Sentuhan Baru Istana Maimun: Dari Restorasi Bangunan hingga Sentra Ekonomi Berbasis Budaya

Sentuhan Baru Istana Maimun: Dari Restorasi Bangunan hingga Sentra Ekonomi Berbasis Budaya
Sultan Deli XIV menggelar syukuran bersama keluarga dan para ahli waris di istana (Analisadaily/Ist)

Analisadaily.com, Medan - Wajah baru Istana Maimun segera terwujud. Proyek revitalisasi ikon kebanggaan Kota Medan itu resmi dimulai, dan untuk sementara akses masuk bagi masyarakat pengunjung ditutup hingga pekerjaan rampung.

Sultan Deli XIV Tuanku Mahmud Aria Lamantjiji Perkasa Alam menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Kebudayaan RI, khususnya Presiden RI Prabowo Subianto, yang terus memberikan atensi penuh agar Istana Maimun segera direvitalisasi.

"Kepada masyarakat, mohon doa restunya dan dukungan agar revitalisasi berjalan aman dan lancar, dan untuk sementara Istana Maimun ditutup," ujarnya kepada wartawan, Jumat (6/11) sore, seraya berharap dukungan pemerintah dalam pengamanan proyek sehingga berjalan lancar tanpa gangguan.

Untuk kelancaran proyek, Sultan Deli XIV menggelar syukuran bersama keluarga dan para ahli waris di istana. Acara dirangkai dengan doa bersama, potong nasi tumpeng, pemberian santunan kepada anak yatim, dan ditutup dengan makan bersama.

Revitalisasi Istana Maimun merupakan bagian dari program nasional Kementerian Kebudayaan RI di bawah arahan Presiden Prabowo, yang menargetkan revitalisasi ratusan cagar budaya, keraton, dan istana pada 2026.

Kontraktor pelaksana PT Nindya Karya, Sukhriana, menyampaikan terima kasih kepada Sultan Deli XIV, para ahli waris, dan khususnya warga Kota Medan yang mendukung proyek tersebut.

Ia menjelaskan, rencana penataan dan rehabilitasi mencakup perbaikan kerusakan struktural seperti genteng, tembok, dan kaca, serta penataan bagian depan istana termasuk area rumput dan lingkungan sekitar, hingga penataan kawasan dan UMKM.

Sebanyak 57 kios UMKM akan direvitalisasi, termasuk pembangunan 23 rumah dua tingkat di lingkungan istana untuk para ahli waris.

"Kontrak kerja diberikan 65 hari, singkat sekali, karenanya kami telah mengajukan waktu pekerjaan tiga bulan setengah hingga akhir Februari," ujarnya, seraya menyebut anggaran revitalisasi mencapai Rp65 miliar.

Revitalisasi juga melibatkan koordinasi dengan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB), pemerintah pusat, serta rencana penataan ulang fungsi ruang budaya, pengelolaan yang lebih profesional, hingga penataan para pelaku UMKM di sekitar kawasan istana.

Pemerintah ingin mengembalikan marwah dan keagungan Istana Maimun, tidak hanya sebagai cagar budaya dan destinasi wisata sejarah, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi berbasis budaya (cultural economy).

(JW/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi