Obat Virus Corona COVID-19 Ditemukan

Obat Virus Corona COVID-19 Ditemukan
Ilustrasi (Global News)

Analisadaily.com, Beijing - Di tengah kekhawatiran tentang wabah corona COVID-19 di China, kabar baik muncul. Obat untuk menyembuhkan wabah yang telah menewaskan lebih dari 2.200 orang ini ditemukan.

Dilansir dari The Guardian, Jumat (21/2), obat disebut kloroquine atau klorokuin fosfat. Data awal dari uji klinis yang dilakukan di China telah mengungkapkan, kloroquine fosfat dapat membantu mengobati penyakit corona COVID-19.

21 Jul 2020 02:54 WIB

18 Lembaga Negara Resmi Dibubarkan

16 Jul 2020 02:28 WIB

Penduduk Miskin di Sumut Meningkat

Wakil Kepala Pusat Pengembangan Bioteknologi Nasional China, Sun Yanrong mengatakan, klorokuin, obat anti-malaria, dipilih setelah beberapa uji coba terhadap ribuan obat yang ada.

Xinhua melaporkan, obat itu sedang menjalani uji klinis di lebih dari sepuluh rumah sakit di Beijing, Provinsi Guangdong, dan Provinsi Hunan, China.

Berdasarkan uji coba terhadap corona Covid-19, data dari studi obat menunjukkan efek kuratif tertentu dengan kemanjuran yang cukup baik.

Menurut Sun, pasien yang diobati dengan klorokuin menunjukkan penurunan demam yang lebih baik, perbaikan citra CT paru, dan membutuhkan waktu yang lebih singkat untuk pulih dibandingkan dengan kelompok paralel.

Persentase pasien dengan tes asam nukleat virus negatif juga lebih tinggi dengan obat anti-malaria. Klorokuin sejauh ini tidak menunjukkan reaksi merugikan serius yang jelas pada lebih dari 100 peserta dalam uji coba.

Kepala Pusat Pengembangan Bioteknologi Nasional China, Zhang Xinmin mengatakan, klorokuin adalah salah satu dari tiga obat yang memiliki profil menjanjikan terhadap corona COVID-19, lapor China Daily.

Dua obat yang tersisa adalah obat anti-flu, favipiravir, dan kandidat anti-virus yang diteliti oleh Gilead. Favipiravir saat ini dalam uji coba 70 pasien di Shenzhen, Provinsi Guangdong, sementara remdesivir sedang dievaluasi di lebih dari sepuluh lembaga medis di Wuhan.

Wall Street Journal mencatat, uji coba remdesivir berkembang lebih lambat dari yang diharapkan karena kurangnya pasien virus corona COVID-19 yang layak. Sekitar 200 dari target uji coba, 700 peserta telah terdaftar setelah sepuluh hari.

Jepang Uji Coba Obat HIV

Sekretaris Kabinet Jepang, Yoshihide Suga, telah mengumumkan rencana untuk melakukan uji klinis obat HIV yang ada untuk pengobatan corona COVID-19.

Suga, dikutip oleh Reuters mengatakan, "Kami sedang bersiap untuk memulai uji klinis menggunakan obat HIV pada coronavirus yang baru."

Sekretaris kabinet tidak mengomentari periode waktu yang diperlukan untuk persetujuan obat. Studi serupa sudah berlangsung di China.

(RZD)

Baca Juga

Rekomendasi