Warung Medan Peduli Borong Dagangan Warga Kampung Sejahtera, Dibagikan Lagi Gratis

Warung Medan Peduli Borong Dagangan Warga Kampung Sejahtera, Dibagikan Lagi Gratis
Warung Medan Peduli borong dagangan warga Kampung Sejahtera, kemudian dibagi-bagikan lagi secara gratis (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Warung Medan Peduli yang semakin dikenal sejak diberlakukannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Medan, kini kembali beraksi melakukan perbuatan baik di Kampung Sejahtera, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah.

Warung Medan Peduli memborong hampir 500 dagangan nasi bungkus dan indomi goreng milik warga, ditambahkan lagi dengan jajanan seperti kue, nasi sayur, ayam penyet, martabak, dan bubur.

"Saat ini kami dari Warung Medan Peduli bagi-bagi nasi bungkus dan beberapa jajanan. Jadi kita borong semua dagangan nasi teman-teman pedagang yang ada di Kampung Sejahtera. Kemudian makanan yang kita beli, kita bagikan kepada masyarakat yang ada di Kampung Sejahtera. Tujuan kami ingin membantu para padagang kecil yang saat ini terdampak PPKM," kata Andrew Sianturi, salah satu Leader Warung Medan Peduli.

"Totalnya ada sekitar hampir 500 bungkus. Selain itu juga ada kue, ada bubur dan jajanan pasar juga. Jadi mereka jualan di depan rumah, kemudian kita beli jualannya itu," jelas Andrew, sembari mengatakan respons warga sangat baik, banyak yang merasa terbantu dengan adanya kegiatan seperti ini.

"Para pedagang banyak yang merasa senang dan terbantu dengan adanya Tim Warung Medan Peduli yang datang ke Kampung Sejahtera pada hari ini," sambungnya.

Dikatakannya, donasi yang sebelumnya dibuka oleh Warung Medan Peduli saat ini sudah tutup, karena dana yang diterima sudah mencapai Rp 1 miliar lebih.

"Saat ini donasi sudah close, kita sudah tutup dari tanggal 26 Juli lalu. Saat ini kita fokus untuk menggunakan anggaran dana yang dikumpulkan dari sekitar 1.300-an orang yang menyumbang di Warung Medan Peduli," ucap Andrew.

"Dana yang sudah terkumpul sampai donasi ditutup itu sekitar Rp 1 miliar lebih. Kita tutup karena kita mau fokus untuk dana yang ada dulu. Itu saja pun pertanggungjawaban dan pelaksanaannya sudah berat, apalagi kalau bertambah lagi. Jadi, sekarang kita fokuskan untuk yang ada dulu, karena kita harus benar-benar salurkan dana itu untuk pedagang-pedagang," terangnya.

Ia pun berharap ke depannya akan ada orang-orang baik lagi yang mau melakukan kegiatan berbagi seperti Warung Medan Peduli. Andrew merasa bersyukur karena banyaknya orang baik yang mau berdonasi untuk Warung Medan Peduli. Andrew juga ditemani beberapa relawan lainnya dari Warung Medan Peduli.

"Masyarakat sangat mendukung, banyak orang baik yang ada di Kota Medan. Mudah-mudahan akan muncul lagi orang-orang baik yang bisa ikut mendukung orang-orang yang ada di sekitarnya, terutama para pedagang," sebutnya.

"Harapan kami akan ada lagi orang-orang baik yang membuat seperti Warung Medan Peduli. Ke depannya ini akan kami lanjutkan terus untuk membantu para pedagang dengan menggunakan dana ini dengan sebaiknya," lanjut Andrew.

Salah satu pedagang, Said mengatakan, dirinya senang karena serasa mendapatkan rezeki mendadak. Ia pun berharap kegiatan seperti tidak hanya sekali dilakukan.

"Senang sekali ada rezeki mendadak. Tadi yang diborong itu ada 35 nasi bungkus dan 15 bungkus martabak. Kalau bisa lebih baik lagi dari ini, setiap hari pun kami mau. Alhamdulillah dagangan saya diborong, karena selama pandemi terutama PPKM sedikit sekali yang beli," katanya.

Aksi sosial itu berlangsung dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 12.30 WIB, dengan ditemani Ketua Perkumpulan Pemuda Pemudi Kampung Sejahtera (P3KS) Aminurasid menyisir lorong-lorong yang ada di Kampung Sejahtera, untuk mencari pedagang yang berjualan.

Aksi yang dilakukan Relawan Warung Medan Peduli ini sangat diapresiasi oleh Ketua P3KS, Aminurasid, karena menurutnya aksi ini sangat membantu para pedagang kecil.

"Kami sangat apresiasi dengan kegiatan sosial yang dilakukan Relawan Warung Medan Peduli, karena sangat membantu para pedagang yang ada di Kampung Sejahtera, karena di masa pandemi ini banyak pedagang yang berjualan sepi dari pembeli," tandasnya.

(RZD)

Baca Juga

Rekomendasi