Medan, (Analisa). Setelah sukses melaksanakan pertemuan warga Pematangsiantar pertama di Restoran Miramar pada 2016 yang dihadiri sekitar 80 orang dan pertemuan kedua di Restoran He Lai Ton pada 2017 dihadiri lebih dari 500 peserta, belum lama ini warga Pematangsiantar yang ada di perantauan Kota Medan kembali melaksanakan pertemuan ketiga di Restoran He lai Ton dihadiri lebih dari 650 peserta.
Ketua Warga Siantar Perantauan Kota Medan, James Tantono mengungkapkan pertemuan ketiga warga Pematangsiantar di Kota Medan dapat berlangsung dengan meriah. Tidak saja dihadiri warga Pematangsiantar yang ada di Kota Medan, tapi juga warga Pematangsiantar perantauan dari dalam dan luar negeri seperti Jakarta, Surabaya, Semarang, Palembang, Pekanbaru, Padangsidempuan, Pematangsiantar dan juga dari Hongkong, Amerika Serikat, Tiongkok dan Australia.
“Pertemuan ini akan dilaksanakan setiap tahun untuk mempererat tali silaturami antar warga Pematangsiantar di Kota Medan dan juga dari daerah lain di Indonesia serta dari luar negeri. Tahun 2020 direncanakan akan dilaksanakan pertemuan sedunia warga Pematangsiantar,” katanya.
Rencana pertemuan sedunia warga Pematangsiantar di Kota Medan tercetus pada waktu pertemuan sedunia warga Pematangsiantar di Hongkong tahun lalu. Ketua Warga Siantar Perantauan Hongkong Lie Tak Sen menekankan dan mendorong agar pada 2020 pertemuan warga Pematangsiantar sedunia kelima dilaksanakan di Medan.
“Kita sudah mulai melakukan persiapan dengan membentuk pengurus Perantauan Siantar Tionghoa Medan (PSTM),” jelasnya.
Sementara Ketua Panitia Pertemuan Warga Siantar Ketiga, Darno Hartono menegaskan pertemuan ini hanya sebatas silaturami antar sesama warga Pematangsiantar yang ada di peratauan. Bukan sebuah organisasi. Masing-masing warga Pematangsiantar yang ada di perantauan bisa melaksanakan pertemuan. “Saat ini baru beberapa daerah di Indonesia yang membuat pertemuan warga Pematangsiantar di perantauan,” katanya.
Diharapkan katanya acara ini akan terlaksana setiap tahun dan diharapkan juga tahun depan akan semakin meriah dan semakin banyak yang menghadiri acara ini dalam wujud mempererat persahabatan para warga perantauan Pematangsiantar di manapun juga. Dengan adanya pertemuan ini perantauan warga Pematangsiantar di daerah lain melakukan hal yang sama. Semakin banyak perantauan warga Pematangsiantar yang melakukan pertemuan akan semakin saling mengenal satu sama lain.
“Secara tidak langsung, dengan adanya pertemuan ini akan menumbuhkan rasa kerinduan kepada daerah Pematangsiantar,” katanya
Adapun susunan pengurus PSTM, Ketua James Tantono, Wakil Ketua Tamin, Singgo Agus. Sekretaris, Hardi Mustafa Oscar, Wakil Sekretaris Charlie Wijaya, Muliadi Lin. Bendahara, Guantanamo, Wakil Bendahara, Herman. Humas, Jhon Langsung, Wakil Humas, Ng Pin Pin, The Bun Liong. Pembina, Edwin Bingei, Alexander Effendi, Anwar Efendy, Cun Cun, Darno Hartono, Ali Sutrisno. Penasehat, Tan Sutansyah, Henry Kosasih, Yang Ju Sien, Kendro Tandar, Rusli Djonni. Pengawas, Eddy Suyanto, Tan Darmawan, Lie Sudianto, Wong John Henry, Aziz Santoso. (rel/rin)











