Ditertawakan saat Sidang MU PBB

Trump Diolok-olok Rakyat AS

New York, (Analisa). Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menjadi bahan olokan rakyatnya sendiri setelah ditertawakan saat ber­pidato di hadapan Sidang Ma­jelis Umum Perserikatan Bangsa-bang­­sa (PBB). Olokan untuk Trump ba­nyak dilontarkan mela­lui media sosial.

Momen Trump ditertawakan itu ter­jadi saat dia berpidato di hadapan Si­dang Majelis Umum PBB pada Selasa (25/9) waktu setempat. Dalam pida­tonya, Trump menggembar-gem­bor­kan pencapaian pemerintahan AS se­jak dia menjabat awal tahun 2017 lalu. Dia bahkan mengklaim pencapaian pemerintahannya melebihi pencapaian setiap pemerintahan yang pernah ada dalam sejarah AS.

"Dalam waktu kurang dari dua tahun, pemerintahan saya telah men­capai lebih banyak hal di­bandingkan nyaris setiap peme­rintahan dalam seja­rah negara kami," klaim Trump dengan per­­caya diri, yang menuai kegaduhan dan tawa di aula Sidang Majelis Umum PBB di New York.

Seperti dilansir The Washing­ton Post, Rabu (26/9), olok-olokan untuk Trump tidak hanya muncul dari publik AS pengguna media sosial tapi juga datang dari mantan pejabat AS dan publik figur setempat.

"Di satu sisi, Anda merasa, 'Ya Tu­han, betapa buruknya saat Presiden Ame­rika ditertawakan di panggung dunia'," sebut Julie Smith yang pernah menjabat sebagai wakil penasihat ke­ama­nan nasional untuk mantan Wa­kil Presiden AS Joe Biden.

"Tapi di sisi lain, Anda merasa se­nang karena Trump akhirnya keluar dari­ gelembung kampanye politik yang terus memberikan kesan kepadanya bah­wa semua orang setuju dengan klaim-klaim palsu yang disam­pai­kannya," imbuh Smith.

"Ada momen saat saya berpi­kir: 'Ini baik karena presiden terekspose pa­da bagaimana cara dunia meman­dang dirinya'," sebutnya.

Kritikan lain datang dari bekas pe­na­sihat top mantan Presiden AS Ba­rack Obama, Ben Rhodes. Semasa Oba­­ma menjabat, Rho­des banyak mem­­ban­tu menyusun pidato-pidato Obama dalam forum PBB. "Presiden-presiden Amerika terbiasa menetap­kan agenda global di UNGA (Sidang Majelis Umum PBB). Sekarang Trump di­tertawakan," sebut Rhodes dalam pernyataan via Twitter.

"Dunia menertawakan @realDo­nald­Trump," tulis ko­median AS, Wan­da Sykes, dalam postingan Twitternya sembari me-mention akun Trump. "Jangan khawatir, Tuan Presi­den, mereka tidak menertawakan Anda. Mereka saling tertawa satu sama lain kepada Anda," ucap host talk show ter­nama AS, Ste­phen Colbert, menyin­dir Trump.

Sindiran juga datang dari Senator Demokrat, Tim Kaine, yang pernah men­jadi cawapres AS yang men­dampingi Hillary Clinton tahun 2016 lalu. Kaine me-retweet kicauan lama Trump dari tahun 2014 yang pernah menyebut Obama sebagai 'bahan tertawaan seluruh dunia'.

"Saya setuju," tulis Kaine dalam kicauannya, merujuk pada postingan Trump yang menyebut 'AS perlu presiden yang tidak menjadi bahan tertawaan seluruh dunia'. Sementara itu, pengamat dari Brookings Institution, Thomas Wright, menilai momen itu setidaknya telah 'menyakiti' Trump.

Hal itu terlepas mes­kipun Trump mengklaim dirinya se­nga­ja melon­tarkan kata-kata itu demi 'memancing tawa'. "Itu pasti menyakitinya (Trump). Mo­men itu tere­kam kamera dan spon­tan. Itu terjadi di salah satu panggung terbesar di dunia," sebut Wright. (Ant/Rtr)

()

Baca Juga

Rekomendasi