Pelaksanaan yang dimaksudkan sebagai seleksi atau penjaringan atlet SMA asal Medan untuk persiapan O2SN tingkat Sumut, memperlombakan lima cabang olahraga yakni atlet, bulutangkis, karate, renang dan pencak silat.
Namun untuk dapat mengikuti O2SN, peserta diwajibkan membayar biaya pendaftaran sebesar Rp 200.000.
Info diterima Analisa, dikenakannya biaya pendaftaran ini kepada peserta karena anggaran kegiatan tidak ditampung di APBD cq Cabang Dinas Pendidikan Medan Utara dan Medan Selatan.
Kepada Cabang Diknas Medan Utara Dinas Pendidikan Provsu H Sakti SPd MPd ketika dikomfirmasi Analisa via telepon , Rabu (12/6) mengelak memberi penjelasan dan mengarahkan agar mengkomfirmasikannya kepada Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Jasmani (Penjas) yang ditunjuk sebagai penyelenggara kegiatan.
Namun Sakti membenarkan, pihaknya tidak menampung anggaran biaya pelaksanaan O2SN di APBD.
Sekretaris MGMP Kota Medan Drs Pesta Lumbangaol yang sekaligus bertindak sebagai Koordinator cabor Karate O2SN, ketika ditemui Analisa jelang technical meeting di GOR Mini Futsal Rabu kemarin membenarkan jika peserta dikenakan biaya pendaftaran Rp 200 Ribu.
Dikatakan, pengutipan biaya pendaftaran ini terpaksa dilakukan karena anggarannya memang tidak tertampung di APBD.
“Kalau di bawah tahun 2017 saat SMA masih di bawah naungan Dikdik Medan, memang anggarannya ada di APBD. Tapi SMA saat ini kan ditangani Pemprovsu. Sementara pihak Dinas Cabang Medan Utara dan Selatan mengaku tidak memiliki anggaran untuk kegiatan ini,” ujar Pesta didampingi Koordinator Cabang Pencak Silat Anggi Muda Siregar.
Karena tidak adanya anggaran di APBD inilah, pihak Cabang Dinas berkoordinasi dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekola (MKKS) dan MKKS menghubungi MGMP Penjas yang akhirnya ditunjuk sebagai pelaksana.
Dari hasil koordinasi tersebut, disepekati, guna membantu biaya pelaksanaan, tiap peserta dikenakan biaya Rp 200 ribu.
Pesta dan Anggi membenarkan, biaya pendaftaran peserta juga tidak akan cukup untuk menutupi biaya pelaksanaan, baik gedung (tempat pertandingan) maupun honor wasit juri.
“Soal kekurangannya nanti kami kembalikan kepada MGMP. Dan dalam pelaksanaan ini kami tetap bekerjasama dengan Pengcab olahraga maupun klub,” ujar Pesta seraya menyebutkan kegiatan karate didukung penuh oleh FORKI Medan pimpinan Hasrul Benny Harahap SH MHum.
Minim
Disinggung mengenai peserta, Pesta membenarkan terkesan minim. Seperti di karate hanya terdapat sekira 52 peserta, pencak silat sementara baru 11, bulutangkis dan renang masing-masing berkisar 40 an peserta.
Anggi Muda bahkan menambahkan, tidak sedikit pula calon peserta yang akhinrya mengundurkan diri atau tidak jadi ikut.Namun keduanya enggan menyebutkan, bahwa minimnya jumlah peserta dampak dari adanya uang pendaftaran ini. (mp)










