Medan, (Analisa). Ketua Umum Majelis Zikir Tazkira Sumut, Buya KH Amiruddin MS mengatakan, ada lima ciri khas pengikut Nabi Muhammad Saw yang menjadi ciri bagi kehidupan orang-orang mukmin.
“Jika lima ciri khas ini dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari orang-orang mukmin, maka mereka akan mendapatkan ampunan dan pahala yang besar dari Allah Swt,” katanya, dalam tausiahnya pada zikir dan doa Pengajian Wanita Medan (PWM) di Masjid Agung, Senin (18/1).
Hadir dalam acara itu, Penasihat dan Ketua PWM Hj Yusrah Siregar dan Hj Dewi Harahap. Acara diawali pembacaan Alquran dilanjutkan zikir dan doa dipimpin Buya KH Amiruddin MS.
Menurutnya, dalam Alquran Surah Al-Fath Ayat 29, Allah menjelaskan lima ciri khas pengikut Nabi Muhammad. Pertama, keras terhadap orang-orang kafir. Kedua, saling berkasih sayang sesama mereka. Ketiga, mereka ruku’ dan sujud. Keempat, mencari karunia dan keridhoan Allah dan kelima, di wajah mereka tampak bekas sujud.
Memperhatikan lima hal itu, maka, orang-orang mukmin itu tegas dalam menentang kemungkaran. Yakni, segala perilaku yang tidak sesuai dengan kebenaran, keadilan dan perintah Allah. Saling berkasihsayang dengan sesamanya dalam rahmat Allah. Rajin beribadah dengan salat berjamaah. Rajin berinisiatif dan kreatif dalam rido Allah serta, di wajah mereka penuh ketawaduan, rendah hati dan berakhlak mulia.
“Karena itu, tidak salah Allah mengutus Nabi Muhammad ke atas bumi ini, disebabkan Rasulullah Saw memiliki akhlak yang mulia. Begitu juga Rasulullah mengatakan, dia diutus Allah ke atas bumi ini untuk menyempurnakan akhlak manusia,” ujar Buya.
Angkatan Muda
Sementara itu, dalam tausiahnya dalam zikir majelis zikir Angkatan Muda Tazkira Sumut, Minggu (17/1), Buya membahas tentang “Life Philoshopy” (Filsafat Hidup dan Kerja) menjelaskan, seorang profesional haruslah menampilkan kerja yang baik secara proporsional.
Selain itu, sambungnya, memilih pekerjaan yang berkualitas untuk mencapai hasil yang maksimal, selalu menyelesaikan pekerjaan secara maksimal, mengkomunikasikan catatan prestasi kepada orang lain, dan mewujudkan rasa syukur atas hasil yang dicapai.
Ditambahkannya, dalam kuliah tasawuf di Rumah Tasawuf dan Tahfizhul Quran Baitul Mustaghfitin Al-Amir Jalan Suluh No 137 Medan, Minggu (24/1) dimulai pukul 07.30 akan menghadirkan penceramah Prof Dr H Muzakir MA. Kuliah tasawuf ini terbuka untuk umum. (sug)











