Rektor UnPab Ungkap Alasan Rumah Sakit Menjadi Sorotan

Rektor UnPab Ungkap Alasan Rumah Sakit Menjadi Sorotan
Rektor Universitas Pancabudi, Dr. M. Isa Indrawan, SE, MM (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Rektor Universitas Pancabudi (UnPab) Dr. M. Isa Indrawan, SE, MM mengatakan, pelayanan rumah sakit di masa pandemi virus corona (Covid-19) masih menjadi sorotan.

Menurutnya sorotan itu muncul karena rumah sakit yang terdiri dari instrumen dokter, perawat dan pekerja teknis lain kerap dipertanyakan apakah sudah diverifikasi atau belum oleh Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19.

Akibat ketidakjelasan verifikasi itu, Isa menyebut ada dampak kekhawatiran masyarakat yang hendak berobat ke rumah sakit.

Untuk itu dia berharap agar pemerintah segera mengumumkan rumah sakit mana yang sudah menjadi rujukan pasien Covid-19 dan yang belum.

Sebagai wujud kepedulian alumni magister hukum kesehatan UnPab, digelar sebuah diskusi daring dengan narasumber Dr. Otman Siregar, Dr. Restuti Handayani Saragih dan Dr. Muhammad Riza yang moderatori JE. Melky Purba SH, M.Kn.

Dr. Otman Siregar mengatakan, semua dokter rentan terinfeksi Covid-19 ketika memberikan pelayanan kepada pasien.

"Dampaknya, dokter yang di rumah sakit maupun yang bertugas di tempat praktiknya rentan di-PHK ketika terpapar Covid-19. Lebih gawat lagi munculnya anarkisme sosial atau penyerangan massa yang terprovokasi oleh media sosial dalam pengambilan jenazah positif Covid-19," kata Otman, diterima Analisadaily.com, Senin (14/9).

Untuk mengatasi ini, menurutnya perlu sosialisasi pemahaman masyarakat tentang wabah Covid-19 secara lebih terang dan jelas melalui media massa resmi, bukan media sosia.

"Karena wabah ini telah membuat tekanan ekonomi yang sangat tinggi disusul kepanikan publik yang luar biasa," sebutnya.

"Untuk itu diharapkan kepada jajaran pemerintah yang terkait serta semua instrument rumah sakit mulai dari tenaga medis dan non medis dituntut meningkatkan komunikasi efektif dalam pelayanan pada masyarakat di masa pandemi yang belum kunjung tuntas ini," tegas Dr. Otman Siregar.

Sementara Dr. Muhammad Riza menyebut, rendahnya kepercayaan publik mengakibatkan turunnya minat masyarakat berobat ke rumah sakit.

"Solusinya rumah sakit perlu mengubah rencana strategi dalam pelayanan seperti malaksanakan tressing dan testing kepada pasien, melindungi tenaga kesehatan di rumah sakit itu sendiri, serta mendorong percepatan hasil awal dan pcr kepada pasien," paparnya.

Kepala Program Studi Dr. T. Riza Zarzani, SH, MH pada webiner yang mengangkat topik "Problematika Rumah Sakit dalam Pandemi Covid-19 di Sumatera Utara" itu mengatakan, webiner secara khusus digelar untuk membantu memberikan solusi atau pemikiran terkait permasalahan hukum kesehatan.

(HERS/EAL)

Baca Juga

Rekomendasi