Evakuasi Buaya Diharapkan Tidak Kembali Gagal

Evakuasi Buaya Diharapkan Tidak Kembali Gagal
Buaya muara yang terlilit ban bekas berada di tepian sungai (AFP/Daily Mail)

Analisadaily.com, Palu – Salah satu komunitas pecinta reptil di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Family Reptile Tadulako (FARTA), berharap proses evakuasi menyelamatkan seekor buaya muara dari lilitan ban motor bekas oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam dapat berjalan lancar.

Pendiri FARTA, Gunanta, jika tidak segera dievakuasi ban itu dapat membahayakan nyawa buaya. Ia berharap semoga prosesnya berjalan lancer dan ia menyampaikan, poihaknya juga bisa bekerja sama dengan BKDSA.

Menurut Gunanta, sebelumnya sudah banyak upaya ilakukan, tetapi belum pernah berhasil. Apalagi, kata dia, peralatan yang dimilikinya tidak memadai. Tidak hanya itu, sifat asli buaya yang disebutnya pemalu, menjadi masalah utama karena sulit didekati.

“Sifat aslinya sangat pemalu. Itu yang jadi masalah utama. Jadi sangat sulit didekati. Sudah banyak upaya kita coba, dulu bersama timnya Panji dan dibantu juga dengan BKSDA, tapi masih belum ada hasil. Apalagi kalau cuma saya dan teman,” ujarnya.

Komunitas pecinta reptil di wilayah Kota Palu ini juga mengharapkan, jika evakuasi berhasil mereka menyarankan agar buaya dilepas ke Sugai Palu. Karena, habitatnya di sana.

Sebelumnya, upaya BKSDA Sulawesi Tengah menyelamatkan buaya berkalung ban, melalui sayembara tidak membuahkan hasil.

Kini BKSDA mengambil langkah strategis dengan menerjunkan langsung tim khusus dari Jakarta, yang berkoordinasi dengan Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Rencananya, tim penyelamat buaya yang dikerahkan akan tiba di Kota Palu, Selasa (4/2). “Hari Senin koordinasinya, hari Selasa tim dari Jakarta akan turun,” kata Kepala BKSDA Sulteng, Hasmuni Hasmar dilansir dari Antara, Minggu (2/2).

(CSP)

Baca Juga