Program Kotaku Asahan Geliatkan Ekonomi di Masa Pandemi

Program Kotaku Asahan Geliatkan Ekonomi di Masa Pandemi
Program Ekonomi Bergulir Kotaku Asahan diserahkan kepada 35 penerima manfaat di Kelurahan Gambir Baru. (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Asahan - Meskipun pandemi Covid-19 melanda, Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Kabupaten Asahan terus dilaksanakan untuk memberi kebermanfaatan untuk masyarakat sekitar yang terdampak. Salah satunya adalah dengan menggeliatkan ekonomi di masa pandemi.

Askot Mandiri Kotaku Kabupaten Asahan Eko Maulijar menjelaskan, Program Kotaku Asahan mencoba berperan aktif membantu pemerintah dalam menghadapi krisis ekonomi sebagai akibat pandemi Covid-19.

“Melalui lembaga UPK (Unit Pengelola Keuangan) yang ada di masing-masing BKM/LKM (Badan/Lembaga Keswadayaan Masyarakat) dengan fokus kegiatannya yaitu kegiatan ekonomi bergulir semakin lebih pro aktif di dalam menjalankan kegiatan pinjaman bergulirnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, khususnya di Kotaku Asahan, ada 20 kelurahan dari total 25 kelurahan dampingan Kotaku yang masih aktif di dalam menjalankan kegiatan ekonomi bergulir melalui UPK.

Selama masa pandemi Covid-19 ini, telah dikucurkan bantuan kepada masyarakat dalam bentuk pinjaman bergulir bagi yang memiliki usaha kecil melalui lembaga UPK sebesar Rp273.000.000, terhitung sejak Mei – September 2020 di 5 kelurahan yang ada di Asahan yaitu kelurahan Mutiara, Kisaran Baru, Lestari, Gambir Baru, dan Karang Anyer dengan total penerima manfaat 75 orang.

Penerima pinjaman bergulir di Kelurahan Karang Anyer, Asahan.
“Makin intensifnya perguliran ekonomi yang dilakukan oleh BKM/LKM di masing-masing kelurahan pada masa pandemi ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya," ujarnya kepada Analisadaily.com, Rabu (30/9).

Program tersebut juga sekaligus membantu pemerintah daerah maupun pemerintah pusat untuk mengurangi dampak pandemi Covid-19 di level grassroot.

"Dalam menentukan penerima manfaat kegiatan ekonomi bergulir ini, UPK dibantu oleh LKM/BKM melakukan seleksi yang cukup ketat agar bantuan yang diberikan tepat sasaran,” ujar Eko Maulijar.

Salah satu penerima manfaat ekonomi bergulir, Ibu Siti yang tinggal di Kelurahan Gambir Baru, sangat senang karena dirinya menjadi salah satu penerima pinjaman ekonomi bergulir.

Suaminya terpaksa harus berhenti bekerja karena perusahaan tempatnya bekerja tutup terkena dampak Covid-19. Syukurlah, dirinya selama ini sudah memiliki usaha warung makanan di rumahnya untuk membantu perekonomian keluarganya.

"Dana pinjaman ini akan saya pergunakan untuk menambah barang dagangan. Terima kasih kepada program Kotaku melalui kegiatan ekonomi bergulir yang telah banyak membantu usaha-usaha kecil masyarakat apalagi pada saat pandemi Covid 19 ini," ujar Ibu Siti.

(BR)

Baca Juga

Rekomendasi