Sebagai khatib dan imam, Al Ustad DR H Ansari Yamamah. Dalam tausiahnya, Ustad Ansari menegaskan, tingkat tertinggi prestasi seorang manusia dilihat dari ketaqwaannya terhadap Allah swt. Orang-orang yang bertaqwa adalah manusia yang tunduk dan patuh terhadap segala komitmen ketuhanan.
“Orang yang memegang komitmen ketuhanan, mereka akan berbahagia dalam menjalankan ibadah kepada Allah,” ucapnya.
Dikatakannya, selain ketaqwaan seorang manusia juga harus memiliki komitmen berdasarkan institusional kemanusiaan, artinya setiap mereka dalam berbagai profesinya harus senantiasa mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, kejujuran dan persaudaraan.
Orang-orang yang bertaqwa dalam pengabdian, yaitu manusia yang jika diberikan jabatan oleh Allah, mereka tidak pernah melakukan kemunafikan, selalu mengedepankan nilai kejujuran atas jabatannya.
“Karena setiap jabatan akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah,” tegasnya.
Manusia banyak masuk ke dalam derita neraka karena mereka mempunyai hati, kecerdasan spiritual tetapi mereka tidak pernah memaksimalkan kecerdasan spiritual itu untuk Allah.
“Mereka tidak pernah mempergunakan ilmu pengetahuan untuk umat manusia, tetapi mereka selalu menyombongkan diri serta tidak pernah memaksimalkan kecerdasan untuk kepentingan umat manusia, manusia seperti itu tergolong kepada manusia yang menderita batin dan manusia yang lalai,” ungkapnya.
Lebaran adalah hari kemenangan, idulfitri dimaknai dengan kembali kepada jiwa yang fitrah. Fitrah adalah orang yang sadar melakukan kebaikan, kebenaran, mengedepankan nilai-nilai suci dalam kehidupan.
“Mari kita mempersiapkan kehidupan dengan selalu berbuat kebaikan kepada seluruh umat manusia, karena salah satu tanda jasa manusia kepada Allah, yaitu berbuat kebaikan kepada orang lain. Selalu berpegang kepada hadis Muhammad SAW, manusia adalah mereka yang dapat bermanfaat kepada orang lain,” kata Ustad Ansari.
Usai melaksanakan salat Idulfitri, walikota menggelar silaturahmi dengan seluruh masyarakat Kota Binjai di Pendopo Umar Baki. (nov)











