Rektor Unsyiah: Aceh Daerah Paling Pancasila

Rektor Unsyiah: Aceh Daerah Paling Pancasila
Rektor Unsyiah, Prof Samsul Rizal (kanan) memberikan cenderamata kepada Deputi Pengembangan Setjen Wantanas, Marsda TNI Sungkono (Analisadaily/Muhammad Saman)

Analisadaily.com, Banda Aceh - Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal M.Eng menyampaikan, Aceh sangat lemah dari segi ekonomi. Hal ini terlihat dari angka kemiskinan yang masih tergolong tinggi. Namun dari segi sosial budaya, Aceh bisa dikatakan sebagai daerah yang paling Pancasila.

Walau Aceh punya catatan buruk di mata pemerintah pusat yaitu gerakan perlawanan untuk memisahkan diri dari NKRI, Samsul menegaskan bahwa pemberontakan itu terjadi karena rakyat Aceh menuntut keadilan. Kesimpulan ini didapatkan setelah ia berdialog langsung dengan beberapa mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

"Ini menjadi pembelajaran bagi kita semua bahwa apa yang terjadi di Aceh semoga tidak terjadi lagi di daerah Indonesia lainnya," ujar Samsul Rizal saat menyambut tim Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional yang berkunjung ke Unsyiah, Rabu (19/2).

Tim ini dipimpin Deputi Pengembangan Setjen Wantanas, Marsda TNI Sungkono, didampingi Brigjen TNI Mundasir, Pembantu Deputi Urusan Hankam dari Kedeputian Pengembangan Setjen Wantanas.

Pada kesempatan itu Samsul juga mengapresiasi pemerintah yang telah memberikan perhatian besar bagi masyarakat desa yaitu dengan dikucurkannya dana desa yang bisa mencapai Rp 1 miliar setiap desanya.

Hanya saja dia mengharapkan hal tersebut sebaiknya diiringi dengan memberikan pemahaman bagi kepala desa tentang bagaimana cara membangun desa.

"Ketidaksiapan suatu daerah dalam pembangunan, mengakibatkan ada desa yang sangat maju, dan ada desa yang sangat terpuruk karena tidak bisa memanfaatkan dana desa," pungkas Samsul.

Deputi Pengembangan Setjen Wantanas, Marsda TNI Sungkono menjelaskan, kunjungan mereka ini dalam rangka melaksanakan pengkajian daerah khususnya Aceh untuk mendapatkan informasi actual terkait ketahanan nasional meliputi bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan serta permasalahan lain yang menonjol.

"Hasil kajian ini, nantinya menjadi bahan rumusan Dewan Ketahanan Nasional untuk menghasilkan beberapa rekomendasi kebijakan strategis daerah dan nasional, yang akan disampaikan langsung ke Presiden," ungkapnya.

Rektor Unsyiah sangat mendukung kajian membahas isu strategis seperti ketahanan nasional ini. Sebab hal tersebut sangat terkait dengan isu strategis lainnya seperti pembangunan, kesehatan ataupun keamanan nasional. Di mana semua pihak sudah semestinya terlibat agar negara ini tetap utuh.

(MHD/EAL)

Baca Juga