Obit untuk Kelestarian Bumi

Oleh: M. Anwar Siregar

OBIT untuk kelestarian lingkungan bumi, merupa­kan bagian gerakan nyata penanaman pohon secara serentak, dan bertujuan antara lain sebagai upaya konservasi keanekaragaman hayati, pe­nyerapan karbon untuk men­cegah dampak perubahan iklim serta mendukung keta­hanan pangan dan energi un­tuk kesejahteraan masyara­kat.

Obit yang digagas peme­rin­­tah Indonesia identik de­ngan gerakan menanam satu milyar pohon atau One Billion Indonesia Tress (OBIT) Dengan OBIT, ma­ka ba­nyak efek positif bukan untuk ma­sya­rakat saja, teta­pi bisa juga untuk faktor eko­no­mi, ke­les­ta­rian lingkungan, kelestarian pangan dan kelestarian la­pis­an ozon serta ke­lesta­rian sum­ber daya energi yang ber­basis ekologi.

Obit Energi

Sementara itu ruang-ruang bagi pemu­kiman, kegiatan ser­ta mobilitas manusia juga memerlukan pengaturan ter­sendiri. Bila tidak, maka ber­bagai kebutuhan pe­mu­kim­an, kegiatan energi serta mo­bilitas manusia dapat ber­tum­pang tindih dengan ke­bu­tuhan ruang-ruang konser­vasi serta budidaya.

Dalam pemba­ngunan ber­basis ekologi OBIT untuk kon­servasi ener­gi dari pena­naman pohon semilyar sa­ngat penting untuk ketahanan energi, memerlukan ruang yang sudah kritis dapat di­manfaatkan de­ngan metode rehabilitasi, misalnya dalam pemanfaatan penanaman po­hon jarak un­tuk penggunaan energi nabati, penanaman pohon kelapa untuk pengem­bangan energi dari hasil sisa kopra yang lalu di daur ulang menjadi energi biofuel naba­ti.

Penting penanaman ber­ba­gai jenis pohon yang dapat di daur ulang menjadi energi, dapat mengurangi beban pa­nas di lapisan ozon, me­ngu­rangi suhu pemanasan laut di negara-negara tropis seperti Indonesia, Banglandes dan India. Pengurangan panas global dapat mengendalikan lost generation dan eskalasi invasi ke lahan hijau suatu ta­ta ruang perkotaan, sekali­gus mengendalikan pe­mukiman kumuh dan ber­bagai jenis pe­nyakit.

OBIT sangat penting da­lam pemba­ngun­an ketahanan pangan energi dan pa­pan ter­utama dalam ketersediannya, yang terlihat dari pemanfaat­an untuk pemba­ngunan pa­ngan dan papan di berbagai dae­rah di Indonesia. Selain itu, OBIT akan menempat­kan Indonesia sub polar keta­hanan perubahan iklim global dan pengen­dalian emisi CO2 dunia.

OBIT Ekonomi

Penanaman pohon akan memberikan imbas bagi pe­ningkatan ekonomi. De­ngan banyaknya penanam­an po­hon akan mem­berikan do­rong­an kuat bagi petani da­lam pengadaan bibit pohon untuk membentuk dan mem­bangun ekonomi hijau. Eko­nomi hijau yaitu rehabi­litasi lingkungan, mengu­rangi ero­si serta adanya sis­tem cover cross yang ber­fung­­si mem­perbaiki kondisi tanah sebe­lum ditanam tumbuhan.

Pembangunan Ekonomi hijau yang ber­basis OBIT da­pat memberikan efek posi­tif bagi keberlangsungan pem­bangunan ling­kungan hidup di Indonesia, yang sema­kin terasa manfaatnya dengan ada­nya per­ha­tian yang besar sejak era pemerin­tahan SBY, dengan menempatkan Indonesia berda­gang karbon de­ngan pemerintah Nor­wegia yang di mulai dilaksanakan tahun 2011. Indonesia akan mendapatkan keun­tungan financial, sebab pemerintah Nor­wegia akan memberikan bantuan dana sekitar satu miliar dolar Amerika Serikat (AS) untuk pelestarian hutan di Indonesia sebagai bagian implementasi konsep REDD ± (Reducing Emissions from Deforestation and Degradation).

Metode OBIT meng­­ubah perilaku kita dalam meman­dang ling­kung­an, mengubah paradigma kita yang meman­dang hutan ter­utama hasil hu­tan (po­hon) yang tidak di­hancurkan dan ditebang be­gi­tu saja, ta­pi da­pat mening­katkan kua­litas lingkungan melalui pe­nanaman pohon semilyar un­tuk mencegah ke­rusakan ling­kungan yang ber­basis eko­nomi hijau, dan juga ba­gi­an yang terkait dalam peng­entasan kemiskinan, yai­tu memberikan pekerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi yang berkesinam­bungan

Dengan komitmen mem­ba­ngun eko­nomi hijau yang berbasis OBIT, merup­a­kan filosofit dan gerakan untuk mengurangi resiko kerusak­an lingkungan dalam rangka meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia dan kese­taraan sosial, masyarakat te­lah memberikan keteladanan dalam mem­berikan warisan lingkungan bagi generasi men­datang yang lebih cerah ba­gi kehidupan di bumi In­do­nesia.

obit Lingkungan

Bahwa pengurangan ka­wasan hutan sebagai akibat dari pertumbuhan penduduk dan pengembangan investasi adalah sebuah keniscayaan. Oleh karena itu perlu dilaku­kan pengendalian secara ketat melalui sistim OBIT. Agar kawasan hutan di Indonesia tetap berkonstribusi sebagai paru-paru dunia, maka yang dapat dilakukan anta­ra lain perbaikan kualitas tutupan kawasan hutan dan tutupan di luar kawasan hutan yang antara lain telah ditempuh me­lalui program penanaman satu milyar pohon yang telah kita kenal bersama.

Pohon merupakan bagian dari keles­tarian alam, pohon merupakan ekologi pe­ngen­dali pencemaran udara dari jenis energi yang menghasil­kan emisi, ada bebe­rapa po­hon yang berdaya produksi oksigen tinggi dan berdaya serap CO2 yaitu pohon ge­lon­­dongan, nangka, sawo, jambu bol, mangga dan rambutan.

Sebagai fakta untuk me­nge­tahui mengapa pena­nam­an pohon penting bagi kehi­dupan manusia di bumi, yaitu: Pohon menghasilkan peker­jaan dan memberi kon­tribusi untuk bahan baku ba­ngunan, surat kabar, buku dan lebih dari 15.000 produk hutan lainnya., tiga pohon ditanam di tem­pat yang tepat di sekitar bangunan dapat menghemat biaya AC sampai 50 persen. Pohon mening­kat­kan nilai properti. De­ngan penanaman pohon seba­nyak 20 juta pohon, akan ter­sedia oksigen bagi bumi dan penduduknya.

Pohon sebanyak itu akan menghapus 10 juta ton CO2. Dalam satu masa hidupnya, pohon besar bisa menyerap 1 ton karbon dioksida. Po­hon dapat juga diperbaharui, dapat terurai secara biologi dan dapat di daur ulang. Kayu bisa diolah lebih lanjut menjadi produk seperti vitamin, plastik, film fotografi, pasta gigi dan obat-obatan.

Untuk itu diperlukan ko­mitmen masya­rakat, peme­rin­tah daerah dan kalangan industri swasta dan peme­rin­tah pusat seba­gai komponen penting dalam mewujudkan ekonomi dan lingkungan hi­jau asri, ber­kait­an juga de­ngan menekan peng­gunaan energi konvensional untuk pengendalian peru­bahan iklim, meredam dan pengu­ra­ngan emisi, ketahanan lapisan ozon, dan keber­lang­sungan rantai kehidupan serta kelestarian ekosistim yang ter­kait dengan persoalan da­ya dukung lingkungan hidup di daerah rawan bencana yang membu­tuh­kan perenca­na­an lingkungan hijau dan kawasan industri yang mem­butuhkan keserasian tanpa ada persoalan degradasi lingkungan.

Obit, Awet Bumi

OBIT identik dengan ge­rakan menanam satu milyar pohon atau One Billion Indonesia Tress (OBIT), ada bermacam cara un­tuk menja­ga kelestarian bumi dengan bebe­rapa point yang sudah disebutkan diatas.

Dalam konteks menyela­matkan dan melestarikan bu­mi, Indonesia sebagai ne­gara yang kaya sumber keaneka­ragaman hayati atau mega­bio­diversity ditantang un­tuk memberikan kesehatan yang prima bagi keawetan bumi dengan menempatkan keane­ka­ragaman hayatinya secara berke­sinambungan sebagai sumber pangan, energi, ba­han baku yang akan menjadi modal pembangunan.

Pola lainnya untuk menja­ga keawetan bumi antara lain menekan pemborosan ener­gi, sehingga Indonesia tidak per­lu lagi mengimpor bahan ba­ku energi, menekan pem­­ba­ngunan fisik yang ber­ben­tuk horizontal agar tidak me­ne­kan daerah hijau, meng­kam­panyekan kepada setiap indi­vidu untuk selalu berken­da­raan hemat energi yang ber­basis energi hijau dan trans­portasi massa yang berbasis energi alternatif.

Dengan Pola pembangun­an yang meng­gunakan basis OBIT, kita telah turut mem­be­rikan sumbangan yang sangat berharga begi kehi­dup­an di bumi.

(Penulis Enviromen Geologist, pemerhati masalah tata ruang lingkungan dan ener­gi geosfer)

()

Baca Juga

Rekomendasi