Diawetkan 2100 Tahun

Mumi Xin Zhui Ditemukan Nyaris Utuh

MUMI seorang wanita yang telah diawetkan selama lebih 2100 tahun dianggap sebagai mumi dengan kondisi paling utuh atau ter­baik yang pernah ditemu­kan. Penemuan mumi dalam kea­daan utuh ini membuat kagum ilmuwan di Tiongkok. Kekaguman ilmuwan bu­kan tanpa alasan. Pasalnya kulit mumi itu lembut, tangan, dan kakinya bisa menekuk. Bahkan, organ tubuhnya ma­sih utuh. Jenazah itu juga masih memiliki rambut, bulu mata, dan memiliki golongan darah A.

Lady Dai, yang juga dike­nal sebagai Xin Zhui, hidup pada dinasti Han (202 SM - 220), satu dari tiga dinasti paling berpe­ngaruh di Tiong­kok sepanjang sejarahnya. Dia adalah istri dari Marquis of Dai. Makamnya ditemukan di dalam bukit dikenal sebagai Mawangdui, di Changsha, Hu­nan, Tiongkok pada tahun 1971 ketika pekerja tengah meng­gali tempat penam­pung­an serangan udara.

Menurut otopsi, Xin Zhui menderita kom­plikasi seperti kele­bihan berat badan (obesi­tas), menderita sakit pung­gung, tekanan darah ting­gi, arteri tersumbat, pe­nyakit hati, batu empedu, dia­betes, dan memi­liki jantung yang rusak parah.

Dia meninggal karena se­rangan jantung pada usia 50 tahun. Setelah meninggal, para ahli memperlakukan Xin Zhui dengan gaya hidup me­wah. Saking mewahnya, dia dijuluki The Diva Mummy ka­­rena kehidupan yang me­wah meski sudah meninggal dunia.

Hebatnya, arkeolog fo­ren­sik telah menyimpulkan bah­wa makanan terakhir Xin Zhui adalah satu porsi melon. Di makamnya, yang diku­bur­­kan sedalam 12 meter di bawah tanah, dia memiliki lemari berisi 100 pakaian su­tra, 182 potongan guci me­wah, alat make-up, dan perlengkapan mandi.

Dia juga memiliki 162 pa­tung-patung kayu berukir yang mewakili pegawai di makamnya.

Menurut catatan, jasad Xin Zhui ini telah terbungkus dalam 20 lapisan kain sutra, direndam dalam cairan agak asam, dan disegel dalam em­pat peti mati. Kubah peti mati Xin Zhui kemudian dikemas dengan lima ton arang dan disegel dengan tanah liat.

Makam yang begitu rapat tersebut membuat air tak mu­dah masuk ke dalam peti dan kedap udara. Sehingga, bak­teri tidak mampu berkem­bang yang membuat tubuh mayat masih dalam kondisi hampir ‘sempurna’. (sun/es)

()

Baca Juga

Rekomendasi