Tiro Turnip: Dosen di Rusia Tak Jual Buku dan Bisa Dibantah

Tiro Turnip: Dosen di Rusia Tak Jual Buku dan Bisa Dibantah
Tiro Turnip (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Sidikalang - Kuliah di negara Rusia memiliki kelebihan tersendiri. Dalam proses belajar mengajar, dosen bisa dibantah. Dan, kita bebas menyampaikan argumentasi. Dosennya tidak marah lantaran beda pendapat. Tidak merasa paling benar.

Demikian pandangan Tiro Turnip mahasiswa pasca sarjana (program S2) Southern Federal Universy Kota Saint Petersburg asal KLK Sitinjo Kecamatan Sitinjo Kabupaten Dairi disampaikan melalui telepon, Kamis (28/5).

“Kita bisa membantah pendapat dosen. Mereka tidak marah lantaran beda pendapat,” kata alumni SMAN 1 Sidikalang itu.

Dia menyebut, selama kuiah manajemen S1 di Rostov State University, tidak ada praktik jual diktat oleh pengajar. Mahasiswa mempergunakan buku elektronik. Dan, kedekatan dengan dosen juga sangat terbuka.

“Di sini, dosen benar-benar membantu mahasiswa. Memberi solusi khususnya menyangkut pendidikan,” kata Tiro.

Pun demikian, dibutuhkan kerja keras. Apalagi, belajar Bahasa Rusia termasuk sukar.

“Kita harus punya keberanian memaksakan diri dengan warga Rusia agar bahasa tersebut dapat dikuasai. Interaksi dengan penduduk lokal mesti intens,” kata Tiro.

Ia menerangkan bagaimana awalnya belajar Bahasa Rusia. Pemuda ini sama sekali tidak pernah les. Begitu dinyatakan lulus melalui jalur beasiswa dari Pusat Kebudayaan Rusia, ia langsung berangkat tahun 2021. Kala itu, 3 teman seangkatan asal Sidikalang juga pergi.

Khusus mahasiswa internasional, diberi pembekalan bahasa selama 1 tahun. Sesudahnya, langsung masuk kampus dengan modal komunikasi yang sangat minim.

“Saya sempat letih. Kalimat yang diucapkan dosen harus diterjemahkan dulu dalam Bahasa Inggris, kemudian Rusia,” kata Tiro, putra dari keluarga guru itu.

Untungnya, dosen memahami kesulitan. Hingga semester 5, diberi toleransi. Sesudahnya, sama. Dianggap sudah mapan Tiro berhasil menyelesaikan kuliah S1. Berbekal transkrip nilai, ia diterima kuliah S2 jalur beasiswa tahun 2025.

“Di sini, bisa mendaftar S2 mempergunakan transkrip nilai,” kata Tiro.

Ia merasa punya pengalaman besar di perantauan. Kini, Tiro membuka kelas belajar untuk warga Indonesia, baik privat maupun grup. Percetakan Gramedia juga sudah mencetak buku cara belajar Bahasa Rusia karya Tiro.

(SSR/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi