CARA terbaik untuk mengetahui dan mencari bukti ada tidaknya kehidupan cerdas selain di Bumi sekaligus untuk menjelajah alam semesta adalah dengan eksplorasi, lebih tepatnya adalah dengan mencari (to search), berkomunikasi (to contact) dan mengunjungi (to visit).
Hanya dengan menghitung kemungkinan-kemungkinan secara statistik tidaklah memberikan jawaban pasti. Eksplorasi adalah jawaban. Eksplorasi juga menjadi sebuah keharusan selain untuk kepentingan ilmu pengetahuan juga untuk mengantisipasi ancaman kepunahan massal dimasa depan.
-To Search.
SETI adalah tempat yang tepat dengan misi khusus untuk menjawab bukti ada tidaknya kehidupan selain di Bumi. Konsep mencari alien saat ini adalah terutama dengan mendengarkan apapun “suara” baik disengaja maupun tidak dilangit semesta dalam rentang frekuensi radio.
Hingga saat ini, ilmuwan SETI masih mendapatkan hasil nihil dalam pencarian alien, termasuk mencari pada objek yang akhir-akhir ini sedang naik daun; Tabby Star (KIC 8462852).
Misi penting lainnya dalam usaha mencari alien adalah proyek Breakthrough Listen. Sebuah misi dalam satu wadah proyek ambisius; Breakthrough Initiatives. Tidak hanya mengobservasi 1.000 bintang terdekat seperti yang dilakukan SETI dalam Phoenix Project, proyek Breakthrough Listen akan mengobservasi 1.000.000 bintang terdekat dengan Bumi.
Breakthrough Listen tak hanya mencari alien dengan “suara” atau frekuensi radio, namun juga secara “visual” yaitu dalam spektrum laser dengan jangkauan 100 galaksi terdekat. Saat ini, teknologi laser terkuat (Lawrence Livermore National Laboratory California) dapat menembakkan energi 1 petawatt atau 1 x 1015 watt dalam waktu nano detik (melebihi kecerahan matahari).
Kedipan laser ini dapat tertangkap sebagai fenomena aneh sebagai kemungkinan sinyal dari alien. Lick Observatory Telescope akan mencari laser alien dalam spektrum inframerah jarak dekat sampai ultraviolet jarak dekat.
Selain laser, dimungkinkan sebenarnya mencari keberadaan alien menggunakan teknik yang sama dengan mencari exoplanet yaitu dengan metode transit. Konsepnya adalah dengan mencari pola bayangan benda artifisial yang tidak biasa seperti halnya ketika menemukan exoplanet (semisal Dyson Sphere).
Cepat
Metode transit photometry ini kemudian dilanjutkan dengan peneropongan secara langsung (direct imaging). Sayangnya peneropongan langsung benda yang berjarak sangat jauh untuk saat ini belum memungkinkan.
-To Contact.
Mencari alien akan lebih cepat jika dilakukan secara timbal balik yaitu saling mencari. Untuk memungkinkan manusia Bumi dicari oleh alien, secara mudah adalah melakukan kebalikan dari misi mencari (to search). (1) memancarkan gelombang radio (2) menembakkan laser (3) membangun benda artificial yang mengorbit matahari.
Sinyal wow (Wow Signal) merupakan sinyal radio yang diterima selama 72 detik oleh Big Ear Radio Telescope pada tahun 1977. Sinyal tersebut terdeteksi hanya sebentar lalu hilang sehingga muncul dugaan hal tersebut merupakan fenomena non alien.
Baru kemudian tiga Benford bersaudara memberikan penjelasan yang yang kemudian dikenal dengan Benford Beacon. Guna meminimalkan biaya mengkontak alien, maka diperlukan strategi yaitu dengan memancarkan gelombang radio dengan durasi pendek kesemua arah dengan pengulangan dalam periode tertentu.
Jadi, dikarenakan masalah biaya misinya adalah untuk mendapatkan perhatian alien, bukan untuk berkomunikasi. Wow signal menjadi misteri dan kandidat sebagai sinyal pertama dari alien yang ditangkap manusia Bumi. Skema dan konsep yang sama dapat diterapkan saat memancarkan gelombang cahaya melalui laser.
Opsi terakhir adalah dengan membangun (1) Dyson Sphere suatu benda mengelilingi matahari untuk memanen energi matahari atau (2) benda lain yang mengorbit Matahari yang jika menggunakan metode transit photometry memberikan pola data yang sama sekali berbeda dengan karakteristik transiting planet ataupun ciri-ciri bintang terdeteksi pada umumnya (pulsar, variable star, flare, heartbeat star, binary dan sebagainya).
Lihatlah Tabby Star. Bintang aneh yang ditemukan oleh sukarelawan (citizen scientist) Planet Hunter. Tabby Star meredup dengan ciri ciri yang sangat berbeda dengan ciri-ciri bintang terdeteksi pada umumnya bukan pula dikarenakan karena adanya transit dari planet (transiting planet).
Membangun Dyson Sphere memberikan keuntungan ganda, memanen energi Matahari sekaligus menarik minat alien. Namun lagi-lagi teknologi ini masih jauh untuk dapat dibangun sekarang. Opsi yang memungkinkan untuk dibangun pada masa sekarang adalah membuat benda mengorbit Matahari sehingga menghasilkan bayangan langsung (direct imaging) yang berbeda dengan bayangan planet.
Bayangkan satelit International Space Station (ISS) yang besar sehingga jika dilihat dari Proxima Centauri maka Matahari akan meredup signifikan. Alien di Proxima Centauri akan mengetahui ada Manusia Bumi karena hasil transit photometry dan direct imaging berbentuk aneh dan tidak wajar.
-To Visit.
Penjelajahan secara langsung ruang antar bintang sebenarnya telah dimulai sejak era Voyager 1 diluncurkan pada tahun 1977. Setelah lebih dari 38 tahun mengarungi luar angkasa dengan kecepatan rata-rata 3,6 AU (astronomical units)per tahun.
Saat ini Voyager 1 berada pada jarak 137,5 AU atau 20 x 109 km dari Bumi, yang menjadikan Voyager 1 wahana antariksa aktif pertama dan satu-satunya yang telah mencapai ruang antar bintang (goes interstellar).
Jika Voyager 1 langsung mengarah lurus ke Proxima Centauri sebagai sistem bintang terdekat dengan Matahari sekaligus kandidat pertama pencarian alien, maka dengan jarak 4,2 tahun cahaya atau ± 268.142 AU dibutuhkan waktu ± 77.182 tahun bagi Voyager 1 untuk mencapai sistem bintang terdekat Proxima Centauri. Sungguh sangat lama, tidak mungkin dilakukan serta menunjukkan betapa tidak signifikannya capaian jarak Voyager 1 sampai saat ini. (lsc/chc/ar)











