Oleh: Jeslyin.C.Ht.Galung.
Dahulu kala ada seorang anak bernama Lala. Lala adalah anak yang pemberani, pantang menyerah, dan pintar. Lala memiliki sahabat- sahabat yang selalu bersamanya yaitu Dini dan Mira. Dini bersifat riang, dan teman dekat Lala sejak kelas II SD. Sedangkan Mira penyayang, baik hati, berteman dengan Lala saat kelas V SD.
Suatu hari seperti biasa Lala, Dini, dan Mira selalu pulang bersama tetapi kali ini mereka pulang melewati jalan pintas. “Dini, Mira selalu tahu jalan pintas yang lebih cepat dari pada jalan yang dilewati biasa,” kata Lala.
“ Ooouh, okedeh tapi nanti kamu tunjukan ya jalannnya,” jawab Dini dan Mira bersamaan. Saat lonceng bel berbunyi, Lala, Dini, dan Mira pun pulang bersamaan. Saat berjalan pulang Dini menanyakan jalan pintas yang dikatakan Lala saat di sekolah. “ La… mana jalan pintas yang kamu bilang di sekolah?.” Tanya Dini. “ Iya sini ikuti aku ya,” jawabnya. Lala pun menunjukkan jalan yang ia katakan. “ Laa… aku nggak pernah ngeliat jalan pintas yang kamu bilang ini.” Tanya Mira. “ Iya dong inikan jalan pintas gak ada yang tahu.” Jawab Lala. “ sebenarnya kamu tahu jalan ini dari siapa?” Tanya Dini. “Dari tetangga ku, katanya ada jalan pintas.” Jawab Lala. “Haaah…, jadi sebenarnya kamu tahu belum pernah lewat jalan ini?” Tanya Dini dan Mira bersamaan. “Belum pernah sih makanya aku ajak kalian,” kata Lala. Aduh Laa… nanti kita kenapa-kenapa gimana,” jawab dini dan Mira bersamaan dengan rasa takut. “Udah jangan takut kita nggak bakalan kenapa- kenapa kok.” Jawab Lala dengan berani.
Saat mereka berjalan, tiba-tiba Lala melihat sebuah pohon yang dipenuhi boneka- boneka yang digantung dan ada seorang wanita yang duduk disamping pohon tersebut.
“ Mira, Dini kalian lihat gak cewek yang duduk dipohon itu” kata Lala. “Iyaa lihat ayo cepat pergi serem aku sampai merinding” jawab Mira dan Dini bersamaan. Saat sampai di rumah Dini sangat penasaran siapakah wanita yang duduk di dekat pohon itu dan apa gunanya menggantung boneka di pohon. Lala pun langsung mengajak Mira dan Dini untuk menanyakan wanita dan pohon yang di penuhi boneka-boneka bayi. Lala, Dini, dan Mira pun langsung menanyakan hal tersebut kepada satpam yang bekerja dekat situ.
Ternyata dahulu ada seorang wanita yang memiliki anak perempuan. Anak perempuan itu sangat menyukai boneka bayi. Tapi sang anak pun meninggal bunuh diri di pohon itu. Kemudian sang ibu membuat boneka bayi kesayangan anaknya di pohon itu dan menggantungkannya. Akhirnya sang ibu pun bunuh diri dan gantung diri di pohon itu. Semenjak hal itu terjadi warga-warga tak mau melewati pohon itu karena sering melihat arwah sang ibu di dekat pohon tersebut. Akhirnya pun Lala, Dini dan Mira tidak mau melewati jalan tersebut lagi. Lebih baik lama sampai dari pada lebih cepat sampai tetapi berbahaya. (Penulis adalah siswi kelas V-SD Parulian A)










