Kisaran, (Analisa). Sebanyak 17 Vikar menjalani penahbisan dipimpin Bhisop Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Pdt Oloan Pasaribu MTh, di GKPI Jemaat Khusus Kisaran. Kegiatan penahbisan pendeta se-Indonesia itu diikuti sekira 1500 an jemaat, Minggu (6/11), pukul 18.00 WIB.
Ke-17 Vikar melakukan penahbisan di antaranya, Bayu Togar Satria Siahaan STh, Binsar Manalu STh, David Firman Yanus Larosa STh, Dewi Manalu STh, Edy Saputra Simamora STh MSi, Elia Pranata STh, Fery Mustopo Yuwono Sihombing MTh, Hermalela Simorangkir STh.
Hesron Hansen Sihombing STh, Jonson Marpaung STh, Oki Hardani Lumbangaol STh, Ronald Patiar Hutabarat STh, Togu Paskarya Apriono Sihite SSi, Theodorus Benyamin Sibarani SSi MKesos, Wage Hendro Freddy Sihombing STh, Zole Sihombing STh dan Zulkarnain STh.
Ketua Panitia Penahbisan Pendeta Polman Simarmata menyampaikan, penahbisan pendeta 2016 kali ini dirangkai dengan beberapa kegiatan di antaranya, peresmian gedung sekolah minggu, peresmian rumah dinas Koordinator Wilayah (Korwil) V Asahan Labuhanbatu dan perayaan HUT GKPI Jemaat Khusus Kisaran ke-52 tahun.
Dia mengatakan, kegiatan ini merupakan event bersejarah bagi GKPI Jemaat Khusus Kisaran yang baru pertama sekali dilaksanakan penahbisan pendeta GKPI se-Indonesia sejak 1964-2016. Semoga hamba-hamba Tuhan baru saja menjalani penahbisan menjadi seorang pendeta dapat memberikan pelayanan ekstra kepada umat nasrani dimana pun nantinya ditempatkan.
Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) dibacakan Ferlin Nainggolan menyampaikan, menyambut baik atas segala upaya dan prakarsa yang telah dilakukan panitia untuk melaksanakan acara itu, karena adanya kerjasama yang baik antara panitia dan seluruh jajaran GKPI Jemaat Khusus Kisaran.
Dikatakan, pelaksanaan penahbisan pendeta GKPI ini bertujuan agar para pendeta nantinya dapat melanjutkan tugas-tugas dan pengabdian yang diamanahkan terutama dalam pembinaan jemaat dan meningkatkan pelayanan keagamaan kepada masyarakat khususnya dalam lingkup GKPI ini.
Karenaitu, seorang pendeta harus dapat meningkatkan ilmu dan wawasannya yang dilandasi dengan iman dan kasih Tuhan,sehingga, pelayanan kepada para jemaat akan semakin baik dan jemaat cinta terhadap gerejanya.
Bhisop GKPI Pdt Oloan Pasaribu MTh menyampaikan, pengangkatan pendeta di GKPI dilakukan dengan selektif. Dikatakan, jika nilai standarnya seorang pendeta tidak tercapai, mereka tidak akan diterima menjadi vikaris. Setelah menjadi vikaris, mereka tiga tahun ditempatkan untuk mengenal masyarakat dan jemaat. Dikatannya lagi, nantinya setelah ada rekomendasi dari pembimbing maka baru bisa ditahbiskan.
Artinya, lanjutnya lagi, dalam duniawi harus dapat menerapkan prinsip saat melayani jemaat. “Jamita I do uhulahon jala ulahon ki do hujamitahon” yang dalam bahasa modernnya yakni integeritas atau seturut kata dan perbuatan.
Karena itu, tugas menjadi pendeta merupakan panggilan hati sebagaimana karya yang Yesus telah lakukan. Sebab, modal utama seorang pendeta adalah firman dan roh serta tidak ada kuasa-kuasa dunia yang mampu menaklukan hal itu. (ari)










