SEBELUM tertarik dengan hewan-hewan satu ini, coba jangan pernah tertipu dengan rupa, unik, indahnya.
Berhati-hatilah, hewan-hewan yang kita anggap menarik adalah hewan beracun. Terkadang kita akan tertipu,jika hewan yang terlihat tidak berbahaya ternyata mempunyai racun yang mematikan.
Berikut beberapa hewan yang tampak tidak berbahaya tapi sebenarnya mematikan:
1. Cone Snail
Dilihat dari bentuknya, memang tidak terlkihat berbahaya. Tetapi sebenarnya binatang ini sangat beracun. Sumber racunnya bearada di ujung pangkal mulutnya dan racunnya lebih dari cukup untuk membunuh hanya dalam waktu empat menit saja.
Racun tersebut ditembakkan seperti panah yang bahkan mampu menembus baju selam yang cukup tebal.
Efeknya apabila korban terkena racun ini adalah syaraf-syaraf didalam tubuh akan menjadi malfungsi, sang korban akan menjadi beku seketika dimana tidak ada satupun otot yang akan bisa digerakkan.
2. Gurita lingkaran biru (Blue-Ringed Octopus)
Gurita ini hanya berukuran sebesar bola pingpong, tapi racun hewan laut ini mampu membunuh sekitar 26 orang. Pada awal gigitan, tidak ada gejala seperti rasa sakit, tapi dalam waktu 10 menit, gejala mulai terlihat seperti mual-mual dan muntah.
Ada juga beberapa kasus yang menyebabkan kelumpuhan dan kematian. Dan sampai saat ini pun belum ada penawar untuk racun gurita ini.
3. Puffer Fish
Kulit dan organ-organ tertentu dari ikan buntal (Puffer Fish) sangat baracun bagi manusia, dan biasanya akan mematikan bagi nelayan yang tidak berpengalaman menangkap dan memakan ikan ini.
Racun ikan ini dapat mematikan bibir, lidah dan bahkan menyebabkan kelumpuhan otot. Kebanyakan korban meninggal dalam waktu 24 jam.
Racun mematikan bernama Tetrodotoxin (TTX) terkandung dalam ikan berbadan gendut ini. Racun yang lebih kuat dari sianida tersebut mengakibatkan kesulitan bernafas pada seseorang sebelum berujung pada kematian. Yang unik, sejumlah koki profesional (dengan sertifikat) di Jepang memisahkan bagian daging yang bisa dikonsumsi dari ikan buntal sebagai hidangan dengan cita rasa tinggi.
4. Poison Dart Frog (Katak Panah Beracun)
Katak beracun ini tidak hanya dari satu spesies saja, melainkan seluruh dari famili katak ini yaitu Dendrobatidae bersifat beracun.
Jika dilihat sekilas katak ini memang tampak menarik dan indah untuk dilihat, namun jangan pernah sekali kali untuk menyentuhnya.
Salah satu spesies yang paling mematikan, golden dart forg memiliki racun yang sangat poten dimana dalam jumlah sedikit sudah dapat membunuh manusia dewasa.
Racun ini mengandung pumiliotoxin, histrinicotoxin, bathrachotoxin, yang dapat memblok sinyal saraf ke otot yang dapat menyebabkan kelumpuhan dan kematian.
Oleh karena itu racun pada katak ini sering dimanfaatkan dalam pembuatan panah beracun oleh suku-suku pedalaman di Amerika yang digunakan untuk perang ataupun pertahanan diri.
5. Kayan Loris
Kukang Kayan (alias slow loris) adalah jenis primata noktural - hewan yang tidur pada siang hari, dan aktif pada malam hari. Jika diperhatikan secara seksama, kukang kayan ini tampak begitu menggemaskan.
Hewan ini memiliki mata yang besar dengan bulu lembut nan indah. Di balik keindahan tampilannya, kukang kayan masuk dalam kategori primata yang berbisa.
Mereka diketahui memiliki gigitan yang sangat beracun. Bisa yang mereka keluarkan dapat menyebabkan syok anafilaksis (reaksi alergi yang tergolong berat) dan melumpuhkan manusia hingga tewas.
6. Honey badger (Luwak Madu)
Luwak madu memang memiliki ukuran tubuh yang sangat kecil. Akan tetapi, jangan biarkan ukuran kecil tersebut menipu Anda.
Hewan karnivora kecil yang hidup di kawasan padang pasir Afrika Selatan dan Botswana itu memiliki reputasi sebagai binatang yang tak kenal takut di dunia.
Bahkan, seekor luwak madu dapat menyerang hewan yang memiliki ukuran tubuh lebih besar dari dirinya. Seperti buaya, singa dan antelop.
Selain itu, mereka juga dikenal sebagai pemanjat ulung. Hewan ini gemar memanjat pohon untuk mengambil telur burung dan memakannya.
7. Koala
Sebagian dari Anda tentu sudah tak asing lagi mendengar nama koala. Binatang berbulu ini tampak lucu dan sangat populer bagi pengunjung kebun binatang.
Koala masuk dalam kategori hewan marsupial, kelompok mamalia yang betinanya memiliki kantong perut.
Saat memelihara bayi koala, seekor induk akan memasukkan anaknya ke dalam kantung hingga beranjak dewasa. Hewan ini berasal dari Australia. Kebanyakan tinggal di hutan kayu putih dan kerap memanjat pohon.
Koala akan lebih sering terlihat tidur di atas pohon. Sikap malas koala itu yang membuat banyak orang gemas akan prilakunya. Namun, jangan salah sangka. Seekor koala dewasa memiliki berat badan hingga 14 kilogram, memiliki kuku dan gigi yang tajan dan rahang yang kuat.
8. Panda Merah
Panda merah (firefox) adalah hewan mamalia yang tampak begitu menggemaskan. Sesuai namanya, panda merah memiliki bulu tebal berwarna merah kecokelatan dan berkaki hitam. Mukanya berbentuk bulat dengan garis merah kecokelatan dari mata hingga mulutnya.
Panda merah aktif pada waktu pagi dan senja. Di siang hari, mereka tidur dan beristirahat di dahan pohon. Walaupun memiliki sistem pencernaan hewan karnivora, panda merah memiliki kebiasaan seperti hewan herbivora.
Makanan utamanya adalah bambu, dan termasuk aneka buah, akar-akaran, rumput, beri dan tumbuh-tumbuhan lainnya.
Meski tampak lucu, Anda diminta untuk tak mendekatinya. Panda merah adalah hewan yang agresif dan dapat menyerang Anda apabila merasa terancam. Gigi dan cakar mereka juga mampu merobek daging mangsa dengan begitu mudah.
9. Cape Buffalo (kerbau Cape)
Cape Buffalo biasanya ditemukan di daerah satwa liar yang dilindungi (yang memiliki banyak air), seluruh sub-Sahara Afrika. Empat sub-spesies dari Afrika Buffalo telah diakui dan pada dasarnya mencerminkan jenis yang berbeda wilayah dan habitat mereka tinggal.
Di padang rumput yang lebih terbuka, kerbau Cape muncul pada peternakan besar yang dapat angka hingga seribu orang.
Di Afrika, kerbau Cape dianggap sebagai bagian dari lima besar daftar hewan Afrika yang paling berbahaya. Keempat hewan lainnya yang ada di daftar lima besar itu adalah singa, gajah Afrika, macan tutul dan badak.
Tidak seperti hewan padang rumput lainnya, kerbau Cape terkenal sangat antagonis dan terkadang menghadapi predator mereka dengan kepalanya, mencari kesempatan untuk menyerang kembali. Diantara kawanan penggembala, hewan ini dikenal menyerang dan membunuh predator besar bahkan singa.
10. Lalat Tsetse
Tsetse mencakup semua spesies dalam genus Glossina, yang biasanya digolongkan dalam famili tersendiri, Glossinidae. Tsetse merupakan vektor penyakit trypanosomiasis, yang menyerang manusia dan binatang ternak.
Tsetse adalah lalat raksasa dari Afrika, panjang tubuhnya dapat mencapai 1,6 cm dari ujung kepala hingga ekor.
Tsetse adalah carrier (pembawa) bagi parasit Trypanosomiasis, jadi Tsetse tidak menghasilkan racun dan tidak berbahaya sebelum dia sendiri tertular Trypanosomiasis.
Lalat ini suka menghisap darah, apabila darah korbannya telah terinfeksi Trypanosomiasis maka Tsetse akan tertular parasit tersebut dan dapat menyebarkan ke korban-korban berikutnya yang dihisap darahnya, karena air liur dari lalat ini ikut masuk kedalam lubang gigitan saat dia menghisap darah.
Parasit Trypanosomiasis, menyebabkan demam, migrain dan menimbulkan kantuk yang luar biasa. Korban dapat tertidur (biasanya disebut Sleeping Sickness), dan bila tidak segera disembuhkan maka korbannya tidak akan pernah bangun lagi (meninggal). (wkp/listvs/es)











