yang dirasa bagus untuk di bawa pulang. Sepanjang perjalanan menyusuri sungai, banyak ditemukan potensi alam seperti sumber mata air yang keluar diantara bebatuan besar dan air ini bisa langsung di minum.
Lembah sungai yang mirip grand canyon dan ukiran bebatuan yang rapi akibat pengikisan air menambah indahnya petualangan. Pada beberapa lokasi kami juga menjumpai tanaman anggrek hutan yang tumbuh pada tebing sungai. (Muhammad Ali, MLS)











